Hati...
Ia adalah seonggok daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruhnya. Jika ia buruk, maka buruklah seluruhnya.
Jagalah hati.
Jaga agar ia senantiasa bening
Jaga agar ia senantiasa bersih
Jaga agar ia senantiasa suci
Jika hati kita bening, maka akan terasa dekat dengan Allah, akan terjaga oleh Allah, dan dapat melalui hari-hari dengan hal positif dan fikiran yang positif.
Alkisah ada seorang dosen yang dikenal sangat disiplin dan tegas. Suatu hari ia mengajar di suatu kelas. Seperti biasa ia berangkat ke kelas itu 15 menit sebelum waktu masuk. Saat masuk kelas ia dikejutkan dengan kondisi kelas.
Kelas yang biasanya sudah ramai dengan mahasiswa, hari itu terlihat sepi. Hanya ada seorang mahasiswa yang terlihat tidur di meja dosen dan salah satu kakinya diletakkan di atas meja. Hal ini membuat dosen marah.
Sang dosen mendekati mahasiswa itu.
"Ehemm...", terdengar suara dosen itu.
Mahasiswa hanya membuka matanya dan melirik sang dosen. Dosen makin kesal.
"Ekhem...", suara dosen makin keras.
Mahasiswa tetap tak bergeming. Ia hanya melirik sang dosen.
Dosen dibakar amarah. Akhirnya sang dosen menendang meja hingga patah salah satu kaki meja sehingga kaki mahasiswa terjatuh.
"Awww...", teriak mahasiswa.
Tiba-tiba mahasiswa lain berlarian masuk diikuti petugas ambulans.
Setelah diselidiki, ternyata mahasiswa itu baru saja tertabrak di lahan parkir kampus dan kakinya patah. Teman-temannya memanggil bantuan, sedangkan sang mahasiswa diistirahatkan di dalam kelas.
Ini adalah buah dari hati yang kotor karena prasangka negatif.
Mari senantiasa jernihkan hati kita hingga memjadi hati bening. Sehingga tenang hati kita, damai, dan dihiasi akhlak terpuji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar