“Bang,
martabaknya satu ya”, kataku
“Biasa apa
istimewa Om?”, kata mamang martabak
“Hmm..... bentar
bentar”, jawabku
“Istimewa enak
sih, tapi mahal. Biasa murah, tapi kurang greget”, pikirku
“Bang, ga jadi
beli deh”, Halah ko malah ga jadi. Salah salah
“Bang, yang
istimewa ya. Sambelnya banyakin”, Loh..... ini martabak apa bakso. Ulang ulang
“Bang, yang
istimewa ya”, jawabku
“Oke Om”,
jawabnya
******************************************
Berbicara
mengenai biasa dan istimewa, dua hal berbeda yang mungkin sering dijumpai di
kehidupan sehari hari. Mengapa muncul judul seperti ini? Entahlah, jari ini ingin
menulis seperti ini, ikuti saja.
Ada satu
ilustrasi yang dapat dijadikan pelajaran. Anda tahu permainan sepak bola? Anda
tahu? Tidak tahu? Yasudah, anggap saja tahu ya. Hehehe....
Dalam permainan
sepak bola kita dapat melihat 2 tim yang saling berhadapan. Masing-masing tim
terdiri dari 11 pemain. Kalau dihitung berarti dalam satu pertandingan terdapat
22 pemain di atas lapangan. Setiap pertandingan pasti akan datang suporter dari
kedua kubu yang saling bersorak sorai menyemangati tim kesayangannya.
Lalu, apa
hubungannya permainan bola dengan biasa atau istimewa????
Jadi begini
Mereka yang
istimewa adalah pemain yang berada di lapangan. Mengapa mereka istimewa? Karena
untuk dapat terpilih untuk bermain di lapangan perlu menjalani latihan, tes,
dan lain sebagainya. Ketika terpilih, maka nilai jualnya akan sangat tinggi. Banyak
pemain sepak bola yang mendapatkan gaji sampai jutaan rupiah bahkan mendapat
bonus jika berhasil mencetak gol. Mereka bermain dan mereka dibayar. Mereka lelah
dan mereka puas. Mereka mendapat pujian dan tepuk tangan dari pendukungnya.
Sedangkan mereka
yang biasa adalah penonton. Loh??? Ko bisa? Ya bisalah. Coba perhatikan. Seorang
penonton perlu perjuangan keras untuk dapat menonton pertandingan dari tim
kesayangannya. Ia harus mengeluarkan biaya untuk memasuki tempat pertandingan. Bahkan
tidak jarang untuk memasuki tempat pertandingan harus berdesak-desakkan, saling
dorong, saling sikut agar dapat lebih dahulu masuk ke stadion. Ketika pertandingan
dimulai, apa yang ia lakukan? Ia berteriak, menyemangati, tak jarang
menggunjing bahkan menghina jika pemain tidak bermain sesuai kehendaknya.
“Tinggal tendang
doang ga bisa. G*bl*g”
“Woy, oper. Maen
sendiri aje Nj*ng”
“Yang bener klo
maen T*i”
Mungkin masih
banyak lagi. Masih ada lagi. Ketika tim kesayangannya kalah, apa yang terjadi? Terjadi
kerusuhan, pengrusakan, pembunuhan, dan sebagainya. Bukan keuntungan yang
diperoleh, justru kerugian yang sangat besar.
Ketika Anda
ingin menjadi orang yang istimewa, Anda akan dihadapkan dengan ujian, cobaan,
masalah, dan berbagai kondisi yang tidak mengenakkan. Dan Anda berhasil melalui
segala hal tersebut Insya Allah kesuksesan yang akan Anda peroleh.
Jangan menjadi orang
biasa, yang kehidupannya hanya mencela orang, menggunjing orang, meremehkan
orang, bahkan menghina orang lain. Padahal dirinya sendiri tidaklah lebih baik
dibandingkan dengan orang lain.
Ingatlah, orang
biasa jauh lebih banyak dibandingkan orang yang istimewa.
Demikian.
#HariKetiga
#HariKetiga

Mau jadi biasa atau istimewa?pilihan ada ditangan kita...
BalasHapusInspiratif ....
BalasHapusBiasa dan Istimewa dari kacamata sepak bola dan seorang pembeli martabak #eh
BalasHapushehe..
Prolognya renyah. Ibarat appetizer (hidangan pembuka), menggugah selera untuk segera masuk ke main course (hidangan utama). Lalu, setelah melihat dan mencicipi hidangan utama, apa yg dirasakan? Hmmm! tak mengecewakan. Tidak kekurangan, tidak pula kekenyangan. Sangat cukup.
Terakhir, dessert (hidangan penutup). Cantik dan manis.
Ya, cantik kritikannya dan manis sarannya.
Semoga kita bisa menjadi manusia yg istimewa di hadapan Allah Sang Maha Sempurna.
Jazakillahu khairan katsirah... dan semangat!!!
Mantep Bang analogi sama pesan moralnya
BalasHapusMantep Bang analogi sama pesan moralnya
BalasHapusKeren bang sae :D
BalasHapusAlhamdulillah. Terima kasih banyak ^_^
BalasHapus