Menulislah

Rabu, 16 Maret 2016

Si Dia (Lagi) 3

"Mas, laporannya sudah beres?", tanya seseorang
"Eh... I, iya. Belum maksud saya. Hehe", jawab saya terbata-bata
"Sejak kapan dia ada disini???", diri ini bertanya-tanya
"Oh... Tolong cepet ya mas. Udah ditunggu bos tuh", jelas dia ramah seraya berlalu

Ah.... Indahnya perhiasan dunia. Saya menyukai wanita dengan rambut yang berurai panjang. Namun ini berbeda. Dia menggunakan kerudung yang besar dipadukan dengan pakaian sederhana, namun saya suka. Dan baru kali ini saya menyukai penampilan macam itu.

Entah kemana idealisme saya yang mengatakan bahwa perempuan cantik adalah perempuan dengan rambut panjang dan dipadukan pakaian modis. Benar-benar aneh.

"Cieeee yang abis ngobrol", suara si anak medan menggema dengan indahnya
"Biasa aja keles", jawab saya ketus
"Biasa aja kali bang ngomongnya. Sampe grogi gitu. Hahaha", dia berbisik tapi suaranya seperti toa masjid
"Eh dek, bisa ga toanya dimatiin dulu. Berisik tau", jawab saya semakin ketus
"Ah si abang ketus kali", jawabnya sambil berjalan menuju meja kerjanya

Saya menghirup teh yang tinggal setengah. Tapi ada yang berbeda. Teh ingin terasa lebih manis. Ada apa gerangan? Mana mungkin ada yang menambahkan gula di gelas ini. Atau mungkin karena percakapan singkat tadi? Ah entahlah. Tiba-tiba saya menyunggingkan senyuman.

#MenulisSetiapHari

1 komentar: