Menulislah

Senin, 04 September 2017

Mengharu biru

Tepat kemaren pagi, rasa haru, senang, sedih bercampur menjadi satu. Seperti gado-gado yg merupakan campuran dari beberapa jenis sayuran. Sulit untuk dijelaskan, namun sangat jelas terasa.

Bagaimana tidak, adik saya telah melalui prosesi wisuda dengan masa studi yang tepat, yaitu 4 tahun. Rasa senang dan haru menyelimuti ruangan di hotel Horizon. Begitu terasa dan kental hingga getarannya mampu menembus relung jiwa.

Namun, ada satu rasa yang tersembunyi dibalik haru biru disana. Sebuah rasa yang tipis, namun tajam dan mampu menyayat hingga menetes butiran-butiran air mata.

Tak ada yang salah dengan acara tersebut. Hal yang menjadi kesalahan adalah posisi saya saat ini. Terasa menyayat saat melihat adik sudah lebih dahulu mengenakan pakaian wisuda dan toga. Sedangkan saya masih berkutat dengan urusan-urusan kelulusan di kampus.

Disaat dia dapat tersenyum dan tertawa bahagia, saya disini tersenyum dengan hati yang tersayat.

Dapatkah Anda merasakan hal itu?

Ah... sudahlah.

Tak ada gunanya meratapi kondisi ini. Yang terpenting saat ini adalah adik saya dapat menggunakan ilmunya dengan baik.

Dan saya mampu menyelesaikan urusan ini dengan cepat.

Ya, segera selesai.

Selamat adik tercinta

2 komentar: