Menulislah

Rabu, 19 Agustus 2015

Kartu Sehat

Saat ini sedang marak-maraknya program kartu sehat.

Ya...
Kartu sehat
Atau ada juga yang menyebutkan sebagai kartu SAKTI
Dengan menggunakan kartu itu kita terbebas dari biaya pengobatan
Setiap bulannya kita diwajibkan membayar iuran sesuai golongan yang dipilih
Sedangkan bagi warga miskin, iuran ditanggung pemerintah
Begitulah kira-kira

Namun miris
Ketika mendengar berita bahwa ada anak yg mengalami penyakit bawaan dari lahir yang menghabiskan biaya ratusan juta
Namun
Kartu SAKTI tak mau menanggungnya

Contoh berita seperti yang dimuat pada metronews

"Khiren Humaira Islami, bayi yang didiagnosa menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe Ventricular Septal Defect (VSD) pada sekat bilik jantung atau jantung bocor, kini harus menanggung utang ratusan juta rupiah kepada Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Hal ini terjadi lantaran klaim BPJS yang diajukan oleh keluarga Khiren ditolak. Sebabnya, keluarga melewatkan satu persyaratan yaitu Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi Khiren."

Karena satu prosedur tidak dilakukan maka biaya pengobatan harus ditanggung sendiri. Terjadinya keterlambatan SEP pun karena orangtuanya tidak mengetahui ada jangka waktu untuk mengurusnya dan juga saat itu dalam kondisi panik

Entahlah
Siapa yang benar
Siapa yang salah
Yang pasti
Alangkah baiknya jika bisa saling mengerti
Antara pemerintah dengan masyarakat

Suatu program yang baik harus direncanakan dengan baik
Dan jangan lupa
Dilaksanakan dengan baik

Program ini baik
Namun bagaimana pemerintah mampu merencanakan dengan baik
Dan juga aparat-aparat yg terlibat harus melaksanakannya dengan baik

Begitu..

Rabu, 12 Agustus 2015

Pemuda yang Merdeka

Sudah cukup lama..
Ya ....
Sudah cukup lama bangsa ini merdeka
Sudah cukup lama bangsa ini terbebas dari penjajah

Namun....
Sudahkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan benar??
Ataukah kita mengisinya dengan hal-hal yang justru memperburuk keadaan bangsa ini???

Itulah pertanyaan yang muncul di benak saya ketika genderang kemenangan mulai ditabuh dan bergema ke seantero nusantara

Satu pertanyaan yang cukup sederhana. Namun sulit dijawab dengan sebenar-benarnya.

70 tahun sudah bangsa ini merdeka.
Kalau pada manusia, usia 70 tahun merupakan usia yang cukup sepuh dengan berbagai pengalaman yang ia dapati, pahit manis kehidupan sudah ia lewati, getirnya hidup sudah ia rasakan.

Begitu pula negeri ini.
Sudah banyak pengalaman, manis dan pahit perjalanan negeri ini sudah dilalui. Maka sepatutnyalah itu menjadi pelajaran dengan harapan dapat lebih mendewasakan diri.

Lalu, apa hubungan pemuda dengan kemerdekaan???
Pemuda adalah pelanjut estafeta kepemimpinan negeri ini
Pemuda adalah penentu ke arah mana kapal ini akan melaju

Maka tak heran bahwa maju mundurnya suatu negara dapat dilihat dari perilaku/akhlak pemudanya.

Miris rasanya ketika melihat kondisi pemuda saat ini
Anak-anak SMP terlibat pergaulan bebas
Anak-anak SMA terlibat tawuran
Anak-anak SD mulai berkenalan dengan narkoba

Bagaimana nasib negeri ini 10 tahun atau 20 tahun kedepan?
Apakah semakin maju???
Ataukah semakin mundur???

Jadilah pemuda berkualitas
Yang mampu mengubah negeri ini menjadi negeri yang baik
Yang mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang menjamur di negeri ini

PEMUDA
THE AGENT OF CHANGE

Minggu, 09 Agustus 2015

Potret Kota

Saat pertama datang di kota kecil ini, hanya ada beberapa rumah di perumahan ini. Sekelilingnya masing banyak ilalang dan pohon-pohon rindang. Kota ini dikelilingi bukit yang menghijau.

15 tahun berlalu, banyak perubahan drastis yang terlihat. Semakin bamyak rumah disini. Kota kecil ini yang disebut-sebut sebagai kota baja Semakin ramai dengan dibukanya perusahaan-perusahaan baru. Banyak pendatang yang bermunculan disini.

