Hmm.... Ada sebuah tantangan mengenai sebuah profesi mulia. Bagaimana tidak, ia rela mengantarkan orang yang belum dikenal kemanapun diminta. Yap, Anda betul. Dialah mamang OJEK.
Ada sebuah insiden yang terus berputar di memori otak dan tak akan pernah hilang. Sebuah insiden berdarah saat hari raya.
Saya lupa kapan tepat tahunnya. Yang pasti saat itu saat duduk di kelas 6 sd atau awal masuk smp. Ketika tiba hari raya idhul adha, sang adik merengek ingin jalan-jalan. Entahlah, jarang sekali adik saya merengek seperti ini.
Akhirnya ibu mengabulkan permintaannya dan mengajak saya untuk ikut. Kami menuju tempat rekreasi yang cukup terkenal di wilayah tempat tinggal kami. Kurang lebih 30 menit kita disini, tanpa suara (kenapa jadi nyanyi ya. Wkwkwk). Maaf maksud saya 30 menit perjalanan sampai lokasi.
Setelah sampai, kami langsung menuju arena bermain. Ada cukup banyak permainan disini, seperti kincir angin, kuda-kudaan, dan permainan fenomenal yang tak lain adalah bebek-bebekan.
Anda tahu bebek-bebekan?
Belum tahu??
Kasiaaaannnn deh lo
(Sori-sori. Wkwkwk)
Jadi bebek-bebekan adalah permainan air berupa perahu kecil dengan bentuk bebek dan berjalannya dengan cara dikayuh layaknya sepeda. Biaa dibayangkan? Kalau tidak, yasudahlah
Nah, kembali ke cerita. Ternyata selama bermain ibu saya terlihat sedikit murung. Mengapa???
"Perasaan emak ga enak. Pulang aja yuk", begitu katanya
Akhirnya kami memutuskan pulang. Dan terjadi sesuatu yang agak aneh.
Saya jelaskan dulu. Untuk menuju lokasi rekreasi kami harus menaiki ojek dan disambung dengan angkot. Lokasi rekreasi cukup luas. Saat kami menuruni angkot, harus dilanjut dengan berjalan kaki selama 5 menit dari gerbang sampai arena bermain.
Jadi saat kami jalan menuju gerbang terjadi hal yang cukup aneh. Di tengah jalan ada sebuah benda seperti buah kelapa. Mungkin adik saya iseng, maka ditendanglah benda itu. Namun ternyata benda tersebut tak bergerak sedikitpun malah adik saya meringis kesakitan. Nah, tiba-tiba
" Ngapain batu ditendang?", kata ibu saya
Loh.... Itu batu??? Bukan kelapa????
Saya sempat berpikir sejenak.
Kami melanjutkan perjalanan ke gerbang dan langsung menaiki angkot. Setelah turun di angkot, kami lanjut naik ojek. Dan kejadian berdarahpun terjadi.
Saat melewati tikungan menuju rumah, tiba-tiba motor oleng dan langsung terjatuh. Masih teringat dengan jelas bagaimana saya bergaya layaknya superman karena saya jatuh dengan posisi tengkurap dan ditahan oleh ibu.
Namun naas, adik saya yang duduk di depan langsung terjun bebas dan pipinya mencium aspal. Sehingga terciptalah bulatan indah berwarna merah tepat di bawah mata sebelah kiri.
Sekian dulu curhatan saya. Berat rasanya untuk melanjutkan. Terimakasih
Puk... Puk... Kelebihan muatan itu kang sae
BalasHapusApanya yg kelebihan muatan -_-
BalasHapusMotornya kepeleset pas belok mba. Katanya sih ban motor agak kempes. Tapi bilangnya setelah jatoh -_-
Hahaha lucu
BalasHapus