Menulislah

Jumat, 14 Juli 2017

Memasuki Jenjang Baru

Tak terasa kita sudah memasuki awal ajaran baru. Libur panjang akan segera usai. Saatnya menyingsingkan lengan baju, dongakkan kepala, pancarkan senyuman manis. Karena ini saatnya memulai episode baru kehidupan.

Kawan-kawan yang sudah memiliki buah hati pasti merasakan betapa repotnya menghadapi masa peralihan ini. Anak yang rewel minta beli baju baru, sepatu baru, tas baru, mamah baru. Eh.... Maaf jari saya kepeleset.

Tenang, bagi Anda yang mengalami sejuta kerepotan itu saya juga mengalaminya. Tapi bukan repot dengan buah hati (ya iyalah, istri aja belum punya. Mau punya anak, ckckck). Maksudnya adalah keponakan saya yang kembar. Sang ayah sibuk mengumpulkan sebongkah berlian untuk biaya sekolah. Sang ibu yang rempong mempersiapkan fisik dan mental anak (ini sekolah atau militer ya).

Begitu banyaknya kerepotan yang dihadapi tak menghalangi hal-hal lucu nan unik di sekitar kita. Contohnya adalah orang tua yang menentukan tempat duduk sang anak. Cara yang digunakan cukup membuat tangan mengelus dada, kepala menggeleng, dan berucap "ah..sudahlah". Bagaimana tidak, sang orang tua meletakkan tas anak pada meja yang diinginkan. Kemudian tas itu dipatenkan dengan solasi bahkan paku. AMAZING......

Saya hanya menggelengkan kepala membaca berita tersebut.

"Ah.... sudahlah"

Mungkin maksudnya baik, namun caranya kurang tepat.

Kawan-kawan, bukan hanya hal-hal diatas yang perlu dipersiapkan. Tapi ada satu hal lagi, yaitu menanamkan pada buah hati untuk bersikap terbuka dan percaya diri. Ini penting, karena mereka memasuki dunia baru yang belum pernah dipijak. Perlu persiapan sikap dan perilaku. Bagaimana saat bertemu orang asing yang baru ditemuinya, bagaimana cara bergaul yang baik, dan membangun percaya dari di depan banyak orang.

Hal ini mungkin terlihat sepele. Namun sebenarnya cukup penting. Karena bagaimanapun sikap dan perilaku yang baik akan menimbulkan efek positif.

Demikian

Referensi
http://m.liputan6.com/citizen6/read/3021641/rebutan-tempat-duduk-di-kelas-orangtua-siswa-paku-tas-di-meja

Sabtu, 08 Juli 2017

Niat Awal Menulis

Teman-teman sekalian, bagaimana awal mula saya menulis? Dan apa niat awal menulis??
Sedikit membuka tabir sejarah kehidupan yang saya lalui
Saat smp, saya mempunyai sebuah diary

Whatttt??????
Cowo punya diary?????
Ppfffttt....

What's wrong??
Ga ada yang salah kan?

Ya, saya punya diary
Apa isinya?
Kepo lo. Wkwkwkw
(Sory becanda)

Diary tersebut saya bagi menjadi beberapa bagian. Pertama kaligrafi. Ya, saya latihan membuat kaligrafi. Meskipun nyontek dari kalender berisi kaligrafi sih. Tapi hasilnya lumayan bagus loh (Ini serius, ga boong)

Bagian kedua berupa kumpulan lirik lagu. Sejak sd saya sering mendengar lagu nasyid. Nah di diary itu saya menulis lirik lagu nasyid. Cukup banyak lirik yang terkumpul. Dan kafang daya nyanyikan di kelas bersama teman saat jam istirahat (Ahh indahnya saat itu).

Bagian ketiga tentang catatan harian. Ya seperti biasalah menulis hal-hal seru setiap harinya. Tapi bagian ini jarang diupdate. Hehe...

Bagian terakhir tentang puisi. Dan berhasil menelurkan sebuah karya berjudul IBU.

Namun sayang beribu sayang, buku diary itu hilang entah kemana. Entah ditelan bumi atau tenggelam di lautan dalam (maaf lebay dikit). Sampai sekarang saya belum menemukan buku itu.

Nah, dari kebiasaan itu muncul ide membuat blog saat saya memasuki bangku smk. Awalnya berisi lirik lagu. Dan kemudian terbengkalai sekian lama sampai saya bertemu dengan keluarga ODOP. Akhirnya blog itu saya buka lagi alhamdulillah sampai sekarang. Meskipun nama blognya agak alay. Maklumlah ya, namanya juga masih jadi ababil alias abg labil. Hehehe...

Lalu apa niatan saya menulis. Awalnya hanya ingin berbagi banyak hal. Mungkin Anda tahu bahwa orang pendiam itu sangat jarang berbicara dan berkomentar. Menulis inilah salah satu jalan untuk mengungkapkan rasa. Inilah yang saya lakukan.

Demikian,

Rabu, 05 Juli 2017

Bermula dari Niat

Semalam keluarga ODOP membahas masalah niat. Mungkin terlihat sederhana, namun dari sinilah semuanya bermula. Setiap melakukan kegiatan, pasti memiliki niat, keinginan, tujuan tertentu. Dan hasil yang diperoleh adalah sesuai dengan yang diniatkan. Dalam hadits pun disebutkan bahwa:

"Setiap perbuatan bergantung niatnya"
(HR. Bukhari & Muslim)

Jadi yang akan Anda dapatkan adalah apa yang Anda inginkan. Contohnya ketika Anda menjadi penulis, apa niat Anda?

Apakah ingin terkenal?
Ingin mendapat ratusan like di media sosial?
Ingin mendapat uang jutaan?

Daaaaaannnn masih banyak hal lainnya.

Berbicara mengenai dunia kepenulisan. Apa sebenarnya yang menjadi tujuan atau niat Anda ketika membuat sebuah karya tulis?

Hmm.... Hanya diri Anda sendiri yang dapat menjawabnya.

Bagaimana dengan saya yang suka menulis? Apa niat saya???

Kasih tau ga ya???? Wkwkwk........

Tunggu jawabannya di tulisan selanjutnya