Entahlah. Kadang saya tidak habis pikir. Kota ini sangat dekat dengan gunung krakatau. Salah satu gunung berapi yang masih aktif. Namun banyak developer yang rajin membangun perusahaan disini.

Ironi memang. Ketika sebuah kota industri semakin hari semakin banyak perusahaan yang dibuka. Hal ini jelas berbanding lurus dengan polusi yang ditimbulkan.

Ya, pasti dari pihak industri sudah berusaha menetralisir limbah yang dibuang. Namun bagaimanapun juga semakin lama semakin tak enak hawa di kota ini.

Selain itu, ada satu hal lain yang benar-benar menyayat hati.

Dengan dalih sebagai jalur alternatif. Daerah perbukitan di kota ini dibelah dan dijadikan jalan umum. Yang paling menyedihkan adalah melihat hasil kerukan kendaraan berat yang meratakan sebagian bukit menjadi rata dengan tanah. Begitu mengerikan.

Sepanjang jalan saya hanya bisa menangis dalam hati. Bagaimana tidak. Disini saya melihat keserakahan manusia. Bagaimana mereka mengeruk tanah tanpa memperhitungkan ketahanan jalan yang menanjak. Bagaimana mereka mengeruk tanah sangat dekat dengan pondasi rumah warga.

Bahkan gol a gong, salah satu tokoh nasional pendiri rumah dunia pernah menuliskan sebuah tulisan di media sosial memperlihatkan begitu serakahnya manusia. Bahkan ada istilah, di kota ini kita bisa menemukan jalan seperti di film Lord of The Ring.

Diri ini hanya bisa mengelus dada. Sebegitu serakah kah manusia?
Sampai-sampai mengesampingkan sisi kemanusiaannya?
Bagaimana kondisi kota ini 10 tahin ke depan?

Semoga Allah tidak menurunkan azabnya pada kota ini. Karena bagaimanapun juga kota ini diawasi oleh gunung berapi aktif yang pada tahun 1883 meletus dan abunya sampai ke Australia.

Wallahu A'lam

Kamis, 06 Agustus 2015

Dilema Kotak Ajaib

Ada satu benda. Berbentuk kotak dengan ukuran bervariasi. Di dalamnya kita bisa melihat banyak hal. Bisa berupa manusia, hewan, tumbuhan, dan masih banyak lagi. Apakah itu???
Hayoo apa coba?

Yupss.. Itu adalah si kotak ajaib, yaitu TELEVISI (yang disingkat TV).

Seiring berkembangnya zaman, teknologi TV semakin maju pesat. Yang dahulu berbentuk tabung. Kini berupa LCD bahkan LED. Di dalamnya kita dapat memperoleh manfaat. Tapi tahukah Anda bahwa di dalamnya banyak hal yang dapat mengganggu perkembangan anak Anda?

Coba simak apa saja tayangan TV yang disuguhkan. Apa yang ada disana? Kebanyakan adalah film percintaan. Film yang tak layak ditonton oleh anak. Mungkin hal ini yang menimbulkan berita heboh bahwa ada anak SMP yang berpacaran dengan anak SD. Miris sekali.

Mengapa hal ini bisa terjadi??

Salah satu penyebabnya adalah dari tayangan televisi. Dimana pada satu film digambarkan anak SD yang saling suka dan berpacaran. Lain lagi di film lain yang menampilkan anak sekolah namun tidak pernah diperlihatkan saat-saat belajar. Yang ditonjolkan adalah kisah percintaannya.

Hal ini sangat berbahaya bagi perkembangan anak. Karena begitu intens menyaksikan tayangan seperti itu, sehingga tontonan dianggap sebuah tuntunan.

Masih SD udah pacaran itu dianggap biasa
Anak sekolah suka tawuran itu dianggap lumrah
Anak sekolah seneng keluyuran dianggap tren

Akan dibawa kemana negeri ini jika generasi muda bertingkah seenaknya?
Bukankah nasib negeri ini 10 tahun, 20 tahun ke depan tergantung bagaimana pemuda saat ini?

Mari bangun generasi muda dengan perilaku-perilaku positif.
Dimulai dari orang-orang terdekat.
Anak-anak, keponakan, sepupu, dan saudara Anda.
Sehingga kita mampu mencetak generasi muda yang unggul dan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Senin, 03 Agustus 2015

Pengalaman MOS

Sejak SMP, SMK dan kuliah pasti mengadakan MOS atau OSPEK dalam rangka menyambut siswa baru. Dari semua rangkaian tersebut yang saya rasa paling berat adalah ketika memasuki bangku perkuliahan.

