Menulislah

Rabu, 30 Maret 2016

Renungan Diri

Pukul 12 siang saya melajukan motor kearah gunung. Kemana lagi kalau bukan ke sekolah tercinta. Sebelumnya saya mampir dulu ke penjual mie ayam untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

Setelah perut full tank, saatnya "memberi makan" motor kesayangan agar tak mogok di jalan. Maklumlah motor ini sudah cukup berumur. Untuk menanjakpun perlu perjuangan yang luar biasa. Ia berkicau merdu layaknya burung yang terjepit pintu (apaan sih. Wkwkwk).

Seusai mendaki gunung melewati lembah (kayaknya ga asing sama lirik ini), sampailah saya di sekolah tercinta. Ternyata hanya ada segelintir siswa yang sedang membersihkan kelasnya. Tak berselang lama, rintik-rintik air menyerang dengan pasukan yang tak terbilang jumlahnya. Langit gelap, suara hujan membelai bumi, serta kilatan cahaya menimbulkan melodi indah nan menenteramkan jiwa.

Entahlah, rasanya suasana ini terasa begitu sejuk, tenang, tenteram, dan mampu meredam ketegangan dalam pikiran. Betapa indahnya ciptaan Allah.

Kurang lebih sudah sebulan saya berada disini, di sekolah yang terus merangkak naik. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya rasakan selama berada disini. Mulai dari membuat dan mengantarkan dokumen ke BKD sampai mewakili sekolah untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penyusunan kurikulum.

Inilah nikmat yang Allah limpahkan kepada saya. Ilmu baru yang takkan didapatkan di meja perkuliahan. Alhamdulillah....

#MenulisSetiapHari

Selasa, 29 Maret 2016

Bacaan dari Hati

Membaca. Hmm..... Sebuah aktifitas yang menyenangkan bagi yang menyukai. Namun bagi yang tidak, tentu menjadi hal yang membosankan. Jenis bacaan beraneka ragam, baik berupa pelajaran, cerita, tips, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis bacaan memiliki ragam yang banyak pula. Salah satu contoh adalah jenis cerita. Pada bacaan cerita, kita mengenal novel, cerpen, komik, dan masih banyak lagi.

Seiring berkembangnya zaman, bahan bacaan tidak selalu berbentuk buku. Kini kita dapat menjumpai bahan bacaan berupa Electronic Book (Ebook) atau berupa tuisan di website dan blog.

Saya dalam hal membaca lebih banyak mengambil tema motivasi. Untuk novel masih sangat minim. Novel yang saya baca sebagian besar karya Kang Abik. Untuk karya yang lain belum pernah. Namun itu semua berubah sejak negara api menyerang. Wkwkwkw

Akhir-akhir ini saya senang membaca cerita. Namun cerita yang disajikan secara online di kaskus. Ada sebuah subforum dengan nama Story From The Heart (SFTH) yang berisi kisah-kisah nyata yang ditulis sendiri oleh penulisnya ataupun dituliskan oleh orang lain. Banyak genre tulisan yang disodorkan, mulai dari cerita horor, kisah cinta (ini yang paling banyak), dan masih banyak lagi. jika Anda penasaran, silakan buka link ini

Gimana ceritanya saya bisa terdampar disana??? Jadi begini ceritanya

Pada suatu hari (kok jadi kayak dongeng anak ya. Wkwkwk). Maaf-maaf, kita ulang.
Pada suatu malam yang dingin dan seorang diri di kamar (Dasar jomblo. Eh... saya kan single. Wkwkwk), saya membaca chat kawan kuliah di WhatsApp. Tiba-tiba ada yang nulis

"Baca nih sob. Sereeeemmmm. Http//.............."

Karena penasaran, akhirnya saya membuka link tersebut. Dan yang terjadi adalah......

JENG JENG JEEEENNNGGGG

Sebuah kisah horor muncul. Judulnya kalo ga salah "Tempat KKM Horor". Karena penasaran, akhirnya saya baca. dan tahukah Anda? kisahnya bener-bener serem. Tapi saya ketagihan baca, karena katanya kisah tersebut Real Story. Sambil merinding disko saya terus membaca kisah itu sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 01:30

WADAWWWW......

Tengah malem baca cerita horor. Tapi alhamdulillah saya bisa tidur dengan nyenyak.

Bermula dari kebiasaan membaca pertengahan tahun 2015 itulah akhirnya sampai detik ini saya "ketagihan" membaca kisah disana. Sudah cukup banyak kisah yang saya baca dan bagi saya dapat memberikan inspirasi dan juga dijadikan pelajaran yang berharga. Ada sebuah kisah yang melegenda di SFTH berjudul "Sepasang Kaos Kaki Hitam". Mungkin ada yang sudah pernah membaca kisahnya. Jika Anda belum pernah membacanya, silahkan cek disini

Kisah tersebut menceritakan tentang seorang laki-laki yang merantau ke Karawang untuk bekerja. Disana dia tinggal di kos-kosan yang ternyata kamar di depannya ada sesosok wanita misterius yang kelak ia cintai. Ingin tahu kisah selengkapnya? silakan baca link diatas. Hehehe.....

Atau ada yang ingin versi ebook, silahkan hubungi saya.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Sabtu, 26 Maret 2016

Perjalanan di toko buku

Ba'da maghrib, saya dan adik meluncur ke mall di kota saya. Tujuannya adalah membeli id card. Selain itu saya pun sedang mencari webcam untuk keperluan skripsi.

Sesampainya di mall, kami langsung berjalan memasuki sebuah toko buku. Toko buku itu bernama TISERA. Selama puluhan tahun saya hidup di kota ini, baru 2 kali saya memasuki toko buku ini (ngenes kali. Wkwkwk).

Kami mencari bagian id. Setelah ketemu, langsunglah "mengubek-ubek" berbagai jenis id card beserta talinya.

"Mar, nyari yang kayak gmna?", tanya saya. Adik saya bernama Amar.
"Yang talinya gede. Id cardnya biasa aja juga gapapa", sahutnya.

Id card ini akan digunakan untuk kepanitiaan di sekolahnya. Setelah sekian lama memilih, akhirnya pilihan jatuh pada id jenis B4.

"A pudin mau nyari buku dulu ya. Amar langsung ke kasir aja", kata saya
"Yaudah", jawabnya

Saya berjalan menyusuri tumbukan buku. Saya memang sedang mwncari buku referensi yang berhubungan dengan skripsi. Sayangnya tidak ada buku teknik, yang ada hanya buku komputer.

Berlanjut melangkah setapak demi setapak di toko ini. Saya melihat ada bagian "Novel".

"Ah,, coba liat ah....", ucap saya dalam hati

Sedikit melihat novel yang dipajang disana. Namun hal itu tidak bertahan lama karena adik saya sudah menunggu di luar toko buku.

"Yaudahlah, nanti aja liat-liat lagi", batin saya

Selanjutnya kami berjalan menyusuri toko-toko komputer di lantai 1. Setelah berputar-putar dan bertanya di toko, ternyata tak ada yang menjual webcam.

"Ntar beli online aja deh", batin saya

Dengan langkah gontai, saya berjalan menuju lahan parkir yang berada di lantai atas. Lalu melajulah motor ini perlahan namun pasti meninggalkan mall tercinta (halah. Wkwkw)

#MenulisSetiapHari

Kamis, 24 Maret 2016

Perjalanan Dinas

Sedikit aneh memang. Belum lulus kuliah, bekerja sebagai staf Tata Usaha, dan dikirim sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis). Aneh ga sih??? Atau aneh menurut saya doang ya. Hehehe...

Ya, saya diperintahkan kepala sekolah untuk mewakili wakasek kurikulum untuk mengikuti Bimtek penyusunan dan validasi dokumen KTSP. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Pembukaan dimulai hari senin, namun saya datang selasa sore (gokil ga? Wkwkwk). Sebenarnya saya sudah menolak untuk hadir di acara tersebut karena saya ada keperluan di kampus. Namun karena tidak ada yang mewakili, akhirnya saya berangkat juga di hari selasa setelah urusan selesai.

Bimtek diadakan di Paragonbiz Hotel yang terletak di Tangerang, Banten. Jadilah saya berangkat seorang diri tanpa tahu jalan. Udahlah sendiri, gatau jalan lagi. Coba ada istri yang menemani (istri dari hongkong. Hehehe). Setelah berputar-putar. Naik angkot, turun angkot. Sesuai dengan arahan seorang wakasek dari kota yang sama akhirnya saya sampai juga. Yah, meskipun harus naik angkot 4 kali karena salah jalan. Ditambah kondisi hujan dan 2 kali sang angkot bablas. Walhasil saya jalan sambil hujan-hujanan.

Kebayang ga sih. Jalan sendirian kayak anak ilang, naik turun angkot, hujan-hujanan lagi(nasibmu mblo....suram. Wkwkwkw)

Saya masuk hotel dalam kondisi basah kuyup. Yah, meskipun sedikit tertolong karena pakai jaket parasut. "Celingak-celinguk" di lobby hotel. Maklum, anak desa belum pernah masuk hotel. Hehehe.... Setelah saya tanya receptionist(bener ga tuh tulisannya???), saya naik ke lantai 1 menuju meeting room. "Celingak-celinguk" lagi nyari ruangan. Setelah ketemu, saya masuk ruangan dan duduk di pojokan. Malu mblo, dateng telat, bawa tas ransel gede, basah-basahan, pake sendal lagi. Wkwkwkw...

Selanjutnya saya registrasi dan dapat kamar di lantai 10. Wih...tinggi juga lantai 10 ya. Sebenarnya 1 kamar diisi 2 orang, tapi karena saya telat jadi hanya sendiri.

Naik lift ko kepala saya terasa berputar ya? Biasa naik tangga, ini naik lift. Pusing pala belbi (wkwkwk). Masuk ke kamar pakai kunci yang berbentuk persegi panjang mirip id card. Cukup didekatkan ke indikator, lalu

Ckiiittt

Pintu dapat terbuka. Wih...keren.....(ndeso amat ya saya. Wkwkw)

Pelatihan ini berisi tata cara penyusunan kurikulum untuk tahun ajaran 2016/2017. Banyak sekali ilmu yang dapat saya ambil. Terlebih saya memang benar-benar "buta" mengenai kurikulum. Saya pun berkenalan dengan perwakilan dari kabupaten/kota lain di provinsi ini. Pengalaman perdana yang luar biasa. Ilmu yang tak dapat dinilai dengan materi, dan perkenalan yang takkan lekang oleh waktu.

Selamat malam dan selamat istirahat ^_^

#MenulisSetiapHari

Disini saya meregangkan otot dan beristirahat. Namun tadi pagi harus berpisah dengan kamar "sementara" tercinta.


Sabtu, 19 Maret 2016

Kerjasama

Hari ini saya diminta bantuan untuk mengisi acara pernikahan melalui nasyid. Karena memang tidak ada kegiatan lain, akhirnya saya ikut.

Setelah shalat jumat, saya bergegas berangkat ke basecamp untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah siap, kami langsung meluncur ke lokasi.

"Duh...vokalnya masih kurang kordinasi. Jadi hasilnya ga bagus", begitu kata seorang senior di grup ini.

Ya, dalam tim diperlukan kerjasama. Tanpa kerjasama semuanya akan berantakan. Seperti penampilan tadi. Masih kurang kerjasama di vokal sehingga belum terbentuk harmonisasi.

Dalam kerjasama diperlukan kelapangan dalam menerima kritik, saran, ataupun perintah. Semua itu demi kompaknya suatu tim.

Pukul 20:00 acara selesai. Setelah beres-beres peralatan dan mengantarnya kembali ke basecamp, akhirnya saya dapat beristirahat di rumah. Pukul 21:00 saya baru sampai. Cukup melelahkan memang.

Tapi saya ingat belum menulis hari ini. Maka jadilah coretan ga jelas ini. Hehe....

#MenulisSetiapHari

Kamis, 17 Maret 2016

KKN

Tahun 2013 memang tahun yang panjang. Setelah menjadi pembicara di bulan Juni, saya harus terbang ke kabupaten Lebak pada bulan Juli untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nikah. Eh bukan ding. Wkwkwkwk). Kabupaten Lebak masih berada di provinsi Banten. Ya tidak terlalu jauh. Cukup ditempuh selama 2 jam menggunakan sepeda motor.

Saya dan kawan-kawan ditempatkan di desa Cigoong Selatan. Secara sekilas desa ini sudah cukup maju. Terlihat dari infrastruktur jalan masuk ke gang desa sebagian besar sudah menggunakan conblock. Yah, alhamdulillah lokasinya cukup bagus dan tidak ada pengalaman mistis disana. Berbeda dengan dua kelompok lain yang ditempatkan tidak jauh dengan desa ini. Ada beberapa kejadian mistis disana, tapi tak perlu saya ceritakan karena ini bukan kisah horor. Hehehe....

Kelompok saya memiliki program utana berupa penyuluhan penanggulangan limbah. Pemateri merupakan seorang berpengalaman dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Cilegon. Masyarakat diajarkan bagaimana menanggulangi sampah organik dan non organik. Mereka praktek membuat vas menggunakan bungkus permen kopiko. Untuk sampah organik, kami diajarkan bagaimana membuat pupuk.

Bukan hanya program kerja yang dapat saya ambil hikmahnya. Tapi juga banyak hikmah dari kelompok ini. Karena saya ditunjuk menjadi ketua kelompok, saya dapat belajar bagaimana mengatur anggota, memahami karakter seseorang, memimpin rapat dan sebagainya.

Yah, meskipun saya rasa masih sangat jauh dari kata baik karena ini memang pengalaman perdana saya ditambah sifat saya yang cenderung introvert. Walhasil banyak yang kecewa dari cara saya memimpin. Tapi justru disinilah puncak dari hikmah kkn ini. Saya mengetahui dimana letak kekurangan saya, apa yang salah dari perbuatan dan ucapan saya, dan masih banyak lagi.

Hmm.... Benar-benar tahun yang panjang

#MenulisSetiapHari


Rabu, 16 Maret 2016

Pengalaman Perdana

Minggu ini tantangannya adalah pengalaman yang mengesankan. Hmm... Apa ya yang bisa saya ceritakan??? (Mikir keras). Aha..... Ini aja deh.

Jadi gini,
Tahun 2013 bisa dibilang tahun yang sangat panjang. Mengapa demikian? Karena di tahun itu semangat saya benar-benar membara mengembangkan diri di bidang motivasi.

Entah bagaimana ceritanya waktu itu (lupa hehe) ada info Akademi Motivator Banten (bukan akademi fantasi ya. Hrhehe) di bulan februari dan diadakan di kota Serang. Dan Anda tahu, pembicaranya adalah senior saya di kampus hanya berbeda jurusan. Kegiatan ini semacam training untuk calon-calon motivator di Banten.

Disana saya bertemu kawan baru yang juga tertarik di dunia motivasi. Peserta yang hadir hanya 8 orang. Miris memang, di wilayah Banten untuk training for trainer ini kurang diminati. Padahal biaya registrasinya terbilang murah (makanya saya ikut. Maklum kantong mahasiswa. Wkwkw). Kalau melihat di kota besar, training semacam ini sangat dinantikan dan harus merogoh kocek jutaan rupiah.

Salah satu materi yang disampaikan dan masih tertanam di memori saya adalah mengenai personal branding. Anda tahu? Personal branding ibarat nama beken atau nama keren seseorang. Selain itu dapat juga disebut sebagai ciri khas. Dan saya memutuskan menyebut diri saya dengan nama Sae "Islamic Motivator". Jika penasaran dengan kegiatan tersebut, silakan buka album facebook saya (promosi dikit. Hehe)

Selanjutnya kita maju ke beberapa bulan berikutnya, tepatnya bulan Juni. Saya mendapat tawaran mengisi acara training motivasi di acara himpunan jurusan saya. Tanpa pertimbangan panjang, langsung saya sanggupi. Saya rasa inilah pengalaman perdana yang harus dilalui. Anda tahu apa masalah berat yang saya hadapi?? Bukan pembuatan materi yang rumit, bukan pula waktu yang sangat mepet. Tapi yang berat adalah saya harus berbicara di depan teman seangkatan.

Prinsip saya, apapun yang terjadi, hadapi saja. Meskipun pada hari H badan saya bergetar hebat ditemani keringat sebesar biji jagung (gede amat ya. Wkwkwk), ya semua tetap harus dilalui. Alhamdulillah pada tanggal 13 Juni semua berjalan lancar (dokumentasi ada di facebook saya. Promosi lagi. Wkwkwk)

Setelah mengisi acara tersebut, sering saya jumpai kawan saya berkata

"Wih.... Bapak motivator datang. Ayo pak kasih kita motivasi nih biar semangat"
"Bah, kasih pencerahan nih biar otaknya ga butek"

Masih banyak perkataan lain yang saya jumpai. Entahlah, terlihat seperti ejekan tapi saya anggap positif saja. Dan sekarang bidang motivasi belum saya dalami lagi. Saat ini saya sedang belajar dunia kepenulisan. Semoga nanti saya dapat pengalaman perdana di bidang ini. Aamiin.

