Saat ini sedang marak-maraknya program kartu sehat.
Ya...
Kartu sehat
Atau ada juga yang menyebutkan sebagai kartu SAKTI
Dengan menggunakan kartu itu kita terbebas dari biaya pengobatan
Setiap bulannya kita diwajibkan membayar iuran sesuai golongan yang dipilih
Sedangkan bagi warga miskin, iuran ditanggung pemerintah
Begitulah kira-kira
Namun miris
Ketika mendengar berita bahwa ada anak yg mengalami penyakit bawaan dari lahir yang menghabiskan biaya ratusan juta
Namun
Kartu SAKTI tak mau menanggungnya
Contoh berita seperti yang dimuat pada metronews
"Khiren Humaira Islami, bayi yang didiagnosa menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe Ventricular Septal Defect (VSD) pada sekat bilik jantung atau jantung bocor, kini harus menanggung utang ratusan juta rupiah kepada Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.
Hal ini terjadi lantaran klaim BPJS yang diajukan oleh keluarga Khiren ditolak. Sebabnya, keluarga melewatkan satu persyaratan yaitu Surat Eligibilitas Peserta (SEP) saat pengurusan berkas jelang operasi Khiren."
Karena satu prosedur tidak dilakukan maka biaya pengobatan harus ditanggung sendiri. Terjadinya keterlambatan SEP pun karena orangtuanya tidak mengetahui ada jangka waktu untuk mengurusnya dan juga saat itu dalam kondisi panik
Entahlah
Siapa yang benar
Siapa yang salah
Yang pasti
Alangkah baiknya jika bisa saling mengerti
Antara pemerintah dengan masyarakat
Suatu program yang baik harus direncanakan dengan baik
Dan jangan lupa
Dilaksanakan dengan baik
Program ini baik
Namun bagaimana pemerintah mampu merencanakan dengan baik
Dan juga aparat-aparat yg terlibat harus melaksanakannya dengan baik
Begitu..
Terkadang prosedural saat darurat bisa menghambat juga
BalasHapus