Menulislah

Selasa, 26 September 2017

Berusaha terus

Apa visi Anda?
Apa cita-cita Anda?
Hal apa yang paling Anda ingin capai?

Setiap hal yang menjadi tujuan harus diperjuangkan. Bagaimana cara memperjuangkannya? Tentu saja dengan segala upaya yang ada. Harus belajar mati-matian, action gila-gilaan, evaluasi tanpa batas.

Dengan begitu pasti akan muncul hasil. Entah hasil itu sesuai dengan yang diharapkan ataupun melenceng jauh dari tujuan.

Lakukan evaluasi. Apa yang salah, apa yang kurang tepat, apa yang harus diperbaiki.

Jangan lupa action.
Berusaha
Bergerak
Tanpa henti

Karena pasti, akan ada hasil
Pasti, ada perubahan.

Bukan sekedar berpikir, berangan-angan. Tanpa perbuatan. Layaknya tanah yang hanya dilihat, dipikirkan, tanpa digarap. Apa yang diperoleh? Hanya rumput ilalang.

Kamis, 21 September 2017

Anda Introvert?

Saya pernah mengatakan bahwa akan sedikit menerangkan tentang introvert. Ada beberapa hal yang akan saya sharing ke kawan-kawan sekalian.

1. Lemah saat ramai, kuat saat sendiri
Seorang introvert akan merasa lemah dan tak sanggup melakukan apapun dalam keramaian. Seolah energinya "tersedot" oleh orang-orang di sekitarnya. Sehingga akan terlihat sangat pendiam. Hanya sanggup melihat, memperhatikan, dan ikut tertawa saat yang lain tertawa.

Sedangkan saat sendiri, terasa sangat powerfull dan mampu melakukan apapun yang disukai.

Masa sih???

Ya, ini sangat benar. Karena saya merasakannya.

2. Sok cool dan kaku
Sang introvert terkadang dikenal sok cool. Mengapa? Karena seolah-olah tidak mengenal siapapun. Berjalan lurus tanpa menoleh dan menyapa. Tak menyapa kalau tidak disapa. Bahkan cenderung kaku.

3. Diam di luar, cerewet di dalam
Saat sedang berkumpul dengan teman dan terlihat satu orang yang diam saja mungkin Anda berpikir dia pendiam atau pemalu. Namun sebenarnya tidaklah seperti itu. Ia hanya tak sanggup mengimbangi pembicaraan temannya dan juga energinya "tersedot" seperti pada point 1.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya seorang introvert itu cerewet?

Masa sih??
Ga mungkin,
Pendiem gitu ko,

Mungkin itu yang terpikirkan di benak Anda. Namun memang begitu adanya. Introvert hanya akan cerewet pada orang yang dianggap dekat olehnya, tidak pada swmua orang. Obrolan yang dibicarakanpun lebih banyak hal-hal penting, bukan obrolan ngalor-ngidul, meskipun terkadang mengobrolkan hal itu juga.

3 point dulu yang saya jelaskan. Saya akan lanjutkan pada tulisan-tulisan berikutnya. Hal yang perlu diingat adalah bahwa seorang introvert tidaklah sombong, sok cool, kaku, dan pendiam. Coba dekati dan lihat bagaimana ia sebenarnya.

Anda introvert?

Rabu, 20 September 2017

Belajar Bisnis

Saat ini banyak jenis bisnis atau usaha. Dari bisnis barang ataupun jasa. Dari jualan pakaian sampai pengantaran barang. Bahkan kini bisnis merambah dunia online.

Bisnis online memiliki keunggulan dalam hal kemudahan akses dan penggunaan. Tidak butuh toko ataupun kantor, tapi tetap dapat berbisnis.

Saya sedang mencoba menggeluti bisnis online. Yang sedang saya pelajari adalah fb ads.

Apa itu fb ads?

Jadi, fb bukan hanya untuk galau-galauan, cari gebetan, atau curcol-curcolan. Tapi lebih dari itu dapat dipakai untuk berjualan. Apa yang bisa dijual? Ya apa saja.

Kelebihan dari fb ads adalah kita dapat menentukan kriteria calon pembeli, misalnya dari segi umur, hobi, keterampilan, dan lain-lain. Jadi promosinya terarah dan terukur.

Kemudian kita tak perlu berteman di fb untuk melakukan promosi. Namun membutuhkan biaya untuk melakukan jangkauan promosi. Misal kita membayar uang sejumlah 20.000 maka dapat menjangkau sebanyak 100 orang yang sesuai dengan kriteria calon pembeli.

Hanya sedikit yang dapat saya review. Saya akan menjelaskan lebih detil setelah pesan-pesan berikut.

Terima kasih

Kamis, 14 September 2017

Jadi Diri Sendiri

"Din, diem aja. Ngobrol dong!"
"Sae, ngomong sih. Diem mulu."

Itulah ungkapan dari teman-teman saya terhadap kepribadian yang saya miliki.

Mungkin saat ini saya dimasukkan dalam tipe introvert, dimana saya lebih suka menyendiri, diam, dan memperhatikan. Jika diibaratkan saya itu seperti setitik warna hitam pada pakaian berwarna putih, sangat jelas terlihat.

Bagaimana tidak, diantara sekian banyak mahasiswa yang nongkrong hanya saya yang diam. Mengapa diam??

Saya bingung mau ngomong apa -_-

Serius???

Ya, ini sangat serius. Saya merasa kebingungan saat kondisi ramai, namun merasa sangat nyaman saat menyendiri.

Adakah yang sama dengan saya?

Namun dibalik hal tersebut ada beberapa kelebihan manusia tipe introvert. Saya akan jelaskan panjang lebar di tulisan selanjutnya. Yang menjadi fokus saya saat ini adalah..

Jadilah diri sendiri!
Banggalah dengan kondisi diri Anda!
Syukuri apapun yang anda rasakan!

Karena ini semua merupakan anugerah terindah yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Kondisi yang Allah berikan kepada Anda saat ini merupakan kondisi terbaik bagi diri Anda.
Syukuri apapun kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.
Karena setiap manusia diberi potensi luar biasa, namun hanya sedikit diantaranya yang sanggup mengoptimalkan potensi tersebut.

Demikian,

Senin, 11 September 2017

Belajar itu Butuh Modal

Manusia diperintahkan untuk senantiasa belajar, apapun itu. Banyak ilmu yang bertebaran di muka bumi. Untuk memahami ilmu tersebut, harus ada upaya yang besar dalam mempelajarinya. Tentu saja belajar memerlukan banyak modal. Apa saja modal yang dimaksud?

Pertama, modal niat.
Karena setiap aktifitas pasti memiliki niat atau motivasi yang menggerakkan diri. Perhatikan niat apa yang tersembunyi dalam hati saat memulai mempelajari sesuatu. Apakah benar-benar lurus ingin memahami suatu ilmu, atau ada sesuatu dibaliknya.

Kedua, modal harta.
Tidak semua ilmu dapat diperoleh secara free. Ada beberapa yang memerlukan biaya. Belilah ilmu tersebut dari ahlinya. Jangan lihat nominalnya, namun lihatlah ilmu yang diajarkan. Karena ilmu itu mahal.
Bahkan Dewa Eka Prayoga, founder Billionaire Store pernah berkata

"Jangan jadi manusia dengan mental gratisan. Jika ada biayanya, maka bayarlah. Jangan minta diskon"

Maksudnya adalah kita perlu usaha lebih untuk memperoleh ilmu. Jika harus bayar, ya bayarlah. Tapi kalau ada yang gratis, mengapa tidak.

Ketiga, modal tekun.
Dalam menapaki jalan kehidupan dan mencari ilmu perlu adanya ketekunan. Karena terkadang manusia tidak langsung paham dalam sekali belajar. Perlu adanya pengulangan, mengingat, dan memahami kembali ilmu yang dipelajari.

Demikian,

Rabu, 06 September 2017

Menyemangati Diri

Memang motivator terbesar dalam hidup adalah diri sendiri. Bukan orang tua, teman, sahabat, bahkan seorang motivator terkenal.

Orang lain hanya bisa mengarahkan, menyemangati, dan menasehati diri Anda. Namun yang membuat keputusan adalah Anda.

Saya ulangi

Yang membuat keputusan adalah ANDA!!!

ANDA yang memilih jalan
ANDA yang menentukan langkah
ANDA yang berbuat
ANDA juga yang akan menerima resikonya

Karena setiap perbuatan pasti mengandung resiko.
Anda yang harus menghadapi itu semua.

Hal ini tidaklah mudah. Namun jangan berpikir ini sulit.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah luruskan niat.

Apa yang mendorong Anda melakukan sesuatu?
Apa motivasi Anda?
Apa yang hendak Anda capai?

Karena segala sesuatu tergantung pada niat awal Anda.
Apa yang Anda terima, merupakan buah dari niat yang telah ditanam.

Segera bergerak
Segera melangkah

Insya Allah,

Senin, 04 September 2017

Mengharu biru

Tepat kemaren pagi, rasa haru, senang, sedih bercampur menjadi satu. Seperti gado-gado yg merupakan campuran dari beberapa jenis sayuran. Sulit untuk dijelaskan, namun sangat jelas terasa.

Bagaimana tidak, adik saya telah melalui prosesi wisuda dengan masa studi yang tepat, yaitu 4 tahun. Rasa senang dan haru menyelimuti ruangan di hotel Horizon. Begitu terasa dan kental hingga getarannya mampu menembus relung jiwa.

Namun, ada satu rasa yang tersembunyi dibalik haru biru disana. Sebuah rasa yang tipis, namun tajam dan mampu menyayat hingga menetes butiran-butiran air mata.

Tak ada yang salah dengan acara tersebut. Hal yang menjadi kesalahan adalah posisi saya saat ini. Terasa menyayat saat melihat adik sudah lebih dahulu mengenakan pakaian wisuda dan toga. Sedangkan saya masih berkutat dengan urusan-urusan kelulusan di kampus.

Disaat dia dapat tersenyum dan tertawa bahagia, saya disini tersenyum dengan hati yang tersayat.

Dapatkah Anda merasakan hal itu?

Ah... sudahlah.

Tak ada gunanya meratapi kondisi ini. Yang terpenting saat ini adalah adik saya dapat menggunakan ilmunya dengan baik.

Dan saya mampu menyelesaikan urusan ini dengan cepat.

Ya, segera selesai.

Selamat adik tercinta