#MenulisSetiapHari


Si Dia (Lagi) 3

"Mas, laporannya sudah beres?", tanya seseorang
"Eh... I, iya. Belum maksud saya. Hehe", jawab saya terbata-bata
"Sejak kapan dia ada disini???", diri ini bertanya-tanya
"Oh... Tolong cepet ya mas. Udah ditunggu bos tuh", jelas dia ramah seraya berlalu

Ah.... Indahnya perhiasan dunia. Saya menyukai wanita dengan rambut yang berurai panjang. Namun ini berbeda. Dia menggunakan kerudung yang besar dipadukan dengan pakaian sederhana, namun saya suka. Dan baru kali ini saya menyukai penampilan macam itu.

Entah kemana idealisme saya yang mengatakan bahwa perempuan cantik adalah perempuan dengan rambut panjang dan dipadukan pakaian modis. Benar-benar aneh.

"Cieeee yang abis ngobrol", suara si anak medan menggema dengan indahnya
"Biasa aja keles", jawab saya ketus
"Biasa aja kali bang ngomongnya. Sampe grogi gitu. Hahaha", dia berbisik tapi suaranya seperti toa masjid
"Eh dek, bisa ga toanya dimatiin dulu. Berisik tau", jawab saya semakin ketus
"Ah si abang ketus kali", jawabnya sambil berjalan menuju meja kerjanya

Saya menghirup teh yang tinggal setengah. Tapi ada yang berbeda. Teh ingin terasa lebih manis. Ada apa gerangan? Mana mungkin ada yang menambahkan gula di gelas ini. Atau mungkin karena percakapan singkat tadi? Ah entahlah. Tiba-tiba saya menyunggingkan senyuman.

#MenulisSetiapHari

Senin, 14 Maret 2016

Yakinlah!!!

**********
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

Saat beban penuhi pundakmu
Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
**********

Potongan lirik nasyid yang dinyanyikan oleh Ali Sastra feat The Jenggot mampu membawa semangat menggebu dalam diri. Perpaduan suara indah nan merdu Ali Sastra dan musik rap yang dibawakan The Jenggot berhasil menghipnotis saya.

Hidup pasti dipenuhi dengan berbagai macam masalah. Entah besar, kecil, ringan, maupun sulit. Karena hakikatnya hidup adalah kumpulan masalah. Jika tak ingin punya masalah, silakan berhenti hidup (Loh????) ko begitu? Ya memang begitu.

Ada saat dimana kota merasa benar-benar terpuruk. Berada di titik paling bawah. Serasa dunia ini akan runtuh. Namun ingatlah bahwa Allah tahu kadar kemampuan manusia. Kalau kita diberi masalah yang teramat sangat besar, yakinlah bahwa :

TUHAN TAHU KITA MAMPU

Tinggal bagaimana kita. Apakah akan bertahan ataukah mundur perlahan. Semua tergantung keputusan masing-masing pribadi. Orang lain hanya dapat memberikan masukan dan nasehat. Sedangkan semua keputusan berada di tangan Anda. Anda yang berhak menentukan kemana akan melangkah. Anda yang menentukan jalan mana yang dipilih. Anda yang menentukan bagaimana masa depan yang akan ditempuh. Dan Anda yang menentukan perjalanan cinta seperti apa yang hendak dilalui.

Yakinlah bahwa Anda mampu

#MenulisSetiapHari

Minggu, 13 Maret 2016

Kaulah Inspirasiku

Seorang wanita sedang bergelut di dapur. Ia sedang memasak makan siang untuk anaknya yang tercinta. Wanita itu bernama Nur Hidayati. Adzan dzuhur mulai berkumandang. Berarti sebentar lagi anaknya akan segera sampai rumah. Seketika ia membereskan dapur dan menghidangkan masakan di meja makan.

"Assalamu'alaikum......", teriak seorang anak kecil
"Wa'alaikumsalam", jawab sang wanita ramah
"Masak apa hari ini Bun?" tanya anak itu
"Ada sayur kangkung sama ayam goreng kesukaan Septian", jawab sang ibu kepada anaknya yang bernama Muhammad Septian.
"Asiiiiiiiiiik.....", kata sang anak kegirangan

Mereka makan dengan lahap. Sungguh indahnya keluarga kecil itu.

"Bun, tadi Aku nulis cerita loh....", kata sang anak dengan riang
"Oh iya? bikin cerita apa mas?", tanya sang Bunda
"Cerpen tentang anak sholeh Bun. Tau ga, Aku dapet nilai 100 loh Bun", cerita sang anak menggebu-gebu
"Wih... anak Bunda pinter", sahut sang bunda
"Aku pengen banget jadi penulis kayak Bunda", harap sang anak
"Insya Allah ya mas. Mudah-mudahan terwujud", Jawab sang Bunda
"Bunda punya temen, namanya Desi Lastati. Dia juga penulis loh", kata sang Bunda
"Iya tah Bun?", tanya sang anak antusias
"Iya mas. Dia kerja di luar negeri. Ia sering melancong ke berbagai tempat dan menulisnya. Ya semacam backpacker", jelas sang Bunda panjang lebar
"Wah hebat ya Bun. Aku juga mau keliling dunia terus Aku tulis tempat-tempat yang Aku datangi", kata sang anak semangat
"Bagus bagus. Ada satu lagi teman Bunda namanya Nindyah Widyastuti. Dia seorang guru dengan segudang prestasi. Pernah jadi juara puisi, juara KIR dan sebagainya", jelas sang Bunda
"wah, hebat hebat yah teman Bunda. Tapi Bunda juga hebat. Bunda adalah wanita terhebat yang pernah Aku temui.", jelas sang anak sambil memeluk Bundanya
"Anak Bunda pinter ya. Semoga kelak menjadi penulis yang bermanfaat bagi banyak orang", kata sang Bunda
"Aamiin Bun. Makasih ya", Kata sang anak
"Sama-sama", sang Bunda mengecup lembut kening anaknya

#MenulisSetiapHari

Catatan : Kisah ini hanya fiktif belaka. Namun nama yang dipakai adalah nama sebenarnya dari penulis-penulis dengan karakter yang berbeda. Silakan klik link pada nama mereka dan temukan keajaiban.

Sabtu, 12 Maret 2016

Surat Cinta (Lagi)

**********
Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Ayat-ayat cinta dari cahaya Mu
Menyelimuti seluruh hatiku

Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Berulang-ulang kali difikiranku
Betapa Kau mencintaiku

#Pastinyaaaa…
Bila ku merindu pada Mu
Surat Mu kan ku baca selalu

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung

Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Ayat-ayat cinta dari cahaya Mu
Sesegar bumi syurga hatiku

Pastinyaaaa…
Bila ku merindu pada Mu
Surat Mu kan ku baca selalu
oo00o0o0o0oowooo

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung

Sungguh makna cinta Mu tiada penghujung
Surat Mu kan ku baca selalu
Wooo000o0o00o0oooo

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung
**********

Lagu nasyid yang dinyanyikan oleh In-Team ini benar-benar menyentuh qalbu. Bagaimana tidak, ia menggambarkan surat cinta yang Allah tuliskan khusus untuk hamba-Nya. Kalimah cinta layaknya syair yang dilantunkan penyair profesional dengan indahnya dan mampu menyihir siapapun yang mendengarnya.

Anda para jonnes belum pernah dapat surat cinta???? Ahahahahahahaha (ngece banget ya ketawa saya). Tenang, sang pemilik cinta sudah menyiapkan surat terindah untuk Anda. Keputusan ada di tangan Anda, apakah surat itu akan dibaca? Atau dibiarkan saja?

Membaca surat cinta sari sang pemilik cinta sungguh menenteramkan jiwa yang gundah gulana, mendamaikan jiwa yang sedih dan bingung. Mari baca surat cinta ini.

#MenulisSetiapHari

Kursi Renungan

Ada satu spot yang saya sukai untuk menyendiri. Ya ruangan ini. Ruangan yang digunakan saat ada tamu yang sekedar mampir dan juga sebagai lahan parkir motor.

Ruangan memanjang dengan luas sekitar 5 x 3 meter ini sering saya gunakan kala ingin sendiri. Mengapa bukan di kamar saja??? Karena kamar saya mirip kapal pecah wkwkwk....

Pasalnya, kamar itu dipakai berdua dengan adik saya. Dan juga disana bertebaran segala bentuk CPU, monitor, dan teman-temannya. Maklum, adik saya menerima servis komputer jadi ya berantakan (alibi yg cerdas wkkwkwkw)

Ruangan ini hanya dilengkapi sebuah sofa panjang dan 2 kursi. Loh...ko ga ada mejanya?? Mejanya ada tapi dikeluarin kalo ada tamu. Soalnya riweuh. Hehehe

Ada sebuah jendela dilengkapi gorden lucu. Sebenarnya bukan gordennya yang lucu. Tapi keponakan saya yang sering naik ke sofa kemudian memanjat tralis untuk menekan saklar lampu. Hadeuuhh... Dasar bocah.

Di ruangan ini kadang saya berleha-leha dan menenangkan pikiran yang butek. Rasanya nyaman. Yah inilah potret ruang tamu saya.

#MenulisSetiapHari


Si Dia (Lagi) 2

Sesekali saya menghirup teh panas di sudut meja kerja. Hangat terasa menjalari tubuh. Teh ini mampu membuat rasa nyaman di tengah guyuran hujan di luar sana. Ruangan ini masih terasa dingin meskipun AC dimatikan. Sepertinya hujan cukup deras.

Saya menatap layar monitor dan berkas yang menumpuk di meja. Kemudian menghirup udara dalam-dalam. Tak lupa menghirup teh yang mulai menghangat.

Entah mengapa sedari tadi saya sulit berkonsentrasi. Bahkan semalam saya tidak dapat memejamkan mata sedetikpun. Bayang-bayang ini selalu menghantui dimanapun saya berada.

"Doooooorrrrrrr"
"Innalillahi..... Eh Dek, ngagetin aja", sahut saya saat melihat siapa yang berdiri di belakang saya.
"Si Abang bengong aja. Mikirin Adek ya Bang?", tanya dia sambil mengangkat kedua alisnya
"Ah, kamu ada-ada aja Dek. Hehehe", jawab saya
"Abang mikirin apa sih? Ceritalah sama aku Bang", pintanya
"Cerita apa. Abang ga mikirin apa-apa ko", elak saya
"Eh bang bang, tau gak? Si dia ga masuk loh", jelasnya
"Eh yang bener Dek. Tau darimana kamu?", tanya saya antusias
"Ah si Abang, digoda dikit langsung semangat. Hahaha....", tawanya menggema seisi ruangan ini
"Hey, ketawamu keras kali. Mentang-mentang orang Medan suaranya keras-keras", kata saya ketus
"Maklum bang, Aku lagi bahagia", katanya
"Eh iya Bang, katanya Dia udah tunangan loh", jelasnya dengan nada serius
"Jangan bohong kau Dek", kata saya
"Benar Bang", jawabnya sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah

Deg.....
Dia sudah tunangan????

#MenulisSetiapHari

Jumat, 11 Maret 2016

Karunia

Hampir seminggu ini saya tidak menulis. Bukan karena malas, bukan pula karena terlalu sibuk, tapi karena saya sakit. Hal ini bermula pada sabtu sore menjelang pulang sekolah. Hari itu sekolah pulang jam setengah 5 sore, sayangnya jam 4 sore bumi diguyur hujan deras sampai terlihat kabut tipis. Maklum, sekolah ini berada di atas gunung dan cukup jauh dari pusat kota.

Jam 5 sore hujan reda. Saya pulang ke rumah dengan mendaki gunung melewati lembah (ninja hatori. Wkwkwk). Sampai rumah, kepala terasa berat, pusing, lemah, letih, lesu, letoy (apaan ya letoy. Hehe). Saya memutuskan mengistirahatkan tubuh.

Esok harinya saya sudah sedikit enakan. Panas turun tapi masih pusing. Dan pusing ini berlanjut sampai hari selasa. Dan di hari selasa, sakit ini diperparah dengan batuk yang menyesakkan tenggorokan.

Nikmatnya rasa sakit. Semoga dengan sakit ini dapat menghapus dosa saya yang lalu. Dan saya mampu membayar hutang ODOP.

