Menulislah

Kamis, 08 Desember 2016

Makan-makan

"Pak, Bu. Hari ini Bu K**** ultah loh. Trus mau ngajak makan-makan", kata Pak B***

"Wih... boleh tuh Bu. Ayolah berangkat pas pulang sekolah", sahut seorang guru

"Ayo-ayo", guru yang lain terlihat bersemangat

Sepertinya memang manusiawi ya. Kalau ada yang traktiran pasti semangat (termasuk saya. Wkwkwk)

Berangkatlah kami menuju sebuah lokasi bernama Waras Farm. Setelah memilih tempat lesehan, kami pun memesan menu andalan. Ya, tak lain adalah Sego Pecel. Tempat ini memang cukup spesial, berada di pegunungan wilayah Cilegon dengan view yang bagus (dan ternyata lokasinya bagus untuk selfie loh. Hehehe). Bahkan saya pernah menjumpai proses video clip sebuah band di lokasi tersebut.

Waras Farm merupakan tempat agrowisata yang menyiapkan saung-saung untuk santap siang yang dikelilingi oleh tanaman-tanaman hijau dengan buah yang menggiurkan. Jika ingin membeli bibit pohon, disini bisa. Atau beli buahnya saja juga bisa.

Selepas mengobrol dan bercanda ria (dan membully kami-kami yang masih single. Wkwkwk), kami beranjak pulang. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:45.

Saya bergegas pergi menuju kampus tercinta.

Entah mengapa tulisan saya kali ini berantakan (Mungkin efek kekenyangan. Wkwkwk). Kita bertemu lagi esok hari.

Cayoooo....

Selasa, 06 Desember 2016

Alkisah

109,0 FM Kang Sae Radio
Menginspirasi Diri dan Sesama
(Mantap toh. Hehehehe)

Masih bersama Saya dalam acara kisah-kisah inspiratif. Kali ini, Saya akan menceritakan sebuah kisah yang semoga dapat Anda petik hikmahnya.

**********
"Hmm.... Bagus warna merah atau putih ya? Setahuku si ayang sukanya warna putih", gumam sesosok pria yang sering dipanggil Gilang.

"Bagaimana Pak? Sudah menentukan pilihan?", sapa seorang pramuniaga padanya.

"Sebentar mba, Saya masih bingung", jawabnya.

"Kira-kira menurut mba bagusan putih atau merah?", tanya Gilang pada pramuniaga tersebut.

"Menurut Saya lebih bagus warna merah. Manis", jawab sang pramuniaga.

"Oh... makasih mba", jawab Gilang sambil tersenyum lebar ke arah pramuniaga.

"Ada apa ya Pak? Ko melihat saya begitu?", tanya pramuniaga sambil sedikit menjauh melihat kelakuan calon pembelinya.

"Makasih udah bilang Saya manis", kata gilang sambil tersenyum lebar sekali.

"Eh... Hehehe", sang pramuniaga menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Ini orang kayaknya agak stres deh", gumam pramuniaga sambil melihat pelanggannya dari ujung kepala sampai kaki.

"Yasudah saya pilih warna putih mba. Sekalian dibungkus ya", kata Gilang dengan jelas dan mata berkaca-kaca

"Baik mas", jawab pramuniaga dengan mantap namun heran
"Trus tadi ngapain minta pendapat saya. Huuuhh....", gerutunya

Gilang pulang dengan hati riang gembira. Iya menuju sebuah rumah sederhana yang kini ia tinggali bersama istri tercinta.

"Dek..", panggil Gilang

"Ya Aa", sahut sang istri seraya menghampiri Gilang yang sudah duduk di sofa kesayangan.

"Selamat ulang tahun pernikahan ya sayang", kata Gilang dengan wajah berseri-seri seraya menyerahkan kado yang sudah dipersiapkannya.

"Oh... eh, i..iya Aa. Makasih ya. Hmm...", jawab sang istri yang terlihat berpikir dalam-dalam

"Kenapa Dek?", tanya Gilang yang melihat gelagat aneh istrinya

"Sebentar deh A, ini maksudnya apa ya? Ulang tahun?", sang istri membolak-balik kado keheranan

"Iya. Hari ini kan hari ulang tahun pernikahan kita", jawab Gilang

"Kan bulan depan Aa", kata sang istri geram

"Eh...iya ya. Hehehe", kata Gilang sambil menggaruk kepalanya

"Yaudah deh A gapapa. Makasih ya kadonya. Aku buka nih", sang istri mulai membuka bungkus kado tersebut

"Aaaaaaaaaa.......", sang istri berteriak

"Gimana Dek, bagus kan?", tanga Gilang dengan lembut

"Kenapa Aa beli boneka tikus???? Aku kan geli iiiihhhh", tanga istri geram

"Loh...kamu kan suka sama tikus putih dek", Gilang berkata keheranan

"Aku itu suka sama hamster Aa", jawab sang istri lirih

"Emang beda ya?", tanya gilang polos

"Ya jelas beda atuh Aa", jawab sang istri sambil menepuk jidat
**********

Begitulah kisah inspiratif hari ini. Semoga sahabat dapat mengambil hikmahnya. Jika tidak ada, ya anggap aja ada ya. Jika seru, alhamdulillah. Jika tidak, ya anggap aja seru (ini apaan sih ya. Wkwkwk)

Kita bertemu lagi esok hari...

Cayooo....

Senin, 05 Desember 2016

Hari Pertama

Saya menjalankan motor dengan perlahan. Bukan karena santai. Bukan pula karena saya tak dikejar waktu. Justru saat ini saya sedang berpacu dengan waktu. Namun karena jalan masih menyisakan rintikan air langit sejak semalam, terpaksa motor ini diperlambat.

Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan UAS di sekolah tempat saya bertemu dengan anak-anak yang selama setahun ini mengiringi langkah saya. Dan saya datang terlambat. Hahaha (bangga banget ya)

Tugas saya hanya menyiapkan lembar soal yang akan dibawa ke ruangan. Simpel memang, tapi kalau tidak dikerjakan tentu tidak akan selesai, bukan?

Hmm.... nulis apa lagi ya? Rasanya banyak yang ingin ditulis, tapi entah apa. Sepertinya saya mulai lelah. Hehe...

Intinya adalah hari ini kota tercinta masih diselimuti awan gelap dan angin sepoi-sepoi yang mampu menumbangkan motor (emang bisa ya???)

Oke, itu saja untuk hari ini. Kita bertemu kembali esok hari.

Masih di 109,0 FM Kang Sae Radio
(Abaikan, mulai gaje. Wkwkwk)

Minggu, 04 Desember 2016

Bedah Buku bersama Kang Abay

Hujan masih mengguyur semenjak semalam. Udara kota yang biasanya panas kini menjadi sejuk. Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Saya bersiap dan memanaskan motor kesayangan.

Wussss meluncur ditemani rintik hujan. Tak berapa lama saya sampai di tujuan. Dan ternyata acaranya sudah mulai.

Ya, hari ini saya mengikuti acara bedah buku "Singlelillah" bersama Kang Abay, seorang motivasinger. Kegiatan diawali dengan motivasi oleh tim motivasi, dilanjut dengan acara inti.

Kali ini Kang Abay membahas tentang Cita dan Cinta.

Cita-cita... "Apakah kamu memiliki cita-cita?"

Itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan beliau. Untuk mengetahui cita-cita, pertama kita harus mengenali apa potensi yang ada pada diri kita. Langkah-langkahnya pertama adalah tanya hati. Dekatkan diri kepada Allah yang telah menciptakan hati

Kedua adalah bertanya pada masa lalu. Lihat apa saja yang sudah kita lakukan di masa lalu. Mungkin itu adalah potensi yang Allah berikan pada kita.

Yang terakhir adalah melakukan tes kepribadian. Ini untuk memperkuat kesimpulan kita.

Kemudian bagaimana agar potensi itu dapat dijadikan sebuah profesi?
Kita perlu membaca buku, mengikuti komunitas, dan berlatih.

Bahasan kedua yaitu CINTA.

Ah... ini yang menjadikan diri saya baper positif. Bagaimana tidak, penyampaiannya benar-benar menyentuh hati. Hehe

Ada 3 hal dalam menjemput jodoh. Pertama adalah memantaskan. Ya, memantaskan diri menuju lebih baik, bisa berupa mental, finansial, emosional, spiritual dan sebagainya.

Kedua yaitu mengikhlaskan. Apa yang harus diikhlaskan? Ya mengikhlaskan si dia, melepaskannya. Jika dalam posisi berpacaran, sebaiknya dilepaskan. Kalau memang berjodoh, pasti akan dipertemukan kembali pada waktu dan kondisi yang tepat.

Ketiga yaitu mendapatkan. Bisa jadi mendapatkan seseorang dari masa lalu, atau mendapatkan yang lain yang tentunya lebih baik bagi diri kita.

Kisah cinta Kang Abay sungguh menginspirasi. Beliau mencintai si dia dan melepaskannya. Hingga bertemu kembali kemudian menikahinya.

Terima kasih atas ilmunya Kang Abay. Semoga ilmu ini dapat kami aplikasikan