Di kampus saya OSPEK terbagi menjadi 3 bagian, yaitu OSPEK Universitas, Fakultas, dan Jurusan.

Seperti OSPEK pada umumnya, pasti diminta membawa barang-barang ataupun perlengkapan yang mungkin kita anggap nyleneh.

Pada OSPEK Universitas yang ditonjolkan adalah teoritis. Materi-materi yang disampaikan oleh dosen ataupun mahasiswa senior. Namun tidak melupakan nilai-nilai kedisiplinan yang selalu diingatkan oleh KOMDIS dengan bentakan-bentakannya.

Pukul 06.00 saya harus sudah berada di kampus. Karena kampus saya hanya bersebelahan kota dengan kota yang saya tempati, hanya butuh waktu 30 menit dengan menaiki bis. Namun, fakultasnya ada di kota saya. Saya pun tidak bisa berhenti tepat di depan kampus, melainkan 100 meter sebelum kampus dan harus berlari-lari masuk ke kampus diiringi bentakan-bentakan KOMDIS.

Berbeda dengan OSPEK Fakultas. Saya diharuskan memakai atribut yang menurut saya sangat nyleneh karena harus memakai topi toga dari kardus, kacamata safety, rompi karung beras, ikat pinggang tali rafia dengan kaleng softdrink uang diisi kelereng di sisi kanan dan kiri, rumbai-rumbai pada pergelangan tangan, kaki, dan pinggang, serta masker.

Kalau para pembaca melihat saya dalam kondisi seperti itu, mungkin Anda akan tertawa terbahak-bahak. Atau mungkin berpikir, ini alien dari mana??? Hehe...

Dengan atribut seperti itu yang benar-benar membuat sama malu ditambah lagi dengan waktu OSPEK yang sangat panjang. Saya harus sudah ada di kampus pukul 02.00 dan selesai pukul 20.00. Benar-benar menyita tenaga karena saat itu berada pada bulan Ramadhan. Dengan kegiatan yang sangat banyak membuat saya tidak bisa hadir di hari kedua.

Berbeda lagi dengan OSPEK jurusan. Ospek jurusan dibagi menjadi 3, pra camp, camp, dan LK.

Saat pra camp saya harus berkumpul di lapangan kampus sore hari. Ada beberapa pelatihan dan materi yang sangat bermanfaat.

Selanjutnya adalah camp. Camp dilakukan selama 3 hari 2 malam di bumi perkemahan Bandung. Perlu banyak persiapan termasuk persiapan fisik dan perbekalan. Tak lupa juga persiapan mental. Karena pada malam kedua setelah shalat Isya saya dan kelompok harus berjalan menyusuri bukit menuju post-post yang sudah ditentukan. Dan isi yang saya dapat hanyalah ocehan, omelan, dan bentakan di telinga saya. Semalaman berjalan menyusuri hutan ditambah omelan di setiap post hingga sampailah di tenda menjelang subuh. Benar-benar melelahkan.

Setelah mengikuti camp, masih ada satu lagi yang harus dilalui yaitu LK atau Latihan Kepemimpinan. Kali ini dilaksanakan di lapangan yang berada di komplek sekitar kampus. Lebih banyak teori yang saya dapatkan pada acara itu.

Sehingga, kalau dihitung-hitunv berarti saya melalui serangkaian acara OSPEK sebanyak 5 kali. Waw!!! Fantastis bukan.

Hal yang dapat saya ambil adalah dalam setiap proses ospek pasti ada bentakan-bentakan. Terlebih pada ospek Fakultas dan Jurusan. Saya pernah mendengar, mengapa harus ada bentakan-bentakan.
"Karena kita anak teknik, jangan lembek. Harus kuat mentalnya", kata salah seorang senior.

Hmm.. Entahlah.
Namun saya kurang setuju dengan hal itu. Mendidik mental tidak melulu harus dengan bentakan bahkan hinaan. Bukankah lebih menyenangkan mendidik mental dengan perbuatan santun nan terpuji?

Saya tidak memungkiri banyak nilai positif yang saya dapatkan dalam kegiatan OSPEK, namun ada baiknya tindakan dan perilaku kasar segera dihilangkan. Agar semakin terlihat bahwa akhlak dan perilaku dari tiap-tiap manusia mencerminkan sikap yang positif. Sehingga negara ini dapat terus berkembang karena adanya pemuda yang mampu menunjukkan jati diri yang baik.