Tak terasa kita sudah memasuki awal ajaran baru. Libur panjang akan segera usai. Saatnya menyingsingkan lengan baju, dongakkan kepala, pancarkan senyuman manis. Karena ini saatnya memulai episode baru kehidupan.
Kawan-kawan yang sudah memiliki buah hati pasti merasakan betapa repotnya menghadapi masa peralihan ini. Anak yang rewel minta beli baju baru, sepatu baru, tas baru, mamah baru. Eh.... Maaf jari saya kepeleset.
Tenang, bagi Anda yang mengalami sejuta kerepotan itu saya juga mengalaminya. Tapi bukan repot dengan buah hati (ya iyalah, istri aja belum punya. Mau punya anak, ckckck). Maksudnya adalah keponakan saya yang kembar. Sang ayah sibuk mengumpulkan sebongkah berlian untuk biaya sekolah. Sang ibu yang rempong mempersiapkan fisik dan mental anak (ini sekolah atau militer ya).
Begitu banyaknya kerepotan yang dihadapi tak menghalangi hal-hal lucu nan unik di sekitar kita. Contohnya adalah orang tua yang menentukan tempat duduk sang anak. Cara yang digunakan cukup membuat tangan mengelus dada, kepala menggeleng, dan berucap "ah..sudahlah". Bagaimana tidak, sang orang tua meletakkan tas anak pada meja yang diinginkan. Kemudian tas itu dipatenkan dengan solasi bahkan paku. AMAZING......
Saya hanya menggelengkan kepala membaca berita tersebut.
"Ah.... sudahlah"
Mungkin maksudnya baik, namun caranya kurang tepat.
Kawan-kawan, bukan hanya hal-hal diatas yang perlu dipersiapkan. Tapi ada satu hal lagi, yaitu menanamkan pada buah hati untuk bersikap terbuka dan percaya diri. Ini penting, karena mereka memasuki dunia baru yang belum pernah dipijak. Perlu persiapan sikap dan perilaku. Bagaimana saat bertemu orang asing yang baru ditemuinya, bagaimana cara bergaul yang baik, dan membangun percaya dari di depan banyak orang.
Hal ini mungkin terlihat sepele. Namun sebenarnya cukup penting. Karena bagaimanapun sikap dan perilaku yang baik akan menimbulkan efek positif.
Demikian
Referensi
http://m.liputan6.com/citizen6/read/3021641/rebutan-tempat-duduk-di-kelas-orangtua-siswa-paku-tas-di-meja
Kawan-kawan yang sudah memiliki buah hati pasti merasakan betapa repotnya menghadapi masa peralihan ini. Anak yang rewel minta beli baju baru, sepatu baru, tas baru, mamah baru. Eh.... Maaf jari saya kepeleset.
Tenang, bagi Anda yang mengalami sejuta kerepotan itu saya juga mengalaminya. Tapi bukan repot dengan buah hati (ya iyalah, istri aja belum punya. Mau punya anak, ckckck). Maksudnya adalah keponakan saya yang kembar. Sang ayah sibuk mengumpulkan sebongkah berlian untuk biaya sekolah. Sang ibu yang rempong mempersiapkan fisik dan mental anak (ini sekolah atau militer ya).
Begitu banyaknya kerepotan yang dihadapi tak menghalangi hal-hal lucu nan unik di sekitar kita. Contohnya adalah orang tua yang menentukan tempat duduk sang anak. Cara yang digunakan cukup membuat tangan mengelus dada, kepala menggeleng, dan berucap "ah..sudahlah". Bagaimana tidak, sang orang tua meletakkan tas anak pada meja yang diinginkan. Kemudian tas itu dipatenkan dengan solasi bahkan paku. AMAZING......
Saya hanya menggelengkan kepala membaca berita tersebut.
"Ah.... sudahlah"
Mungkin maksudnya baik, namun caranya kurang tepat.
Kawan-kawan, bukan hanya hal-hal diatas yang perlu dipersiapkan. Tapi ada satu hal lagi, yaitu menanamkan pada buah hati untuk bersikap terbuka dan percaya diri. Ini penting, karena mereka memasuki dunia baru yang belum pernah dipijak. Perlu persiapan sikap dan perilaku. Bagaimana saat bertemu orang asing yang baru ditemuinya, bagaimana cara bergaul yang baik, dan membangun percaya dari di depan banyak orang.
Hal ini mungkin terlihat sepele. Namun sebenarnya cukup penting. Karena bagaimanapun sikap dan perilaku yang baik akan menimbulkan efek positif.
Demikian
Referensi
http://m.liputan6.com/citizen6/read/3021641/rebutan-tempat-duduk-di-kelas-orangtua-siswa-paku-tas-di-meja