SEMANGAT!!!!

#MenulisSetiapHari

Rabu, 02 Maret 2016

Si Dia (lagi)

Gemericik air terdengar di luar sana. Hawa dingin menembus kulit masih sangat terasa. Saya menggenggam gelas berisi teh panas yang masih mengepulkan asap tebal. Hmm... Nikmatnya malam ini.

Sesekali saya menghirup teh panas ini. Terasa hangat menjalar di sekujur tubuh menimbulkan rasa nyaman yang tiada tara. Entah mengapa kepulan asap di depan mata berubah menjadi sesosok gadis nan ayu. Seorang gadis yang belum lama ini saya kenal, namun terasa begitu melekat dalam ingatan. Rasanya ingin sekali saya delete data tentang gadis itu dari memori otak.

Plak!!!

"Oiii sob. Pedes bener tabokannya", kata saya sambil menengok ke arah datangnya tangan itu.
"Hahaha... Lagian lu bengong aje. Mikirin sapa sih?", kata teman saya bernama arif, yang tadi menampar dengan semena-mena.
"Hmm... Kagak mikirin apa-apa ko", jawab saya.
"Jangan bilang lu mikirin cewek itu", selidik arif.
"Enak aje. Kayak kagak ada kerjaan laen", jawab saya mengelak.
"Halah... Lu kagak bisa bohong sama gua. Sini duduk di luar", ajak arif.

Akhirnya saya mengikuti arif duduk di teras kosan ini. Tak lupa saya membawa teh yang masih setengah. Langit mulai terlihat cerah. Tak terlihat awan kelam disana. Arif membakar sebatang rokok, menghirup dan menghembuskan asap putih.

"Rokok bro", arif menyodorkan rokoknya pada saya.
"Elah... Sejak kapan saya ngerokok sob?", jawab saya.
"Ya sapa tau lu pengen nyoba", jawab arif dengan nyengir kuda andalannya.
"Lu kalo suka ama dia, pacarin aja. Ntar keburu diembat orang", kata-kata arif mulai terdengar serius.
"Kagak mau pacaran sob", jawab saya lemas.
"Eh iya sory. Lu pernah patah hati ye. Yaudah lamar aje", arif memberikan saran.
"Duh, berat sob. Liat ga bintang disana? Saya dengan dia itu ibarat saya di kosan ini dengan bintang di angkasa. Jauuuuuhh beud sob. Dia terlalu sempurna", jawab saya mula melow.
"Jah elah lu bro. Maju aja kali. Jangan liat hal lain. Yang penting agamanya bagus dan lu suka, maju aja. Masalah diterima apa kagak ya urusan belakangan", jelas arif panjang lebar.
"Tumben omongannye bener. Hehe", ledek saya yang sangat tajam melebihi pisau dapur wkwkw
"Lu kagak tau aje, gua kan pernah pesantren. Ya meskipun keseringan bolos sih", kembali nyengir kuda itu terlihat namun lebih menjijikan.

Saya menghirup aroma teh yang ada di genggaman. Benar-benar menenangkan. Hmm... Lamar saja? Entahlah. Lebih baik saya menghabiskan teh dan segera menghampiri kasur tercinta.

Terima kasih

#SetiapHariMenulis

Selasa, 01 Maret 2016

Dingin Malam

Hari ini rasanya belum ada ide yang terlintas di otak saya. Entahlah, apakah mungkin karena padatnya kegiatan atau alat pancing ini belum mendapat ikan segar. Hehe....

Gelap malam dipadu hujan deras melengkapi malam ini. Namun masih kurang lengkap rasanya tanpa mati listrik. Lebih gelap itu lebih greget. Wkwkwk

Tak terasa sudah memasuki awal bulan maret. Waktu terus bergulir, masa terus berjalan, namun sisa umur semakin berkurang. Berbahagialah bagi mereka yang mengoptimalkan waktu yang ada. Karena setiap detik sangat berharga tak ternilai harganya.

Brrrrr... Cuaca malam ini membuat tubuh saya menggigil. Tarik selimut sampai leher (eh saya kan ga punya selimut ya wkwkwk). Namun dingin ini memberikan rasa nyaman dan mengajak mata ini untuk segera terpejam.

Ah... Entahlah tulisan macam apa ini. Hanya ini yang mampu saya tuliskan.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari