Hosh.... Hosh.... Hosh....
"Istirahat bentar ya"
Saya meminum beberapa butir air di botol ukuran sedang ini
Bulir-bulir air membasahi sekujur wajah
Nafas terengah-engah layaknya berlari puluhan kilometer
Padahal hanya beberapa meter
"Maklum aja ya. Saya emang jarang olahraga, jadi ya begini"
"Padahal baru jalan sedikit ya pa"
"Yaudah kita jalan lagi. Tapi pelan-pelan aja ya"
"Perasaan dari tadi juga pelan pa"
"Bener juga sih", ucap dalam hati
Kembali kami menyusuri jalan setapak nan miring. Sesekali kaki saya terpeleset karena medan yang sedikit licin
"Tuh pa. Di depan udah nyampe"
Saya hanya bergeleng-geleng ria
"Yang ditungguin malah nyampe duluan"
Ya, tadi saya dan 2 siswa menunggu teman yang katanya menyusul. Namun ternyata mereka malah sampai duluan.
Saya berdiri sejenak dan menatap sumur-sumur itu.
Tempat ini diberi mana sumur pitu yang berarti sumur tujuh.
Namun sepanjang penglihatan saya, jumlahnya tak sampai 7 sumur.
Konon katanya yang dapat melihat ketujuh sumur itu haruslah orang suci.
Entah benar ataupun salah, yang pasti begitulah kisahnya.
Ini adalah kali ke-3 saya mendatangi sumur yang berada di gunung ini. Tidak luas memang, hanya beberapa meter lahan datar yang di tepinya ada beberapa sumur.
Jika naik lagi sejauh 50 meter, Anda akan menemui sebuah makam yang menurut warga sekitar sering dipakai sebagai tempat mencari 'ilmu'.
Tak lama saya disana. Sayup-sayup adzan dzuhur berkumandang, kami beranjak turun gunung dan menyantap makan siang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar