Menulislah

Minggu, 17 Januari 2016

Hujan

Hari sudah larut malam. Aku merebahkan tubuh di kasur tipis yang senantiasa rela Aku tiduri setiap hari. Mata ini belum juga terpejam. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Tubuh ini terasa lelah setelah seharian beraktifitas.

Tik...tik...tik...
Terdengar suara rintik-rintik menyentuh atap rumahku. Ah, hujan lagi malam ini. Suara rintik semakin lama semakin besar. Dingin mulai menyeruak masuk kedalam kulit. Suara gemericik air ditambah udara dingin mampu menghipnotisku masuk kedalam dunia mimpi.

Hujan. Ya, hujan
Karunia dari sang Khalik untuk makhluk-Nya. Hujan yang mengguyur bumi mampu menghidupkan tanaman yang hampir mati, menyejukkan bumi, dan mengairi sawah ladang.

Banyak manusia yang bersyukur atas datangnya hujan. Namun tak sedikit yang mencela guyuran hujan.

Aku bukanlah manusia tanpa cela. Terkadang Akupun tak suka kehadiran hujan disaat pagi hari ketika akan berangkat menuntut ilmu. Kadang Aku kesal saat hujan turun ketika berada di perjalanan.

Namun tidak dapat Aku pungkiri, hadirnya hujan di malam hari mampu menimbulkan rasa nyaman bagi jiwa.

Rain & tea

4 komentar:

  1. suka. suka banget. simple. hujan selalu mengingatkan dengan QS. Ar Ruum [30]: 48 :)

    BalasHapus
  2. Pas baca ini, di Bogor sedang hujan.. Alhamdulillah..

    BalasHapus
  3. palopo juga lagi diguyur hujan,

    sampai ad yang kebanjiran...

    tapi InsyaAlla ada hikmah dibalik stiap kejadian...

    tetap bersyukur dengan ap yg Allah beri hari ini...

    BalasHapus