Menulislah

Kamis, 13 April 2017

Curug Ciwarijan

Air berderu kencang
Angin membawa serpihan air ke udara
Seketika kacamata basah

Saya berdiri di samping air terjun mungil dengan deru yang luar biasa
Tak kuasa rasanya kaki ini mendekatinya
Saya hanya mampu berdiri diantara bebatuan yang kokoh
Tak goyah oleh terpaan air
Tenang dan teguh

Layaknya perasaanku padamu
(Eh...)

Memang sepadan rasanya perjalanan jauh yang saya lalui menuju persembunyian curug ciwarijan
Tak jauh dari rumah penduduk
Namun terlihat sepi akan pengunjung

Terlihat beberapa teman bermandi riang dibawah sana.

"Kang, ga mandi tah?", tanya seorang teman

Entahlah,
Saya merasa sangat tenang hanya dengan mendengar deru air yang berebut turun dari celah bebatuan diatas sana

Bahagian sekali perasaan saya

Karena bahagia itu sederhana

2 komentar: