Menulislah

Minggu, 04 Desember 2016

Bedah Buku bersama Kang Abay

Hujan masih mengguyur semenjak semalam. Udara kota yang biasanya panas kini menjadi sejuk. Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Saya bersiap dan memanaskan motor kesayangan.

Wussss meluncur ditemani rintik hujan. Tak berapa lama saya sampai di tujuan. Dan ternyata acaranya sudah mulai.

Ya, hari ini saya mengikuti acara bedah buku "Singlelillah" bersama Kang Abay, seorang motivasinger. Kegiatan diawali dengan motivasi oleh tim motivasi, dilanjut dengan acara inti.

Kali ini Kang Abay membahas tentang Cita dan Cinta.

Cita-cita... "Apakah kamu memiliki cita-cita?"

Itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan beliau. Untuk mengetahui cita-cita, pertama kita harus mengenali apa potensi yang ada pada diri kita. Langkah-langkahnya pertama adalah tanya hati. Dekatkan diri kepada Allah yang telah menciptakan hati

Kedua adalah bertanya pada masa lalu. Lihat apa saja yang sudah kita lakukan di masa lalu. Mungkin itu adalah potensi yang Allah berikan pada kita.

Yang terakhir adalah melakukan tes kepribadian. Ini untuk memperkuat kesimpulan kita.

Kemudian bagaimana agar potensi itu dapat dijadikan sebuah profesi?
Kita perlu membaca buku, mengikuti komunitas, dan berlatih.

Bahasan kedua yaitu CINTA.

Ah... ini yang menjadikan diri saya baper positif. Bagaimana tidak, penyampaiannya benar-benar menyentuh hati. Hehe

Ada 3 hal dalam menjemput jodoh. Pertama adalah memantaskan. Ya, memantaskan diri menuju lebih baik, bisa berupa mental, finansial, emosional, spiritual dan sebagainya.

Kedua yaitu mengikhlaskan. Apa yang harus diikhlaskan? Ya mengikhlaskan si dia, melepaskannya. Jika dalam posisi berpacaran, sebaiknya dilepaskan. Kalau memang berjodoh, pasti akan dipertemukan kembali pada waktu dan kondisi yang tepat.

Ketiga yaitu mendapatkan. Bisa jadi mendapatkan seseorang dari masa lalu, atau mendapatkan yang lain yang tentunya lebih baik bagi diri kita.

Kisah cinta Kang Abay sungguh menginspirasi. Beliau mencintai si dia dan melepaskannya. Hingga bertemu kembali kemudian menikahinya.

Terima kasih atas ilmunya Kang Abay. Semoga ilmu ini dapat kami aplikasikan

9 komentar:

  1. Asyiiik
    Betul sekali tuh. Setuju dengan Kang abay

    BalasHapus
  2. Ahh coba kalo ketemu langsung, ikutan baper dah, hhii

    BalasHapus
  3. Ga setuju sama saya nih mba wid -_- hehehe....
    Jiah....masa baper sih mba cian wkwkwk

    BalasHapus
  4. Wuih...uakehhh juha pesertanya, kang Sae yg mana? :D

    BalasHapus
  5. Ada sekitar 400 peserta mba. Saya terselip diantara puing-puing debu (mulai gaje) wkwkwk

    BalasHapus
  6. Makasih udah bagi-bagi ilmunya, kang Sae.

    BalasHapus
  7. Cie kang sae.. makasih ilmunya ya..

    BalasHapus
  8. Sama2 mba Na

    ini cie knapa ya?? -_-

    Saya terselip-selip mba. hehehe... Padahal saya pulang duluan

    BalasHapus