"Jika ingin tahu pentingnya waktu setahun, tanyakan pada anak yang tidak naik kelas.
Jika ingin tahu pentingnya waktu sebulan, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Jika ingin tahu pentingnya waktu seminggu, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Jika ingin tahu pentingnya waktu sejam, tanyakan orang yang sedang menunggu.
Jika ingin tahu pentingnya waktu semenit, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat.
Jika ingin tahu pentingnya waktu sedetik, tanyakan pada orang yang terhindar dari kecelakaan.
Jika ingin tahu pentingnya waktu semilidetik, tanyakan pada peraih medali perak olimpiade."
Begitulah tulisan bapak Johanes Arifin Wijaya pada bukunya "The Power of Bisa". Beliau menggambarkan betapa pentingnya waktu bagi manusia. Jangankan waktu yang lama, bahkan waktu yang paling singkat sekalipun sangatlah berharga.
Dalam Al-Qur'an Allah sudah menggambarkan betapa pentingnya waktu.
"Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman, beramal soleh, nasehat-menasehati dalam hal kebenaran dan nasehat-menasehati dal hal kesabaran" Qs. Al-Ashr : 1-3
Allah memberikan gambaran, bahwa manusia itu merugi karena telah menyia-nyiakan waktu. Kecuali mereka yang beriman, beramal soleh dan saling menasehati.
Aa Gym pernah menyebutkan bahwa kian hari, kian berkurang jatah hidup kita si dunia. Sebodoh-bodoh manusia adalah yang diberi modal, namun dihamburkan sia-sia. Sebodoh-bodoh manusia adalah yang diberi waktu, namun waktunya dihamburkan sia-sia.
Mari kita optimalkan waktu yang masih tersisa. Sebelum malaikat maut menjemput nyawa kita.