2 tahun yang lalu saya mengenal Bang Syaiha melalui media sosial Facebook. Tulisan beliau sangat menginspirasi dan membangkitkan semangat menulis yang sudah lama terkubur.
Saat beliau mengumumkan hendak membuat sebuah komunitas menulis, secara reflek saya langsung mendaftar dan masuk kedalam sebuah keluarga bernama One Day One Post (ODOP). Tahukah Anda, di keluarga baru ini saya benar-benar merasa malu. Mengapa? Yah, karena saya hanya berbekal keinginan untuk terus menulis tanpa keilmuan bagaimana menulis yang baik.
Di keluarga ini saya dikejutkan dengan fenomena luar biasa. Dalam 1 hari grup WA berisi chat ratusan sampai ribuan. Waw... Apa-apaan ini? Ramai sekali. Awalnya saya merasa mereka terlalu "lebay" sampai chat puluhan kali, tapi rasanya lambat laun saya menikmati.
"Tulis apapun di blog selama 2 minggu", begitu kata Bang Syaiha yang terngiang di benak saya.
Ada 2 tugas yang langsung terbayang di otak saya, yaitu membuat blog dan menulis tiap hari selama 2 minggu.
Tugas pertama saya rasa selesai, karena saat sekolah dulu saya pernah membuat blog meskipun sangat berdebu dan kotor. Kini tugas kedua, apa yang harus saya tulis?
" Apapun. Bisa keseharian, curhat, kesenangan, apapun yang terbersit di pikiran, maka tulislah", kata Bang Syaiha
Berpusing ria, bingung, mentok, sampai muntah-muntah(maaf ini lebay) saya berusaha memenuhi tantangan. Alhamdulillah selesai meski tertatih-tatih.
Waktu bergulir seiring tantangan yang silih berganti. Seleksi alam mulai berlaku. Satu persatu anggota keluarga meninggalkan rumah. Rasa sedih bergelora hebat, ketika kami sudah dekat namun harus terpisah oleh keadaan. Itulah yang terjadi. Tak perlu disesali, karena perjalanan harus dilanjutkan.
Kini, kami menjadi keluarga yang lebih besar dengan hadirnya keluarga Batch 5. Semakin banyak anggota keluarga, semakin ramai, berwarna, beraneka ragam.
Disini saya. Berusaha bertahan dalam keluarga dengan terpaan badai yang tak biasa. Ini harus dipertahankan. Karena semangat akan terus terbakar saat bersama keluarga.
Tetap semangat kawan.
Walaupun mereka sudah pergi, tapi jalinan silaturahmi tetap harus terjaga rapi.
BalasHapusYap, karena mereka adalah keluarga :)
HapusMakan aja istiqomah
BalasHapusMasa menulis aja nggk bisa😁
Jadi laper :)
Hapusmantap, suka quotesnya..
BalasHapusAlhamdulillah :)
HapusSemangat menulis
BalasHapusSemangat Kaka :)
HapusSemangat menulis
BalasHapus