"Bentar-bentar, ini pudin kan?", tanya seorang ibu
Saya hanya membalas dengan senyuman.
Ketika seorang introvert bertemu dengan orangtua teman saat SD dulu, apa yang dilakukan?
Tersenyum, berpikir "ini siapa ya? Kayaknya kenal" (duh, gue banget ini. Hehehe)
"Kayaknya tinggal pudin nih yang belum. Nunggu apa lagi din?", tanya beliau lagi
Kembali saya hanya mampu melontarkan senyuman tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
*********************
Beberapa hari yang lalu saya bertemu kawan dari kakak saya.
"Sekarang umur berapa kang?", tanya sang kawan
"25 kang",
"Targetnya kapan?"
"Targetnya udah kelewat kang. Hehehe...", hanya bisa tertawa. Tapi agak sesak ya (maaf ini lebay)
"Nunggu apalagi? Kan udah jelas ayatnya"
"Saya dulu nikah umur 22. Sekarang umur 30 anak udah 3. Hehehe... Setiap lahir anak, muncul ujian. Dulu lahir anak pertama kena PHK. Sekarang lahir anak ketiga, pabriknya bangkrut. Hehe..."
Saya hanya mampu menyimak tanpa berkata-kata.
*********************
Berbicara mengenai jodoh dan pernikahan, memang sebaiknya disegerakan. Tapi bukan berarti terburu-buru.
Namun hal ini tidak kemudian menjadi dalih "ah nanti aja nikahnya, gausah buru-buru". Ini kurang tepat.
Ya, menikah butuh persiapan baik mental, fisik, finansial, dan lainnya. Namun hal ini jangan dijadikan pemberat dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Persiapkan dengan matang. Jika sudah siap, maka segerakan.
Inipun nasehat bagi diri saya agar segera menggenapkan dien. Insya Allah
Saya hanya membalas dengan senyuman.
Ketika seorang introvert bertemu dengan orangtua teman saat SD dulu, apa yang dilakukan?
Tersenyum, berpikir "ini siapa ya? Kayaknya kenal" (duh, gue banget ini. Hehehe)
"Kayaknya tinggal pudin nih yang belum. Nunggu apa lagi din?", tanya beliau lagi
Kembali saya hanya mampu melontarkan senyuman tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.
*********************
Beberapa hari yang lalu saya bertemu kawan dari kakak saya.
"Sekarang umur berapa kang?", tanya sang kawan
"25 kang",
"Targetnya kapan?"
"Targetnya udah kelewat kang. Hehehe...", hanya bisa tertawa. Tapi agak sesak ya (maaf ini lebay)
"Nunggu apalagi? Kan udah jelas ayatnya"
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur : 32)
"Saya dulu nikah umur 22. Sekarang umur 30 anak udah 3. Hehehe... Setiap lahir anak, muncul ujian. Dulu lahir anak pertama kena PHK. Sekarang lahir anak ketiga, pabriknya bangkrut. Hehe..."
Saya hanya mampu menyimak tanpa berkata-kata.
*********************
Berbicara mengenai jodoh dan pernikahan, memang sebaiknya disegerakan. Tapi bukan berarti terburu-buru.
Namun hal ini tidak kemudian menjadi dalih "ah nanti aja nikahnya, gausah buru-buru". Ini kurang tepat.
Ya, menikah butuh persiapan baik mental, fisik, finansial, dan lainnya. Namun hal ini jangan dijadikan pemberat dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Persiapkan dengan matang. Jika sudah siap, maka segerakan.
Inipun nasehat bagi diri saya agar segera menggenapkan dien. Insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar