Menulislah

Kamis, 23 Februari 2017

Mamang Ojek

Hmm.... Ada sebuah tantangan mengenai sebuah profesi mulia. Bagaimana tidak, ia rela mengantarkan orang yang belum dikenal kemanapun diminta. Yap, Anda betul. Dialah mamang OJEK.

Ada sebuah insiden yang terus berputar di memori otak dan tak akan pernah hilang. Sebuah insiden berdarah saat hari raya.

Saya lupa kapan tepat tahunnya. Yang pasti saat itu saat duduk di kelas 6 sd atau awal masuk smp. Ketika tiba hari raya idhul adha, sang adik merengek ingin jalan-jalan. Entahlah, jarang sekali adik saya merengek seperti ini.

Akhirnya ibu mengabulkan permintaannya dan mengajak saya untuk ikut. Kami menuju tempat rekreasi yang cukup terkenal di wilayah tempat tinggal kami. Kurang lebih 30 menit kita disini, tanpa suara (kenapa jadi nyanyi ya. Wkwkwk). Maaf maksud saya 30 menit perjalanan sampai lokasi.

Setelah sampai, kami langsung menuju arena bermain. Ada cukup banyak permainan disini, seperti kincir angin, kuda-kudaan, dan permainan fenomenal yang tak lain adalah bebek-bebekan.

Anda tahu bebek-bebekan?
Belum tahu??

Kasiaaaannnn deh lo
(Sori-sori. Wkwkwk)

Jadi bebek-bebekan adalah permainan air berupa perahu kecil dengan bentuk bebek dan berjalannya dengan cara dikayuh layaknya sepeda. Biaa dibayangkan? Kalau tidak, yasudahlah

Nah, kembali ke cerita. Ternyata selama bermain ibu saya terlihat sedikit murung. Mengapa???

"Perasaan emak ga enak. Pulang aja yuk", begitu katanya

Akhirnya kami memutuskan pulang. Dan terjadi sesuatu yang agak aneh.

Saya jelaskan dulu. Untuk menuju lokasi rekreasi kami harus menaiki ojek dan disambung dengan angkot. Lokasi rekreasi cukup luas. Saat kami menuruni angkot, harus dilanjut dengan berjalan kaki selama 5 menit dari gerbang sampai arena bermain.

Jadi saat kami jalan menuju gerbang terjadi hal yang cukup aneh. Di tengah jalan ada sebuah benda seperti buah kelapa. Mungkin adik saya iseng, maka ditendanglah benda itu. Namun ternyata benda tersebut tak bergerak sedikitpun malah adik saya meringis kesakitan. Nah, tiba-tiba

" Ngapain batu ditendang?", kata ibu saya

Loh.... Itu batu??? Bukan kelapa????
Saya sempat berpikir sejenak.

Kami melanjutkan perjalanan ke gerbang dan langsung menaiki angkot. Setelah turun di angkot, kami lanjut naik ojek. Dan kejadian berdarahpun terjadi.

Saat melewati tikungan menuju rumah, tiba-tiba motor oleng dan langsung terjatuh. Masih teringat dengan jelas bagaimana saya bergaya layaknya superman karena saya jatuh dengan posisi tengkurap dan ditahan oleh ibu.

Namun naas, adik saya yang duduk di depan langsung terjun bebas dan pipinya mencium aspal. Sehingga terciptalah bulatan indah berwarna merah tepat di bawah mata sebelah kiri.

Sekian dulu curhatan saya. Berat rasanya untuk melanjutkan. Terimakasih

Senin, 13 Februari 2017

Tantangan Mba Wie

Anda kenal dengan Dewie Dean?

Sesosok wanita yang berada di negeri jiran dan senang menulis. Anda pernah melihat tulisannya? Jika belum, cek dibawah

Mba wie (begitu sapaan untuknya) memberikan tantangan untuk mengulas tentang dirinya. Duh mba, ga ada tantangan yang lebih menantangkah? (Sombong mode ON. Wkwkwk)

Oke, mari kita ulik mba wie ini.

Setempe saya(karena setahu sudah mainstream), dia ini gadis sumatera yang merantau ke negeri jiran puluhan tahun yang lalu. Oke oke ini lebay. Maksud saya beberapa tahun yang lalu. Kecintaannya dalam dunia literasi membawanya dalam grup fenomenal bernama ONE DAY ONE POST. Disanalah kami berjumpa.

Pribadinya yang berisik dan usil menjadikan dirinya cukup fenomenal membahana (apa sih wkwkwk). Seolah dirinya pakai NOS dalam film fast and fourious, sepanjang siang malam ia selalu berceloteh.

Apa ya kritik yang cocok buat dia??
Hmm... Ada yang punya ide??
Saya tiba-tiba bingung dan hilang ingatan wkwkwk.

Yang terlihat di mata saya, ia pribadi yang baik dan tipe mood booster. Mengapa demikian? Karena setiap kemunculannya selalu membuat kehebohan. Kayak perusuh begitu ya wkwkwk...

Okelah ini saja. Saat ini saya kehabisan kata-kata dan seketika hilang ingatan.

Ciaooo....

Cek disini

http://dewieajaa.blogspot.com

Sabtu, 11 Februari 2017

Ini Kampusku?

Jam 7 tepat saya melajukan motor menuju terminal bayangan di kota ini. Setelah mencapai terminal, saya langsung parkir di penitipan dan meluncur ke bis jurusan K*l* D*r*s.

Saya pagi ini akan menempuh perjalanan panjang menuju kampus utama yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit (itu sih sebentar ya. Hehe). Jam 9 pagi diadakan tes toefl yang skornya nanti sebagai syarat pendaftaran sidang.

Tik tok tik tok...

Tak menunggu lama, seorang teman saya terlihat mendekat. Setelah sedikit berbincang, kita langsung menuju lab bahasa untuk mendaftar.

"Loh.... Kayaknya ini bukan lab deh", batin saya

Setahu saya, lab bahasa ada di lantai 2 gedung rektorat. Tapi kenyataan berkata lain. Kita belum berjodoh (ini saya ngomong apa sih. Wkwkwk)

Setelah tanya sana sini dan berkeliling kampus akhirnya ketemu juga labnya. Ternyata lab bahasa berada di sebelah gedung C. Hampir saja tidak terlihat karena gedungnya kecil.

Saya tertegun. Sejak kapan ada gedung lab bahasa disini????

Ternyata saya sudah lama juga ga ke kampus pusat ini. Jadi seperti anak yang ga bingung sama rumahnya sendiri.

Aneh ya? Hehehehe....

Eh, ga aneh???
Anggep aja anehlah...

Dah, gitu aja