Menulislah

Selasa, 10 Januari 2017

Sang Legenda

"Nomor satu..."
"Loh...loh... Pak, ko langsung nomor satu sih. Baru juga masuk Pak"
Itu hal yang paling saya ingat tentang beliau. Dan respon saya beserta kawan-kawan adalah protes. Bagaimana tidak. Baru saja beliau masuk kelas dan duduk, langsung memberikan soal dengan kode "nomor satu".
Beliau adalah guru matematika saya  di smk semenjak kelas 1 sampai 3. Perawakannya tinggi, besar namun tidak gemuk, dengan rambut yang memutih. Ciri khasnya adalah berbicara pelan sambil tertawa saat kami mengeluh akan sifatnya yang warbyasah.... -_-
Mengapa beliau menjadi legenda? Karena cara mengajarnya yg tidak biasa.
Kalian tahu? Mengapa saya bilang tidak biasa?
Pada saat belajar, beliau menerangkan dengan sangat cepat. Saya dan kawan-kawan yang berotak genius tidak dapat memahaminya.
Kami pun berinisatif melapor ke kepala jurusan agar cara mengajar beliau diubah lebih lambat, sehingga kami dapat paham.
Namun kaliah tahu apa jawaban beliau??
" Mereka itu lama banget pahamnya. Yaudah sekalian aja saya cepetin supaya ga paham sekalian"
Warbyasah sekali bukan -_-


Ini dia penampakannya.

Eh... sebentar-sebentar. Kayaknya ga sama dengan gambaran yang tadi deh. Tadi kan katanya rambutnya putih. 

Ya iyalaaaaaahhhh...... Itu kan penampakan saya. Masa iya sih rambut saya putih juga. Saya ga setua itu juga kalee -_-

Kenapa saya memajang foto ini???
Entahlah... Berdasarkan request pembuat tantangan, harus pasang foto pribadi. Mudah-mudahan ga ada yang merasa melting ya setelah liat foto saya (PD gilee. wkwkwk)


Kembali ke topik. Meskipun beliau menyebalkan, tapi saya menyenanginya. Karena beliau low profile, mudah bergaul dengan siswanya. Dan inilah yang saya terapkan sekarang saat saya berkecimpung di dunia pendidikan. Bagaimana saya bisa menjadi pendidik yang dekat dengan siswa, mengerti dunia mereka, dan dapat menanamkan nilai-nilai positif.

Karena guru bukanlah sekedar mengajar, tapi juga mendidik. Mengajar tidaklah sulit asalkan mengetahui ilmu yang akan diajarkan. Namun mendidik tidak seperti mengajar. Mendidik merupakan menanamkan, bukan sekedar tahu, tapi juga dilaksanakan dalam kehidupan.

SALAM SANG LEGENDA

3 komentar: