Menulislah

Kamis, 06 Agustus 2015

Dilema Kotak Ajaib

Ada satu benda. Berbentuk kotak dengan ukuran bervariasi. Di dalamnya kita bisa melihat banyak hal. Bisa berupa manusia, hewan, tumbuhan, dan masih banyak lagi. Apakah itu???
Hayoo apa coba?

Yupss.. Itu adalah si kotak ajaib, yaitu TELEVISI (yang disingkat TV).

Seiring berkembangnya zaman, teknologi TV semakin maju pesat. Yang dahulu berbentuk tabung. Kini berupa LCD bahkan LED. Di dalamnya kita dapat memperoleh manfaat. Tapi tahukah Anda bahwa di dalamnya banyak hal yang dapat mengganggu perkembangan anak Anda?

Coba simak apa saja tayangan TV yang disuguhkan. Apa yang ada disana? Kebanyakan adalah film percintaan. Film yang tak layak ditonton oleh anak. Mungkin hal ini yang menimbulkan berita heboh bahwa ada anak SMP yang berpacaran dengan anak SD. Miris sekali.

Mengapa hal ini bisa terjadi??

Salah satu penyebabnya adalah dari tayangan televisi. Dimana pada satu film digambarkan anak SD yang saling suka dan berpacaran. Lain lagi di film lain yang menampilkan anak sekolah namun tidak pernah diperlihatkan saat-saat belajar. Yang ditonjolkan adalah kisah percintaannya.

Hal ini sangat berbahaya bagi perkembangan anak. Karena begitu intens menyaksikan tayangan seperti itu, sehingga tontonan dianggap sebuah tuntunan.

Masih SD udah pacaran itu dianggap biasa
Anak sekolah suka tawuran itu dianggap lumrah
Anak sekolah seneng keluyuran dianggap tren

Akan dibawa kemana negeri ini jika generasi muda bertingkah seenaknya?
Bukankah nasib negeri ini 10 tahun, 20 tahun ke depan tergantung bagaimana pemuda saat ini?

Mari bangun generasi muda dengan perilaku-perilaku positif.
Dimulai dari orang-orang terdekat.
Anak-anak, keponakan, sepupu, dan saudara Anda.
Sehingga kita mampu mencetak generasi muda yang unggul dan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

1 komentar:

  1. Yups..mari memulai sesuatu yg positif dari org2 terdekat kita...kadang sempat mikir, dunia tidak akan berakhir tanpa televisi..so, kotak ajaibnya dipasiunkan saja,lebih baik..hehe

    BalasHapus