Menulislah

Rabu, 29 Januari 2020

Perjalanan Cinta Kita

Siapa yang tak kenal cinta? Satu kata berjuta rasanya, begitu kata kebanyakan orang. Cinta adalah anugerah indah yang Allah berikan kepada manusia. Namun terkadang disalahgunakan karena salah memahaminya. Cinta diekspresikan dengan cara pacaran, bergandengan tangan, bersentuhan dengan lawan jenis. Padahal Allah melarang manusia mendekati zina. Bukan hanya perbuatan zina berupa hubungan badan, tapi juga hal-hal yang menjadi lingkaran zina. Memandang, mendengar, menyentuh seseorang yang bukan mahram.

Cinta itu dari mata turun ke hati. Maka seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan. Ketika seseorang memandang akan timbul rasa ketertarikan dan getaran-getaran halus di dalam dada. Saat turun ke dada, maka otak seketika membeku dan tak sanggup berpikir. Hati yang menguasai diri sehingga akal sehat dipinggirkan.

Aku tak merasakan hal itu. Aku hanya melihat foto calon istriku selama 5 detik, kemudian langsu dihapus. Tak pernah melihat lagi fotonya sampai tiba saat bertemu di momen ta'aruf tanpa mampu memandang. Cinta yang aku alami justru muncul seketika setelah ijab kabul dilantangkan. Rasa cinta langsung menjalar ke seluruh tubuh tanpa bisa aku hentikan. Disinilah perjalanan cinta dimulai.

Dalam buku yang Insya Allah akan terbit ini, aku ingin membagi kisah cinta yang terjadi dalam hidupku. Bagaimana aku menemukan cinta sejati setelah melalui proses pernikahan. Bukan cinta "monyet" yang kebanyakan orang katakan. Cinta yang terhembus ketika tangan bertemu, mata menatap, senyum mengembang. Sebuah proses yang takkan pernah terlupakan.

Ada juga yang bilang jodoh itu dekat, ada di sekitarmu. Mungkin tetangga, teman sekolah, teman masa kecil, atau seseorang yang pernah berada di dekatmu namun kamu tak tahu. Kamu tak saling mengenal namun berada di waktu dan tempat yang sama. Meskipun tak saling melihat, tapi Allah menjodohkan. Akupun mengalaminya. Semoga buku ini memberikan pencerahan bagaimana cinta itu hadir tanpa melalui proses pacaran. Cinta itu tumbuh mekar saat sudah bersama. Bertaburkan bahagia dan semoga berbuah pahala dari Allah. Aamiin...

2 komentar: