Menulislah

Kamis, 19 Januari 2017

Kasih di Penghujung Senja

Debur ombak bersahutan
Semilir angin merasuk kedalam relung jiwa

Aku kembali menatap ke arah yang sama
Ke arah lautan lepas dengan air yang menggunung
Dengan keindahannya yang menghipnotis diri

Namun entahlah
Aku tak terhipnotis dengannya

Aku menyesap kopi hitam yg menyisakan ampas
Terasa manis

Mengapa?
Karena rasa yang teramat pahit
Rasa yang begitu bergelora di lubuk jiwa

Entahlah
Aku tetap duduk disini
Menikmati pahitnya rasa
Menunggu ketidakpastian

Langit berubah jingga
Tak lama berselimut hitam
Gelas bersisa ampas
Menyisakan hentakan dada

Aku masih disini
Menunggu dirimu
Yang tak kunjung menampakkan diri
Hanya bayang awan gelap yang terlihat

Permintaanku sederhana
Cukup sebuah senyuman
Yang begitu kurindukan

Hanya itu pintaku
Agar pahit ini berkurang
Hingga manis mulai terasa

Namun hingga kini
Aku tetap disini
Menanti dirimu
Tanpa kepastian

Masihkah kau mengingatku
Masihkah kau menganggapku

Cahaya jingga meredup
Terselimuti kegelapan

Tiba saat beranjak
Untuk kembali esok hari

#Menjawab_Tantangan_Mba_Na

4 komentar:

  1. Keren. Terimakasih sudah menyelesaikan tantangan saya, Kang Sae. 😀

    BalasHapus
  2. Keren ini kang Sae ...
    Saya blm bisa nulis tabtanfan mbk Na

    BalasHapus
  3. makasih mba na

    makasih mas heru. masih belajar nih. hehe

    BalasHapus