Menulislah

Kamis, 11 Februari 2016

Sang Maestro Memilih Luar Negeri

Saya sedang main hp, muncul notifikasi grup WhatsApp teman kuliah. Ada sebuah berita yang mencengangkan. Dr. Warsito P. Taruno, Penemu Electro-Capasitive Cancer Therapy (ECCT) sekaligus pimpinan CTech Laboratory Edward memutuskan untuk mengembangkan teknologi anti kanker di luar negeri. Hal ini dikarenakan belum ada lampu hijau dari pemerintah. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi masih mengevaluasi teknologi tersebut.

Beliau mulai melakukan pelatihan di Warsawa, Polandia. setelah Polandia, banyak permintaan pelatihan di AS, Australia, bahkan India.

Miris. Sangat-sangat miris. Melihat seorang penemu hebat memilih ke luar negeri dibandingkan dalam negeri. Hal ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menjanjikan akan adanya peraturan mengenai penelitian kesehatan dan uji klinis pada manusia. Setelah 7 tahun peraturan tersebut tidak juga muncul.

Indonesia memiliki banyak peneliti dan ilmuwan brilian. Namun sangat disayangkan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Sebelumnya, Erik Elson ahli motor listrik asal padang, penemu mobil listrik menjual produknya ke Malaysia. Hal ini dikarenakan produknya tidak mendapatkan uji lapangan akibat tidak lolos uji emisi dan terlihat tidak dapat berkembang di negeri ini.

Apakah ini semua akan terus terjadi?? Entahlah. Semoga pemerintah kedepan dapat lebih baik dan menghargai para ilmuwan Indonesia.

Demikian.
Terima kasih

Sumber :
http://m.news.viva.co.id/news/read/734420-warsito-ke-luar-negeri-kemenristekdikti-panik

#FebruariMembara
#Day9


2 komentar:

  1. Kapan ya negara ini bangga sama penemuan warganya?

    BalasHapus
  2. Pemerintah lgi sibuk mencari keuntungan bang , eh ini pemerintahan atau perusahaan y :)

    BalasHapus