Menulislah

Sabtu, 15 Oktober 2016

Ketika Kegagalan Menyapa

Kegagalan bukanlah hal yang asing bagi manusia. Layaknya mentari yang pasti muncul setiap hari. Namun banyak respon yang timbul akibatnya. Sama seperti saat mentari menyapa. Ada yang bahagia karena pakaian akan segera kering, ada pula yang mengeluh karena cahayanya yang menyengat.

Ketika kegagalan datang, apa reaksimu? Kecewa? Bersedih? Galau? Atau mungkin bahagia?

Yang mampu menjawab adalah diri anda sendiri. Karena anda yang menghadapinya.

Setiap reaksi pasti akan menimbulkan hal lain. Seperti jika senang, maka akan berpengaruh dengan semangat bekerja. Namun sebaliknya, jika sedih akan mengganggu pekerjaan.

Bagaimanapun juga, masalah merupakan seni dalam kehidupan. Masalah pasti akan datang silih berganti. Entah berat, ringan, sulit, maupun mudah.

Tetaplah hadapi masalah dengan positif

Kamis, 13 Oktober 2016

Karena Hanya Bunda

Sebuah lagu yang akhir-akhir ini saya dengar. Lagu yang dinyanyikan oleh Fachmi dan Dodi Hidayatullah ini mampu menembus relung hati yang paling dalam.

Bagaimana tidak? Lirik yang ada dalam lagu ini sarat akan makna dengan pembawaan suara yang mengalun merdu.

**********
Kau yang selalu menghapuskan semua
air mataku saat aku menangis
Kau yang selalu berdoa merdu
selalu untukku
**********

Pernahkah anda mendengarnya? Cobalah dengarkan. Anda akan dibawa ke dimensi lain untuk melihat ibunda tercinta

**********
Karena hanya Bunda yang mau mengerti
Menerimaku tulus apa adanya
Tuhan sayangilah bundaku tercinta
Bahagiakanlah Bundaku
**********

Selasa, 11 Oktober 2016

Melatih Kesabaran

Profesi tenaga pendidik bukanlah profesi yang mudah. Namun tak dapat pula dikatakan sulit. Mengapa? Karena perlu kesabaran, ketekunan, serta kebijaksanaan.

Bukan hal mudah dalam hal mendidik siswa. Masing-masing pribadi memiliki karakter. Seorang pendidik tak bisa menerapkan satu metode dalam menghadapi perilaku dan tingkah siswa. Perlu banyak cara, strategi, dan siasat.

Karena setiap anak adalah istimewa. Saya teringat dengan sebuah film yang sangat menyentuh berjudul "Taree Zameen Paar". Ada seorang anak yang mengidap disleksia. Namun karena orangtuanya kurang informasi sehingga sang anak dianggap bodoh, pemalas, dan sebagainya. Padahal ia memiliki kelebihan di bidang seni lukis.

Sang anak tertolong ketika bertemu seorang guru kesenian yang mengerti akan kelemahannya. Ia diajarkan membaca dan menulis menggunakan bentuk dan gambar, sehingga pada akhirnya sang anak mampu membaca dan menulis dengan baik.

Kawan, jangan berburuk sangka pada anak-anak yang ada di sekitarmu. Karena mereka merupakan anugerah terindah yang Allah ciptakan dengan berbagai kelebihan.

Pahami mereka, sayangi mereka, didik mereka dengan cara yang tepat.

Sekian.

Senin, 03 Oktober 2016

Mengapa Menulis???

Mengapa saya menulis?
Sebuah pertanyaan sederhana. ya, sangat sederhana. Namun tahukah Anda, jawabannya tidaklah sederhana.

Mengapa saya menulis?
Ya, karena saya ingin menulis

Loh???

Kenapa loh?

Itu aja alasannya????

Ya, hanya itu
Saya ingin menulis, maka tulisan pun dapat dibuat
Saya ingin menulis, maka jari ini menari-nari dengan gemulai
Saya ingin menulis, maka otak ini bekerja dan berpikir apa yang harus dituangkan

Just it.

Sabtu, 01 Oktober 2016

kembali

 Sudah lama blog ini terbengkalai. Sekarang kembali akan diaktifkan. Semoga lancar