Saya sampai rumah bergegas mandi dan memakai pakaian rapi menuju masjid. Selesai shalat maghrib diadakan pengajian bulanan sampai menjelang isya.
Selesai shalat isya, saya berjalan menuju rumah. Ada satu hal yang sedari tadi menggelayuti otak ini. Siapa perempuan tadi. Entah mengapa pertanyaan ini terus berputar-putar, padahal saya baru saja melihatnya. Apa yang spesial dari dia.
"Rudi...", teriak bapak
"Apa pa?", jawab saya seraya melihat kearahnya
"Mau kemana?", tanya beliau
"Ya mau pulang lah pa. Masa mau jalan-jalan"
"Lah itu kamu mau kemana lurus terus itu? Mau ke lapangan?", tanya beliau lagi
"Astaghfirullah"
Karena terlalu asik melamun, saya sampai lupa sudah berjalan melewati rumah. Seketika saya berlari kecil masuk ke rumah. Di ruang tengah sudah terhidang makan malam dengan menu yang super. Yah, rumah saya kecil. Hanya ada kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah yang merangkap ruang tamu, ruang makan, serta ruang keluarga. Menu istimewa malam ini Sayur kangkung, tempe, ikan asin, sambal. Yummyyy. Mari makaaaaaaan.
"Gimana hari ini mas?", tanya bunda setelah selesai makan
"Belum ada perkembangan, bun", jawab saya lemas
"Gapapa rud, pelan-pelan. Insya Allah ingatanmu bisa pulih", kata bapak
Ya, semenjak sebulan yang lalu pekerjaan saya hanya makan, keliling kampung, dan main bola. Saya sedang berusaha mengembalikan ingatan yang hilang.
Bulan Mei tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang mengerikan. Saya sedang mengendarai motor tiba-tiba dari arah belakang ada mobil menghantam dengan keras. Alhasil saya terlempar cukup jauh dan pingsan seketika.
Saya harus menjalani perawatan selama 8 bulan setelah dokter menyatakan bahwa saya mengalami amnesia dan beberapa tulang patah. Saya tak mengingat apapun kecuali nama saya. Selama satu bulan ini saya dapat ingat nama kedua orangtua, dan teman-teman yang sering bermain bola. Selebihnya saya belum tahu.
Dan sekarang, saya memikirkan gadis itu. Gadis yang saya lihat berjalan di ujung lapangan. Siapa dia?
"Rud...Rud....Rud...."
"Eh iya pa kenapa?"
"Jangan bengong terus. Kamu itu mikirin apa? Toko kamu?"
"Ngga ko pa"
"Udah ga usah dipikirin. Kan ada karyawan kamu si Ato itu. Kamu istirahat aja"
"Iya pa. Rudi ke kamar dulu ya"
Bersambung
#FebruariMembara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar