Menulislah

Senin, 29 Februari 2016

Senja Terpana

Cuit...cuit...cuit...
Terdengar suara burung hias di ujung jalan sana. Banyak jenis burung yang dijajakan. Saya tersenyum melihat sorak sorai burung sore ini. Sesekali saya menghirup kopi yang mulai dingin.

Disinilah saya, di sebuah warung kopi di pinggir jalan yang senantiasa ramai pengunjung. Hampir tiap sore sepulang kerja saya menyempatkan mampir. Seperti biasa, saya memesan kopi kental tanpa gula. Jenis kopi yang jarang disukai orang, tapi saya sangat suka.

"Woy anj**g, buruan jalan"
"Macet mo**et, mata lu buta"
Tin...tin...tin...

Sore ini saya ditemani nyanyian kebun binatang yang didendangkan pengendara nan membludak. Tak lupa diiringi suara klakson yang bersahutan. Indah sekali.

Suara-suara merdu itu sudah sering saya dengar, bahkan hampir setiap hari. Flashdisk penyimpan data saya membuka lembaran-lembaran lama. Terlihat bagaimana saya seorang anak desa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota. Datang demi mengadu nasib. Terkagum-kagum melihat gedung-gedung tinggi menjulang ke langit.

Lembaran itu sudah tersimpan 5 tahun yang lalu. Banyak hal yang saya alami selama berada disini, kota metropolitan. Mulai dirampok saat turun dari bis, menjadi pengamen, pedagang asongan, ditangkap satpol pp, dan masih banyak lagi.

"Bos, ngelamun aja. Kopinya dingin tuh. Mau saya bikinin yang baru?"
"Jangan. Dah biarin aja. Layanin aja yang lain"
"Oke bos siap"

Setelah 5 tahun perjalanan akhirnya saya punya sebuah warung kopi ini. Sebuah proses panjang penuh batu yang sungguh menyakitkan.

Wahai Bapak Presiden, apakah Anda suka kopi kental tanpa gula? Sesekali cobalah. Memang rasanya pahit dan getir. Tapi tahukah Anda, pahit kopi ini mengingatkan saya betapa perjuangan ini tidaklah mudah. Bahkan pahitnya kopi ini tak lebih pahit dibandingkan kehidupan yang saya jalani.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Senja Terpana

Cuit...cuit...cuit...
Terdengar suara burung hias di ujung jalan sana. Banyak jenis burung yang dijajakan. Saya tersenyum melihat sorak sorai burung sore ini. Sesekali saya menghirup kopi yang mulai dingin.

Disinilah saya, di sebuah warung kopi di pinggir jalan yang senantiasa ramai pengunjung. Hampir tiap sore sepulang kerja saya menyempatkan mampir. Seperti biasa, saya memesan kopi kental tanpa gula. Jenis kopi yang jarang disukai orang, tapi saya sangat suka.

"Woy anj**g, buruan jalan"
"Macet mo**et, mata lu buta"
Tin...tin...tin...

Sore ini saya ditemani nyanyian kebun binatang yang didendangkan pengendara nan membludak. Tak lupa diiringi suara klakson yang bersahutan. Indah sekali.

Suara-suara merdu itu sudah sering saya dengar, bahkan hampir setiap hari. Flashdisk penyimpan data saya membuka lembaran-lembaran lama. Terlihat bagaimana saya seorang anak desa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota. Datang demi mengadu nasib. Terkagum-kagum melihat gedung-gedung tinggi menjulang ke langit.

Lembaran itu sudah tersimpan 5 tahun yang lalu. Banyak hal yang saya alami selama berada disini, kota metropolitan. Mulai dirampok saat turun dari bis, menjadi pengamen, pedagang asongan, ditangkap satpol pp, dan masih banyak lagi.

"Bos, ngelamun aja. Kopinya dingin tuh. Mau saya bikinin yang baru?"
"Jangan. Dah biarin aja. Layanin aja yang lain"
"Oke bos siap"

Setelah 5 tahun perjalanan akhirnya saya punya sebuah warung kopi ini. Sebuah proses panjang penuh batu yang sungguh menyakitkan.

Wahai Bapak Presiden, apakah Anda suka kopi kental tanpa gula? Sesekali cobalah. Memang rasanya pahit dan getir. Tapi tahukah Anda, pahit kopi ini mengingatkan saya betapa perjuangan ini tidaklah mudah. Bahkan pahitnya kopi ini tak lebih pahit dibandingkan kehidupan yang saya jalani.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Jumat, 26 Februari 2016

Bicara Tentang Jodoh

"Mas, mau nikah ga?", tanya seorang teman suatu ketika
"Pertanyaan macam apa ini?", batin saya
"Ya mau Pak", jawab saya sedikit tegas
"Yaudah sama anaknya Pak xxx aja. Bentar, saya cari dulu fotonya", jelas teman saya sambil mengotak-atik hpnya
"Nah, ini fotonya", lanjutnya sambil menyodorkan hp
"Oh...", jawab saya.

***
"Loh... ko oh doang sob?"
"Trus mesti jawab apa?"
"Emang kagak cakep?"
"Wih.... Cuuaaaaantik buanget bro"
"Lah trus???"
"Yaa ga ada terusannya"
"Gubrak"
"Hehehe....."

Ini ceritanya lagi ngobrol sama diri sendiri
***

"Ini karyawan B** juga Pak?", tanya saya
"Iya mas", jawabnya
"Nanti deh Pak, saya mau lulus dulu


*************************************

Itulah percakapan yang pernah terjadi dan beberapa kali saya jumpai. Ya, masalah menikah. Masalah yang cukup berat bagi saya. Sudah beberapa kali ada yang menyuruh saya "dengan si ini aja, dengan si itu aja". Namun hanya dapat saya jawab dengan senyuman manis. Bukannya saya tidak mau, bukannya saya tidak suka, bahkan sangat suka. Karena paras yang disuguhkan begitu menyilaukan mata dan sangat mempesona layaknya bidadari surga (kayak pernah ke surga aja wkwkwk). Tapi memang ada satu hal yang tak dapat saya lewati. Saya ingin lulus dulu. Begitupun bapak saya sangat ingin saya lulus dulu baru memikirkan pernikahan.

Ya, saya pikir memang lebih baik seperti itu. Karena memang kondisi saat ini tidak memungkinkan. Ditambah lagi saya yang masih miskin penghasilan. Meskipun saat ini saya mengajar di tempat bimbel milik teman, namun penghasilan belum mencukupi (Tapi alhamdulillah cukup membantu untuk beli pulsa dan perlengkapan kuliah). Untuk kuliah saja masih "nodong" orang tua, bagaimana mau mencukupi keluarga?? Mungkin ini alasan yang sangat mainstream bagi lelaki tampan (iya amat wkwkw) masa kini, "EKONOMI". Belum adanya penghasilan, belum ada motor, rumah, mobil, gedung, dan sebagainya.

Namun bagi saya pribadi, minimal sudah menyelesaikan kuliah dulu setelah itu baru memikirkan pernikahan. Karena kelulusan saya merupakan hal yang ditunggu-tunggu di keluarga mengingat Kakak saya yang tidak kuliah, bahkan banyak saudara sepupu dan paman yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Dan ini akan menjadi sebuah rekor. Bukan lagi "Tukang Bubur Naik Haji" melainkan "Tukang Bubur Menyekolahkan Anak Sampai Perguruan Tinggi".

Kembali berbicara mengenai jodoh. Terkadang manusia memiliki kriteria yang melambung tinggi mencapai angkasa (lebay wkwkw). Ingin calon istri yang cantik, putih, tinggi semampai, rambut panjang, mata coklat, pendidikan tinggi, orang berada, dan puluhan kriteria lainnya. Ada juga yang memberikan kriteria "yang bisa menerima Aku apa adanya". Tapi ketika dihadapkan dengan calon yang (maaf) jelek, kurus, item, gak punya apa-apa akhirnya dia bilang "ada pilihan lain???".

Menyikapi masalah jodoh yang begitu rumit, terlebih bagi mahasiswa akhir yang membutuhkan dorongan penuh (seperti saya wkwkw) maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat. Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung." (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21.)


Pilihan terbaik adalah melihat bagaimana agamanya. Ketika seorang wanita baik agamanya, maka kecantikan, kekayaan yang ia miliki adalah nilai lebih. Lalu bagaimana bagi yang belum siap? Persiapkan diri, mental, dan apapun yang perlu dipersiapkan demi menjemput pujaan hati.

**************************************************
Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati

Ku pohonkan petunjuk Ilahi
Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati

Oh Tuhanku
Berikanlah ketenangan abadi
Untukku menghadapi
Resahnya hati ini mendambakan kasih
Insan yang ku sayang

C/o:
Di hati ini
Hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini
Aku rindu padamu
Tulus sanubari
Menantikan hadirmu
Hanyalah kau gadis pilihanku

Kerana batasan adat dan syariat
Menguji kekuatan keteguhan iman
insan yang berkasih


UNIC - Hanya Tuhan Yang Tahu

**************************************************

#FebruariMembara

Kamis, 25 Februari 2016

Kerjasama dengan Singapura

Saya membaca beberapa artikel tentang teknologi hari ini. Ada sebuah berita yang menarik perhatian. Bapak Warsito Purwo Taruno, penemu helm dan rompi anti kanker telah melakukan seminarnya di Wasarwa Polandia awal bulan ini. Setelah di Wasarwa, beliau sudah ditunggu di Amerika Serikat, Australia sampai India.

Menteri Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan bahwa Warsito "meneken" kontrak dengan Singapura. Hal ini bukanlah tanpa sebab. Setelah kliniknya ditutup sementara oleh Kementrian kesehatan, beliau telah melakukan PHK terhadap 75 karyawan dan membutuhkan banyak dana untuk melanjutkan penelitiannya.

Haaaaahhhh..... Saya tidak habis pikir, mengapa begini? Seorang penemu alat canggih untuk penyakit mematikan berupa kanker nampak tersia-siakan. Apa disini tak ada dana untuk penelitian??? Entahlah, saya bukan seorang ahli politik negara. Mungkin banyak hal yang saya tidak tahu.

Namun ada satu hal yang mengganjal, terutama yang dirasakan oleh Mohamad Nasir. Setelah "teken" kontrak dengan Singapura, apakah alat anti kanker tersebut akan berlebel made in singapore? Karena memang akan diproduksi secara masal disana. Ataukah made in Indonesia? Karena negara memiliki sertifikat teknologi ECCT (Electro Capacitive Cancer Therapy) yang terdapat pada helm dan rompi anti kanker.

Semoga baik kedepannya.

Terima kasih

#FebruariMembara

Referensi :
http://m.news.viva.co.id/news/read/739589-menristek-warsito-teken-kontrak-dengan-singapura-teknologi

Rabu, 24 Februari 2016

Tulisan Kehidupan

Tulisan mampu memberikan angin segar bagi jiwa-jiwa yang gersang, kering kerontang, serta butuh siraman. Terutama tulisan berupa motivasi, semangat, tips, bahkan yang absurdpun mampu menimbulkan sakit perut (semoga ada yg tersinggung wkwkw).

Saya menyukai tulisan motivasi. Ada beberapa buku (hanya 3 buku. Miris). Buku pertama "ESQ" karya Ari Ginanjar Agustian, membahas tentang kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Di dunia ini tidak hanya membutuhkan IQ yang tinggi, tetapi perlu juga EQ untuk memahami emosional dan juga SQ untuk sandaran spiritual kepada sang pencipta.

Betapa banyak manusia yang pintar, namun menggunakannya untuk kepentingan pribadi tanpa menghiraukan orang lain dan tak sadar bahwa Illahi senantiasa memantaunya. Kalau penasaran dengan isi bukunya, silakan beli di toko terdekat (promosi buku rang lain. Belum punya buku sendiri wkwkw)

Buku kedua berjudul "The Power of Bisa" karya Arifin Wijaya. Dalam buku ini, kita disadarkan akan potensi diri manusia yang sangat dahsyat. Ketika manusia mengetahuinya bahkan mampu mengoptimalkan, maka sesuatu yang dirasa mustahil akan sangat mungkin terjadi.

Salah satu materi dalam buku tersebut mengenai pentingnya waktu, pernah saya tulis pada tulisan sebelumnya. Bahkan pernah saya presentasikan saat saya mengisi training motivasi di kampus tercinta (gini-gini saya pernah jadi trainer loh. Tapi sayang sekarang sedang off). Bahkan beliau membuat tantangan berjalan di atas bara api tanpa jimat apapun. Katanya jika kita yakin, kita pasti bisa. (sayangnya saya ga yakin. Dan buku itu dipinjam teman, sampai sekarang belum kembali)

Buku terakhir adalah "Insan Muda Emas". Buku ini karya dua orang penulis bernama Asep Wahidin Al Muffid dan Abdul Hakim El Hamidy. Saya memperoleh info buku ini dari grup facebook "Insan Muda Community" (bahkan saya beli jaketnya. Tapi bukunya belum selesai saya baca sampe sekarang. Hehe)

Buku ini terbagi 2 bagian. Bagian pertama yaitu mengenal potensi diri, bagian kedua memaksimalkan potensi di jalan yang benar sesuai tuntunan Illahi. Sungguh luar biasa.

Masih banyak buku-buku lain diluar sana. Banyak pula genre yang ditampilkan. Pilihlah sesuai dengan ketertarikan jiwa Anda, karena masing-masing buku memiliki penikmat layaknya kopi, ada yang suka kopi pahit, kopi susu, espresso, cappucino, dan sebagainya.

Terima kasih

#FebruariMembara

Teknologi Terbang

Hari minggu kemarin saya membongkar lemari buku. seingat saya, ada CD edukasi yang dapat saya tayangkan kepada siswa esok hari. Ah... ternyata masih ada. saya coba masukkan ke CD player di laptop, sayangnya CD ini sudah rusak dan hanya dapat berputar selama 12 menit. CD ini berjudul "Pesona Burung, Teknologi Tiada Tanding" karya Harun Yahya.

Saya terpukau dengan video ini. Terlihat betapa mengagumkannya ciptaan Allah yang satu ini. Ternyata teknologi pesawat terbang terinspirasi dari burung. Bagaimana cara terbang, melayang, mendarat, dan sebagainya dipelajari dari tingkah laku burung. Bagaimana burung dapat melakukan semua itu dengan sempurna? Hal ini tak lain karena desain sempurna tanpa cacat pada tubuh burung.

Salah satu burung yang mengagumkan adalah burung Albatros. Burung ini ditemukan secara luas di samudra antartika dan pasifik utara. Burung Albatros termasuk burung terbang paling besar dan memiliki panjang sayap paling besar dibandingkan burung lainnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/44/Black-browed_albatross.jpg


Karena tubuhnya yang begitu besar, burung albatros harus berlari dengan kecepatan yang semakin meninggi saat akan terbang. setelah proses ini terlewati, burung albatros dapat melayang di udara selama berjam-jam. Hal ini dikarenakan desain sayap yang luar biasa. Bagian belakang sayap sedikit kebawah sehingga aliran udara dibelokkan kebawah dan memberikan daya dorong keatas. Sedangkan bagian depan sayap mengarahkan aliran udara keatas sehingga menarik burung keatas. Desain sempurna ini memberikan inspirasi bagi teknologi pesawat penumpang. 

Burung menakjubkan selanjutnya adalah burung Kolibri. Kolibri adalah burung terkecil di dunia. Beratnya 6 gram dan panjangnya 6.35 cm. Ia sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Selatan. Ia memiliki sekitar seribu bulu yang gemerlapan sehingga dapat memancarkan sinar warna-warni.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2015/09/21/178749-0_663_382.jpg

Burung kolibri merupakan penerbang ulung. Ia mampu mengepakkan sayapnya ratusan kali dalam satu detik. Karena kecepatan kepakannya tersebut suara kolibri jarang terdengar, yang terdengar adalah dengungan kepakan sayap. Teknologi ini menginspirasi teknologi pada helikopter.

Masih banyak jenis burung lain yang luar biasa dan mengagumkan. Allah menciptakan semua itu dengan sempurna dan indah. Subhanallah.

Terima kasih

#FebruariMembara

Senin, 22 Februari 2016

ODOP Lagi...

Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke daerah puncak? Jika pernah, Anda pasti menjumpai jalan berkelok ditambah tanjakan menjulang tinggi serta turunan curam. Kanan kiri memandang terlihat hamparan perkebunan nan indah dan pemandangan lainnya. Namun jangan salah, jika kurang waspada Anda akan dihadapkan jurang nan terjal dan mengerikan.

Inilah gambaran curahan hati saya selama menjadi penghuni Komplek ODOP. Komplek ini dibangun oleh seorang tokoh fenomenal yang cetar membahenol *eh* bernama Bang Syaiha. Beliau memberikan secercah harapan bagi saya, seorang manusia dari kalangan introvert yang sangat mahal suaranya (karena pendiam) agar menjadi bagian penghuni awal komplek yang mulai dirintis itu.

Begitu banyak lika-liku kehidupan yang saya jalani di Komplek ini. Dimulai dari semangat menggebu, semangat membara, semangat mengecil, sampai semangat menghanyutkan layaknya nyala lilin yang tertiup angin topan. Selama perjalanan sudah banyak tantangan yang mesti dilalui. Diawali dengan 'membuat' apa saja tiap hari, tema yang ditentukan, bahkan sampai mengurusi sebuah 'rumah bersama' yang kami sebut "Himpun Kata".

Catatan sipil saya sangatlah buruk. Banyak 'lubang' disana-sini. Rumah saya terlihat sangat buruk. Tak terlihat renovasi sedikitpun disana.

Namun ternyata kisah perjalanan saya di Komplek ini 'banting stir'. Bermunculan 'penghuni baru' komplek ini. Dan juga ternyata lebih bervariatif. Ada kumpulan ibu-ibu PKK, ada persatuan calon emak-emak, ada bapak-bapak nan kece badai, ada pula pedagang buah semisal jeruk, ada pemuda tampan nan gagah (gemulai) yang tingkat absurdnya melebihi dewa, dan masih banyak aneka ragam (satwa *eh) didalamnya. Komplek yang semula berisi 30 orang penghuni, kini berubah menjadi 100 penghuni dengan segala keunikannya.

Dari sekian banyak penghuni Komplek ini, ada satu orang yang menyedot perhatian saya. Dia adalah seorang gadis (kecil) yang manis, lugu (tapi boong), dan smart (entah ini bener apa ngga). Sebut saja dia A. A mempunyai potensi yang luar biasa. Ia mampu meningkatkan keaktifannya sampai level maksimal. Karena keaktifannya itulah, Ia sekarang menjadi perbincangan ibu-ibu PKK. Mungkin ia akan dijodohkan dengan salah satu anak mereka (bisa jadi wkwkw). Namun yang membuat saya salut adalah di usianya yang masih (terlalu) muda itu, ia mampu menciptakan karya yang luar biasa. Dan ini patut dicontoh oleh anak-anak seumurannya (jangan lupa jadi mantu ibu PKK wkwkw).

Aaaahhhh..... (ceritanya menghela napas panjang)
Petualangan saya di Komplek ini masih panjang dan berliku. Jangan sampai diri ini kembali terjerembab ke jurang nan dalam dan juga membuat 'lubang' di rumah kediaman. Kini ramai disini. Dan kini, saya semakin betah disini. Semoga perjalanan ini indah di penghujungnya. Aamiin....

Terima kasih

#FebruariMembara

Jumat, 19 Februari 2016

Menulislah!!!

Peribahasa mengatakan, "Buku adalah jendela dunia. Dan membaca adalah kuncinya". Saya ingin menambahkan satu kalimat. "Menulis adalah kunci dari segala ilmu". Mengapa demikian?

Ketika Anda mempelajari bidang ilmu tertentu. Kemudian membaca berbagai buku yang bersangkutan. Maka ilmu yang terserap hanya 20%. Sedangkan jika ilmu tersebut anda tulis, maka daya ingat Anda mampu menembus angka 50% bahkan 70%. Hal ini dikarenakan saat menulis, maka Anda dituntut untuk membaca lebih dalam dan memahami lebih dalam pula.

Bahkan saya teringat perkataan seorang guru. "Jika kalian hanya mendengarkan dan melihat pelajaran, maka kalian hanya akan ingat saat pelajaran berlangsung. Ketika pelajaran berakhir, ilmu itu akan menguap hilang ditelan bumi".

"Maka tulislah apa yang kamu baca. Dan baca apa yang kamu tulis"

Membiasakan diri untuk menulis bukanlah hal mudah. Proses menulis itu susah susah gampang. Banyak masalah yang timbul ketika akan atau sedang menulis. Jalan berliku, jurang terjal, serta tanjakan curam senantiasa menyapa. Bingung apa yang akan ditulis, tidak mood, tidak ada ide, malas, dan segambreng masalah lain (apa pula ini segambreng wkwkwkw).

Ibarat bermain layang-layang, ada saatnya ditarik dan diulur. Saat angin kencang, kita cukup mengulur benang dan wussss layang-layang akan membumbung tinggi. Namun saat angin pelan lemah gemulai, perlu perjuangan ekstra dengan cara menarik benang agar sang layang mampu bertahan di angkasa.

Begitulah saya. Saat semangat memuncak, hanya butuh beberapa menit untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Seolah-olah jemari ini menari-nari di atas tuts keyboard dengan gerakan nan elok.

Namun ketika badai datang, perlu ada 'tarikan-tarikan' keras yang mampu menghentak diri ini terus melaju meskipun badai datang, topan menghadang, serta negara api menyerang. Wkwkwkw

Seketika kata-kata maha dahsyat sang maestro menggema,

"Wahai anak muda, celakalah yang hanya menulis karena mood"

Terima kasih

#FebruariMembara

Kamis, 18 Februari 2016

Indah Pada Waktunya

Pagi ini saya bersiap-siap ke kampus setelah sejenak membantu bapak menyiapkan bahan dagangan. Sebelum berangkat saya menyempatkan membaca kembali materi yang akan diseminarkan.

Ya, hari ini saya seminar proposal. Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya tibalah masanya. Pukul 07:30 saya berangkat ke kampus mengendarai motor kesayangan. Sampai kampus, kumpul dengan kawan di kantin. Jam 9 kami menuju lab komputer. Sampai di lab kami menulis nama sesuai kehadiran di lab dan menunggu giliran.

Tiktok....tiktok....
Setelah menunggu 30 menit, tibalah giliran saya. Tangan dingin, keringat sebesar biji jagung, dan jantung berdebar selama berjalan memasuki lab.

"Assalamu'alaikum wr wb. Terima kasih kepada bapak dosen yang sudah hadir. Saya akan mempresentasikan judul skripsi saya", demikian saya membuka presentasi proposal tadi pagi.

Bla..bla..bla..
Sekitar 20 menit saya berjibaku dengan pertanyaan. Alhamdulillah selesai, namun hasilnya meragukan.

"Nanti jam 1 ketemu saya ya di jurusan untuk keputusannya", ucap Pak I sesaat setelah selesai presentasi.

Saya berjalan keluar ruangan dengan murung. Banyak pertanyaan yang tak dapat dijawab. Bahkan rasanya presentasi saya sangat mentah. Sampai di luar ruangan, kawan-kawan bertanya.

"Gimana din tadi seminarnya?", tanya salah seorang kawan
"Gatau nih. Masih abu-abu", jawab saya lemas.

Yang membuat lemas adalah dosen konsultasi judul yang saya bawa mulai semester ini ditugaskan sebagai kajur jurusan baru di kampus C. Dan juga arah dari judul ini masih membingungkan.

Haaaah....
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana ini ? Apa bisa lolos.

Deg....
Jantung saya tiba-tiba tersentak seolah-olah hendak mencelos keluar. Teman saya dengan dosen konsultasi yang sama, proposalnya ditolak. Saya dengan dia berbeda konsentrasi. Pada konsentrasi telekomunikasi, hasil seminar langsung diumumkan. Tapi untuk konsentrasi Instrumentasi Kendali diumumkan jam 1 siang.

Bagaimana ini???

"Dah yuklah ke kabel dulu, nyantai", ajak teman saya yang lain setelah semua selesai seminar.

Kami berjalan menuju 'kabel'. Kabel ini singkatan dari 'Kantin Belakang'. Ada-ada aja ya. Wkwkwkw

Di kantin, saya tidak dapat konsentrasi. Masih sangat melekat pertanyaan ini. Bagaimana nasib saya.

"Dah sae, jangan dipikirin trus. Semua indah pada waktunya", kata seorang kawan seraya merangkul bahu saya
"Kapan indahnya?"
"Ya nanti pada saatnya", jawab dia
"Saatnya kapan?", tanya saya lagi
"Hahahahaha.....", ketawa semua. Entah kenapa

Ya beginilah saya. Ketika di keramaian hanya dapat memperhatikan yang lain mengobrol dan bercanda. Hanya melihat, mendengar, ikut tertawa ketika terdapat hal lucu, namun tidak dapat 'nimbrung' obrolan mereka.

"Ko lama banget ya jam 11 ke jam 1? Mending shalat dzuhur dulu deh. Udah adzan juga", pikir saya sekaligus mengajak teman-teman ikut ke masjid.

Sudah jam 1. Langsung berangkat ke lantai 2 menuju ruang jurusan.

Ternyata eh ternyata.... Sedang rapat jurusan. Alhasil harus menunggu sampai rapat selesai.

Tiktok...tiktok...
Pukul 14:30 Pak I keluar ruangan mengumumkan hasil seminar.

"Pada dasarnya semua diapprove. Tapi banyak yang harus diperbaiki", jelas Pak I
"Muhammad Saepudin. Pembimbingnya Pak R ya", lanjut Pak I

Wow.... Dibimbing Pak R???? Dosen senior dan terkenal cukup sulit 'ditaklukkan'. Luar biasa. Semoga diri ini kuat.

Begitulah. Semua indah pada waktunya. Penantian panjang membuahkan hasil.

Terima kasih

#FebruariMembara

Rabu, 17 Februari 2016

Siapa Dia? (Part 2)

Saya sampai rumah bergegas mandi dan memakai pakaian rapi menuju masjid. Selesai shalat maghrib diadakan pengajian bulanan sampai menjelang isya.

Selesai shalat isya, saya berjalan menuju rumah. Ada satu hal yang sedari tadi menggelayuti otak ini. Siapa perempuan tadi. Entah mengapa pertanyaan ini terus  berputar-putar, padahal saya baru saja melihatnya. Apa yang spesial dari dia.

"Rudi...", teriak bapak
"Apa pa?", jawab saya seraya melihat kearahnya
"Mau kemana?", tanya beliau
"Ya mau pulang lah pa. Masa mau jalan-jalan"
"Lah itu kamu mau kemana lurus terus itu? Mau ke lapangan?", tanya beliau lagi
"Astaghfirullah"

Karena terlalu asik melamun, saya sampai lupa sudah berjalan melewati rumah. Seketika saya berlari kecil masuk ke rumah. Di ruang tengah sudah terhidang makan malam dengan menu yang super. Yah, rumah saya kecil. Hanya ada kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah yang merangkap ruang tamu, ruang makan, serta ruang keluarga. Menu istimewa malam ini Sayur kangkung, tempe, ikan asin, sambal. Yummyyy. Mari makaaaaaaan.

"Gimana hari ini mas?", tanya bunda setelah selesai makan
"Belum ada perkembangan, bun", jawab saya lemas
"Gapapa rud, pelan-pelan. Insya Allah ingatanmu bisa pulih", kata bapak

Ya, semenjak sebulan yang lalu pekerjaan saya hanya makan, keliling kampung, dan main bola. Saya sedang berusaha mengembalikan ingatan yang hilang.

Bulan Mei tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang mengerikan. Saya sedang mengendarai motor tiba-tiba dari arah belakang ada mobil menghantam dengan keras. Alhasil saya terlempar cukup jauh dan pingsan seketika.

Saya harus menjalani perawatan selama 8 bulan setelah dokter menyatakan bahwa saya mengalami amnesia dan beberapa tulang patah. Saya tak mengingat apapun kecuali nama saya. Selama satu bulan ini saya dapat ingat nama kedua orangtua, dan teman-teman yang sering bermain bola. Selebihnya saya belum tahu.

Dan sekarang, saya memikirkan gadis itu. Gadis yang saya lihat berjalan di ujung lapangan. Siapa dia?

"Rud...Rud....Rud...."
"Eh iya pa kenapa?"
"Jangan bengong terus. Kamu itu mikirin apa? Toko kamu?"
"Ngga ko pa"
"Udah ga usah dipikirin. Kan ada karyawan kamu si Ato itu. Kamu istirahat aja"
"Iya pa. Rudi ke kamar dulu ya"

Bersambung

#FebruariMembara

Selasa, 16 Februari 2016

Siapa Dia? (part 1)

Matahari menyunggingkan senyuman. Menampakkan keindahan yang tak ada duanya. Saya duduk disini, di sebuah batu hitam. Tempat favorit untuk mengistirahatkan tubuh. Keringat bercucuran bak banjir bandang di musim penghujan.

Ah.... Sejuknya sore ini. Angin sepoi-sepoi mengguncang ranting. Suara gesekan daun layaknya gesekan biola nan indah.

"Oiii bro, jangan bengong. Kesambet lo", seorang teman berteriak dari kejauhan.
"Sante sob", jawab saya dengan acungan jempol dan senyum istimewa.
"Nyengir aja lo. Ngeri gua liat lo cengar cengir", katanya.
"Hahaha", saya hanya tertawa mendengar ocehannya.

Angin menimbulkan efek segar pada tubuh setelah lelah bermain bola sore ini. Seperti biasa, saya hanya bermain di babak pertama. Selanjutnya Saya hanya duduk di tempat favorit sambil melihat sekitar dan menikmati angin sore.

Saya melihat sekeliling. Banyak anak-anak yang bermain bola, layang-layang, kejaran, dan....

Tunggu... Siapa itu? Seseorang berjalan di ujung sana. Berjalan perlahan dan terlihat anggun. Seketika saya melihat ia berjalan di atas karpet merah. Ia mengenakan pakaian yang sangat indah. Namun sayang, wajahnya tak nampak.

Waktu berjalan lambat. Daun-daun berguguran. Angin menerpa perlahan. Indahnya ciptaan Illahi.

Plakkkk

"wadawwww.... Sapa nih yang nabok gua?"
"Gua. Mau apa lo?", jawab seorang teman saya.
"Lo dipanggil-panggil dari tadi ga jawab. Yaudah gua tabok. Buru pulang. Dah mau malem nih", jelasnya.

Loh... Iya ya. Kenapa sekarang mulai gelap ya? Padahal tadi masih terang. Saya bergegas bangkit dan berjalan pulang.

Sang surya semakin dekat dengan peraduannya. Lampu-lampu mulai berkelap-kelip di penjuru rumah. Sayup-sayup terdengar suara adzan di masjid dekat rumah. Saya harus bergegas sampai rumah dan mengejar shalat berjamaah. Di sepanjang perjalanan, ada satu pertanyaan yang terus bergentayangan di otak ini.

SIAPA DIA???

#FebruariMembara

Renungan Malam

Semalam rasanya tidak ada semangat untuk menulis. Bahkan jam 7 malam saya merasa sudah sangat mengantuk. Aneh, padahal saya sering tidur tengah malam.

Entah apa yang ada di kepala saya ini. Yang ada hanya malas, malas, dan malas. Huffftttt.... Namun keanehan terjadi. Sampai jam 11 malam saya tidak tidur.

Whatttttt?????? Ada apa dengan diri ini? Mungkin kejenuhan sedang menyapa.

Saya harus memaksakan diri untuk menulis. Yah, meskipun sudah diluar batas waktu. Nulis apa ya???

Hmm......

Ah.. Saya jadi teringat, ada sebuah video yang sangat memotivasi. Di Malaysia ada sebuah tayangan televisi bernama Halaqah Sentuhan Qalbu. Dalam acara tersebut dibahas tema-tema Islami. Yang saya suka adalah adanya motivasi pembangun jiwa.

Dalam tema "Nikmat mana yang Engkau dustakan", saya disuguhkan penampilan Firdaus Djamaris, seorang motivator ESQ regional Malaysia. Penyampaiannya begitu menusuk jiwa. Mampu memberikan ketenangan dalam diri.

Salah satu cita-cita saya adalah menjadi seorang motivator. Semoga saya dapat mencontoh beliau. Aamiin....

**********
"Coba lihat kedua belah tangan tuan puan. Bukanlah kita dapat beraktifitas karena kedua tangan ini. Bayangkan mata yang kita gunakan selama ini. Bayangkan yang sudah kita gunakan bertahun-tahun lamanya.

Ketika kita tertidur semalam, bukankah jantung itu tetap berdegup tanpa kita perintahkan? Mari bayangkan bagaimana darah mengalir, walaupun kita tak pernah meminta darah itu mengalir dalam tubuh kita"

Firdaus Djamaris
**********

#FebruariMembara

Jumat, 12 Februari 2016

Be Your Self

Setiap manusia itu unik. Entah pada sikap, perilaku, kebiasaan, keinginan, bahkan wajah pun unik. Wajah manusia semuanya berbeda, sekalipun kembar. Dan sekalipun banyak yang bilang ada beberapa ade kelas yang wajahnya mirip saya (pasaran amat ya. Wkwkwkw)

Setiap manusia memiliki potensi. Sebuah potensi yang dibawa sejak lahir. Namun ada juga potensi yang timbul karena diasah. Ada yang berpotensi di bidang musik, lukis, eksak, sosial, bahkan orasi di depan banyak orang.

Be your self
Karena Anda berbeda. Anda berpotensi. Tidak ada yang mampu seperti Anda. Meskipun Anda mirip karena kembar, pasti ada sesuatu yang lebih menonjol pada diri Anda.

Temukan potensi Anda. Gali dan latih. Sehingga dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

Tunjukkan pada dunia bahwa Anda mampu. Anda dapat berkontribusi bagi dunia. Karena Anda istimewa.

Saya senang menulis. Meskipun belum dapat dikatakan tulisan yang berbobot, namun hal itu tidak akan pernah menggoyahkan langkah saya. Sekali melangkah, jangan pernah ada kata berhenti apalagi mundur ke belakang. Tetap maju. Melesat dengan cepat. Anda adalah Anda. Saya adalah Saya.

Be your self
Jadilah istimewa

Percayalah....

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day10

Kamis, 11 Februari 2016

Sang Maestro Memilih Luar Negeri

Saya sedang main hp, muncul notifikasi grup WhatsApp teman kuliah. Ada sebuah berita yang mencengangkan. Dr. Warsito P. Taruno, Penemu Electro-Capasitive Cancer Therapy (ECCT) sekaligus pimpinan CTech Laboratory Edward memutuskan untuk mengembangkan teknologi anti kanker di luar negeri. Hal ini dikarenakan belum ada lampu hijau dari pemerintah. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi masih mengevaluasi teknologi tersebut.

Beliau mulai melakukan pelatihan di Warsawa, Polandia. setelah Polandia, banyak permintaan pelatihan di AS, Australia, bahkan India.

Miris. Sangat-sangat miris. Melihat seorang penemu hebat memilih ke luar negeri dibandingkan dalam negeri. Hal ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menjanjikan akan adanya peraturan mengenai penelitian kesehatan dan uji klinis pada manusia. Setelah 7 tahun peraturan tersebut tidak juga muncul.

Indonesia memiliki banyak peneliti dan ilmuwan brilian. Namun sangat disayangkan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Sebelumnya, Erik Elson ahli motor listrik asal padang, penemu mobil listrik menjual produknya ke Malaysia. Hal ini dikarenakan produknya tidak mendapatkan uji lapangan akibat tidak lolos uji emisi dan terlihat tidak dapat berkembang di negeri ini.

Apakah ini semua akan terus terjadi?? Entahlah. Semoga pemerintah kedepan dapat lebih baik dan menghargai para ilmuwan Indonesia.

Demikian.
Terima kasih

Sumber :
http://m.news.viva.co.id/news/read/734420-warsito-ke-luar-negeri-kemenristekdikti-panik

#FebruariMembara
#Day9


Rabu, 10 Februari 2016

Sang Elang

Pernahkah anda melihat elang? Elang merupakan salah satu jenis burung yang memiliki umur paling panjang. Ia mampu hidup sampai 70 tahun. Namun tahukah anda, untuk mencapai 70 tahun elang harus melalui rintangan besar?

Saat sang elang menginjak usia 40 tahun, timbul perubahan pada tubuhnya. Paruhnya yang lancip berubah menjadi bengkok, cakar yang tajam berubah luwes, serta bulu-bulu yang menua dan tebal. Pada kondisi ini sang elang harus melalui masa yang sangat berat selama 150 hari. Jika sang elang mampu bertahan, maka ia mampu hidup 30 tahun. Jika tidak ia akan mati.

Dalam kondisi seperti itu sang elang akan pergi ke puncak gunung. Kemudian ia mematukkan paruhnya ke batu agar terlepas dan tumbuh paruh baru. Selanjutnya melepaskan cakarnya yang luwes. Dan terakhir merontokkan bulu-bulunya. Setelah mengalami kondisi buruk tersebut, sang elang siap menghadapi kehidupan sampai 30 tahun kedepan.

Kawan, ada hikmah yang dapat kita ambil. Setiap manusia pasti memiliki masalah, entah masalah ringan maupun berat. Entah terancam bangkrut, miskin, kehilangan pekerjaan, dan masih banyak masalah-masalah yang lain. Ketika masalah menyapa, apa yang harus dilakukan? Hanya satu kata. HADAPI!!!

Hadapi meskipun itu berat
Hadapi meskipun terasa mustahil
Hadapi dengan segenap kekuatan

Dalam menghadapi masalah, kita perlu membuat perubahan. Terkadang perubahan yang sulit adalah merubah perilaku dan kebiasaan. Proses perubahan pasti sulit dan menyakitkan, namun tetaplah HADAPI!!!

Percayalah, jika kita mampu melaluinya maka akan terasa indah setelahnya. Ada cahaya menyapa. Ada kebahagiaan yang tiba.

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day8


Biomedical

Semalam saya ngga bisa update tulisan karena "dihajar" hujan yang beraninya main "keroyokan". Kenapa bisa kehujanan? Jadi begini ceritanya.

Kemarin saya ada kuliah pukul 18:30. Selesai shalat maghrib, saya langsung berjalan menuju lantai 3 gedung perkuliahan. Suasana kampus memang sepi pada malam hari. Sampai di ruangan, ternyata belum ada mahasiswa lain yang datang. Selang beberapa menit, dosen datang dan perkuliahanpun dimulai.

Nama matakuliah ini adalah elektronika biomedik. Dan diawal perkuliahan ini dilakukan pengenalan perkuliahan. Bioengineering adalah suatu disiplin ilmu penggabungan dari fisika, biologi, kimia, matematika sains, dan ilmu engineer. Banyak peralatan biomedik di dunia kesehatan, seperti x ray, pendeteksi penyakit jantung, dan masih banyak lagi.

Indonesia pernah mengguncangkan dunia karena terciptanya topi anti kanker dan rompi anti kanker. Terobosan ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan CTech Laboratory Edward yang dipimpin oleh Dr. Warsito P. Taruno. Topi anti kanker berfungsi untuk menghancurkan sel kanker di otak. Sedangkan rompi anti kanker difungsikan untuk kanker payudara.

Hmm..... Matakuliah yang menarik. Boleh nih didalami lebih jauh.

Tak terasa 2 sks sudah dilewati. Waktunya pulaaaaaaaanngggg....

**saat hendak pulang, tiba-tiba hujan deras. Akhirnya saya menunggu reda. Setelah beberapa lama tidak reda, akhirnya saya "hantam" saja. Alhasil, sampai rumah bersih-bersih dan langsung tidur. Hehehe

#FebruariMembara
#Day7

Senin, 08 Februari 2016

Susu Jahe Merah

Dingin-dingin gini enaknya minum yang anget nih. Ah... Cari yang anget-anget ah...

Saya mengeluarkan motor dan membiarkannya membawa saya kemana dia mau (ceileh). Hmm... Setelah berkeliling cukup lama, pilihan saya jatuh kepada stand jahe merah. Ya, beberapa kali saya membeli jahe merah disini. Dan saya belum menemukan stand serupa di lokasi lain.

Stand jahe merah berada di persimpangan jalan besar temu putih menuju jalan protokol cilegon. Terdapat beberapa jenis minuman disini. Ada yang original, susu jahe, kopi jahe, susu jahe madu, dan masih banyak lagi. Saya memilih susu jahe merah. Mungkin kawan-kawan belum tahu khasiat jahe merah. Mari simak penjelasan berikut.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa jahe merah mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti influenza, rematik, sakit perut, dan asma. Selain itu susu jahe merah mampu meningkatkan stamina tubuh. Kandungan minyak kastiri pada jahe merah mampu menimbulkan efek segar pada tubuh ibu hamil serta melancarkan asi. Luar biasa manfaat dari minuman satu ini.

Daripada banyak ngomong, mending saya minum dulu. Aaa.... Pedes....

Ya, jahe merah memiliki citarasa pedas dibandingkan jenis jahe yang lain. Inilah yang menimbulkan hangat pada tubuh.

Anda mau???? Beliiii doooonngggg. Hehehe...

***pukul 20:00 di kamar. Minum susu jahe merah ditemani rintik hujan.

Sumber :
http://manfaatjahemerah.com/mengenal-manfaat-susu-jahe-merah/

#FebruariMembara
#Day6


Sabtu, 06 Februari 2016

Lumba-Lumba

Jam 12:30 Aku bersiap-siap memakai pakaian rapi. Batik (yang dikasih waktu nikahan saudara) dipadukan dengan celana panjang hitam dan sandal jepit. Wkwkwk.

Ngapain pake batik??? Mau ke kondangan??? Bukaaaan. Mau ketemu walikota??? No no no. Trus mau ngapain???? Aku mau nonton lumba-lumba. Hahahaha

What???? Lumba-lumba??? Yeah...

Tempat bimbel dan les dimana Aku mengajar mengadakan study tour ke pertunjukan lumba-lumba. Pertunjukan ini sudah digelar sejak 2 minggu yang lalu di lapangan sumampir.

Aku berangkat menuju tempat bimbel pukul 13:15. 15 menit kemudian Aku sampai di tempat. Aku menunggu (menunggu, sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku. Lah jadi lagu zivilia. Wkwkwk) hampir sejam, akhirnya kami berangkat (ke medan perang wkwkw) ke lapangan sumampir. Sampai disana langsung masuk ke arena pertunjukan. Jam 15:00 pertunjukkan dimulai.

Pertunjukan pertama adalah burung. Burung apa lupa dah. Hehe... Dilanjutkan dengan atraksi beruang madu dan musang.

Pertunjukan terakhir adalah sang idola. Siapa lagi kalo bukan lumba-lumba (horeeeee). Atraksi main bola, joget, menyanyi, dan sebagainya. Sungguh luar biasa.

Selain itu, ada pula penjelasan mengenai lumba-lumba. Pertunjukan ini didatangkan dari kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Semoga anak-anak dapat mengambil ilmu dan pengetahuan dari kunjungan ini

Terima kasih

**pukul 16:00 di parkiran sambil nunggu anak-anak kumpul

#FebruariMembara


Jumat, 05 Februari 2016

The Best Choice

Ada 3 buah bejana berisi air yang dipanaskan di atas kompor. Masing-masing bejana berisi wortel, telur, dan kopi. Bejana tersebut didiamkan selama 5 menit. Apa yang terjadi???

Wortel yang tadinya keras berubah menjadi lunak. Telur yang cair dengan kulit yang mudah retak menjadi keras dan kokoh. Sedangkan kopi yang keras dan hitam dapat merubah air menjadi keruh dan harum. Nah, dari 3 benda ini adakah yang dapat dijadikan pelajaran?

Air diibaratkan kehidupan, panas yang dihasilkan dari kompor diibaratkan masalah, sedangkan 3 benda tersebut merupakan kondisi manusia. Kadang manusia bersikap layaknya wortel. Ia bersifat kuat, berani, tangguh, dan tak tergoyahkan. Namun ketika dihadapkan suatu masalah, Ia menjadi lemah, lesu, lunglai (gelaja anemia wkwkwk).

Terkadang manusia seperti telur. Ia lemah lembut penuh kasih sayang. Namun ketika mendapat masalah, ia berubah menjadi pemarah, arogan, bahkan mencelakakan orang lain. Sikap yang terbaik layaknya kopi. Saat berhadapan dengan problema, masalah, tantangan, rintangan, dan hambatan ia dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan baik. Bahkan mampu mengubah hambatan menjadi peluang.

Sekarang, Anda tinggal pilih. Ingin meniru filosofi wortel, telur, atau kopi. Pilihan ada di tangan Anda. Seperti apa sikap Anda bergantung pilihan yang Anda ambil.

Tirulah filosofi kopi. Air tidak mengubah kopi. Melainkan kopi yang mengubah air menjadi nikmat

**Dikutip dari berbagai sumber

#FebruariMembara
#Day5


Kamis, 04 Februari 2016

Layang-layang

Aku duduk di warung sayur langganan yang berada tepat di samping rel kereta api. Seketika senyumku mengembang, wajah berseri, mata membulat (belo dong wkwkwk). Terlihat anak-anak sedang bermain layang-layang di rel kereta.

Ah.... Seketika pikiranku melayang menembus ruang dan waktu. Berjalan mundur beberapa tahun silam. Aku senang bermain layang-layang bersama teman-temanku. Bahkan hampir tiap sore Aku menghabiskan waktu di lapangan depan rumah melihat sang layang terbang dengan gagahnya.

Menerbangkan layang-layang bukanlah hal yang mudah (pengalaman pribadi Hehehe). Diperlukan skill khusus untuk dapat mengendalikannya. Hal yang perlu diperhatikan yaitu :

Pertama adalah layang-layang. Perlu diketahui, layang-layang memiliki banyak bentuk. Ada yang seperti belah ketupat, pesawat, bahkan ada yang berbentuk hewan seperti burung, naga dan sebagainya. Yang harus diperhatikan adalah keseimbangan kedua sisi layang-layang. Kalau tidak seimbang maka akan sulit diterbangkan

Kedua adalah simpul pada layang-layang. Dalam membuat simpul harus diperhatikan posisi simpul dan juga keseimbangan hasil simpul. Hal ini bertujuan agar layang-layang mudah diterbangkan.

Ketiga adalah jenis benang. Hal ini penting jika Anda ingin adu layang-layang. Kalau jenis benang yang Anda pakai lemah, siap-siap saja menggigit jari. Karena Anda tidak akan menang. Hehehe....

Ada satu hikmah yang dapat diambil. Ketika Anda memiliki suatu tujuan, persiapkan segala sesuatunya baik berupa fisik, mental, dan sebagainya. Dan ketika menjalani tujuan tersebut, diperlukan keterampilan yang mumpuni sehingga mampu menghadapi rintangan dan masalah.

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day4

Eh teng, awas nane kereta


Rabu, 03 Februari 2016

Secercah Harapan

Hari ini Aku berangkat ke kampus untuk melakukan perwalian dengan dosen pembimbing. Sampai di kampus Aku menuju ruang dosen yang bersebelahan dengan lab. Ternyata ruang dosen kosong. Di lab ada asisten lab sedang bercengkrama.

"Sob, Pak S ada ga?" Tanyaku
"Lagi rapat di jurusan Bang" jawabnya
"Oke thanks"
"Wah, bisa-bisa siang nih baru beres. Nunggu di labkom deh sambil ngadem" pikirku

Aku berjalan selangkah demi selangkah menuju lab nun jauh disana (halah lebay). Aku membuka pintu dan ternyata hanya ada 2 orang disana.

"Udah ketemu Pak S, Sae?" Tanya temanku
"Belum, Ae. Lagi rapat di jurusan" jawabku

Agak lucu, namaku dengan dia hanya beda satu huruf. Namanya Aenudin, sedangkan Aku Saepudin. Hehe...
Lucu ga? Ga lucu? Anggap aja lucu ya. Hehe...

Tik tok tik tok....
Jam menunjukkan pukul 13:18. Saatnya menghadap. Aku bersama seorang temanku berjalan menuju ruang dosen. Cukup jauh perjalanan menuju ruang dosen. Ya kurang lebih 5 menit (sambil ngesot. Wkwkwkw). Kami duduk menghadap sang dosen. Eksekusi dimulai (opo toh???)

"Din, gimana skripsi?" Tanya sang dosen
"Udah bikin proposal Pak, Saya serahin Pak T beberapa bulan yang lalu tapi belom dipanggil sempro (seminar proposal)" jawabku
"Yasudah sana menghadap Pak I. Tanya ada ga proposal kamu" perintahnya
"Oke Pak"

Aku berjalan dan menaiki puluhan anak tangga di dekat toilet. Hah.... lelah sekali, setelah menaiki tangga menuju lantai 2 (ke lantai 2 capek?? Lebay wkwkw) Aku masuk dan menghadap Pak I.

"Maaf mengganggu Pak" ujarku
"Ya, ada apa?" Tanya beliau
"Mau tanya jadwal sempro untuk KIK (Konsentrasi Instrumentasi dan Kendali) Pak" jawabku
"Harus ada minimal 3 proposal baru bisa sempro. Ini baru ada 1 proposal" jawabnya
"Saya udah nyerahin proposal beberapa bulan yang lalu Pak ke Pak T. Berdua sama temen" jelasku
"Coba Saya cari sebentar" jawabnya
Beberapa menit kemudian
"Oh iya ada. Yaudah, minggu depan sempro. Nanti liat di mading jadwalnya" jelasnya
"Oke Pak" jawabku semangat

Seberkas cahaya bagiku mahasiswa akhir (injury time) yang sudah beberapa bulan terkatung-katung tak jelas. Persiapkan mental untuk minggu depan.

Bismillah!!!

***Pukul 15:00 di warung langganan pasar P. Nunggu ibu selesai belanja ^_^

#FebruariMembara
#Day3

Selasa, 02 Februari 2016

Pelita Hidup

**********
Hidup ini bagai lampu dinding
Yang dinyalakan dimalam hari
Apabila minyak sudah kering
Ia kan pasti padam sendiri
**********

Anda tahu lampu dinding? Kalau Aku sering menyebutnya lampu templok. Lampu yang menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya. Ketika minyak habis, maka matilah lampu tersebut. Begitulah filosofi bagi manusia.

Manusia diibaratkan sebuah lampu. Ia mampu bersinar terang dan menyinari sekelilingnya. Namun jika minyak sebagai masa hidupnya telah habis, maka ia akan kembali kepada sang pencipta. Tidak mampu menawar, mengundurkan waktu bahkan sedetik sekalipun.

**********
Setelah kita tinggalkan dunia
Alam yang lain pula menanti
Apakah kita dapat kurnia
Itu melihat amal dan bakti
**********

Ingatlah, ketika meninggalkan dunia akan ada satu masa dimana setiap manusia dibangkitkan kembali. Allah meminta pertanggungjawaban semua perilaku selama berada di dunia. Apakah kita mendapat kurnia? Atau bahkan azab? Hal itu bergantung pada tingkah laku, perilaku, dan amal yang diperbuat semasa hidup.

**********
Di sana insan cemas dan bimbang
Tak dapat lagi buat alasan
Buruk dan baik akan ditimbang
Kedua-duanya dapat balasan
**********

Segala perbuatan akan mendapat balasan. Kebaikan mendapat pahala. Keburukan mendapat dosa. Segala perbuatan tanpa terkecuali akan ditimbang.

Maka, sebelum nafas sampai tenggorokan, mari perbaiki diri. Mari berbenah menuju pribadi yang lebih baik.

Malam ini Aku teringat lagu Pelita Hidup yang dinyanyikan oleh tim nasyid Hijjaz di atas. Semoga mampu memberikan hikmah dan pelajaran bagi kita manusia.

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day2


Senin, 01 Februari 2016

Gelap

Aku berjalan keluar masjid saat..

Jeleggeeerrrrr...............

Suara gemuruh cumiakkan telinga menyambut langkahku. Ya, malam ini awan gelap kembali menyapaku. Awan hitam menyelimuti semburat cahaya oranye semenjak sore tadi. Ia menyelimuti bumi dan menghalau cahaya indah senja dan malam ini, seolah ia mengerti betapa kelamnya hatiku malam ini (cieee).

Tiktiktiktik.....
Rintik hujan masih ditemani oleh gemuruh. Saat ini sama dengan malam-malam sebelumnya. Rintik hujan senantiasa menemani. Namun saat ini lebih damai dibandingkan kemarin. Di waktu yang sama kemarin, gemuruh terdengar mengerikan. Ia bersahutan disertai suara yang membuat jantung ini kembang kempis menipis.

Aku merindukan malam nan indah ditemani ribuan bintang. Bintang-bintang berkelap-kelip manja menatapku. Ah... betapa indahnya.

Aku senang merebahkan tubuh di atas ubin di halaman masjid yang berjarak beberapa langkah di depan rumah. Menatap indahnya langit malam bertabur bintang. Aku sering mengajak kawanku duduk disana saat ia berkunjung di rumah. Bersenda gurau, merebahkan badan ditemani hawa dingin malam yang menyelimuti diri dan gemerlap bintang di hadapan tanpa penghalang apapun.

Tahukah Engkau kawan? Malam memang gelap. Namun dibalik gelap, ada cahaya terang disana. Ia berhamburan di setiap penjuru langit. Menampakkan keindahan langit yang tak dapat dilihat saat sang surya bersinar.

Saat Anda dirundung nestapa, masalah, problema, kesedihan, bingung, terpuruk, dan hal lain yang menerpa. Ingatlah bahwa disana ada cahaya, jalan keluar, kebahagiaan, kedewasaan yang telah Allah siapkan bagi Anda.

Jangan lihat gelapnya malam, tapi perhatikan cahaya bulan dan bintang

SUBHANALLAH....

#FebruariMembara
#Day1