Malam ini saya termenung. Masih terngiang kabar dini hari tadi yang mengejutkan.
Dini hari sekitar pukul 3:30 hp saya berdering. Ada notifikasi masuk dari grup WhatsApp. "Hmm...rame jga nih pagi-pagi, tumben", pikir saya. Ketika dibuka, benar-benar membuat terkejut.
"sob, beneran si Indra meninggal?", posting awal teman kuliah sya. Sontak membuat sya kaget bukan main.
"bener sob, dia kecelakaan pas selesai mukar(musyawarah kaderisasi) trus di rawat di RS", sahut teman saya yang lain.
" jatoh dmana sob?",
"deket perumahan x bray",
Percakapan trus berlanjut sampai tadi sore.
Benar-benar tidak terduga. Almarhum adalah junior saya dan 2 tingkat di bawah saya. Secara usia dia di bawah saya. Dan sekarang ini menjelang UAS.
Hmm... Ternyata memang benar rezeki, jodoh, dan maut adalah rahasia Allah.
Kapan, dimana, dalam kondisi apa, di usia berapa, dll tidak ada yang tahu dan memperdiksi.
Ini menjadi renungan bagi diri saya pribadi dan semoga menjadi pengingat bagi sahabat pembaca, bahwa kita patut bersyukur karena sampai hari ini masih diberikan kesempatan untuk menghirup oksigen yang Allah berikan secara gratis, kita masih mampu melihat dunia yang penuh dengan warna, kita masih mampu menggerakan kaki dan tangan sehingga mampu berjalan dan beraktivitas seperti biasanya, serta begitu banyak nikmat Allah yang tidak terhitung.
Mari persiapkan diri sebelum malaikat maut menjemput. Karena malaikat maut menjemput dengan tiba-tiba tanpa melihat apakah kita siap atau tidak.
Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah...
Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah wahai saudaraku. Insya Allah kami akan mendo'akanmu yang terbaik dan suatu saat kami akan menyusulmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar