Debur ombak bersahutan
Semilir angin merasuk kedalam relung jiwa
Aku kembali menatap ke arah yang sama
Ke arah lautan lepas dengan air yang menggunung
Dengan keindahannya yang menghipnotis diri
Namun entahlah
Aku tak terhipnotis dengannya
Aku menyesap kopi hitam yg menyisakan ampas
Terasa manis
Mengapa?
Karena rasa yang teramat pahit
Rasa yang begitu bergelora di lubuk jiwa
Entahlah
Aku tetap duduk disini
Menikmati pahitnya rasa
Menunggu ketidakpastian
Langit berubah jingga
Tak lama berselimut hitam
Gelas bersisa ampas
Menyisakan hentakan dada
Aku masih disini
Menunggu dirimu
Yang tak kunjung menampakkan diri
Hanya bayang awan gelap yang terlihat
Permintaanku sederhana
Cukup sebuah senyuman
Yang begitu kurindukan
Hanya itu pintaku
Agar pahit ini berkurang
Hingga manis mulai terasa
Namun hingga kini
Aku tetap disini
Menanti dirimu
Tanpa kepastian
Masihkah kau mengingatku
Masihkah kau menganggapku
Cahaya jingga meredup
Terselimuti kegelapan
Tiba saat beranjak
Untuk kembali esok hari
#Menjawab_Tantangan_Mba_Na
Keren. Terimakasih sudah menyelesaikan tantangan saya, Kang Sae. 😀
BalasHapusKeren ini kang Sae ...
BalasHapusSaya blm bisa nulis tabtanfan mbk Na
makasih mba na
BalasHapusmakasih mas heru. masih belajar nih. hehe
Keren nih...
BalasHapus