Menulislah

Jumat, 31 Maret 2017

Kamulah Pemenang

Hari sabtu tanggal Maret pukul 07:15 saya sudah duduk manis di sebuah bangku panjang menunggu seseorang. Siapa lagi kalo bukan siswa saya yang akan mengikuti lomba hari ini.

"Lin, udah nyampe mana?", tanya saya di inbox facebook
"Masih di rumah Pak", jawabnya santai

Coba bayangkan, lomba dimulai jam 07:30 dan sekarang dia masih di rumah. Gokil sekali anak satu nih -_-

"Buruan lin, telat nih"
"Iya Pak, ini mau berangkat"
"Saya jemput tah?"
"Banyak ojek Pak. Hehe"

Murid macam apa ini -_-
Saya akhiri obrolan via inbox dan kembali menunggu

Tak lama kemudian dia terlihat berjalan pelan menuju saya

"Udah dateng semua tah Pak?", tanyanya
" Belum. Langsung ke lab aja tuh", jawab sambil mengajaknya berjalan menuju lab.

Acarapun dimulai dengan berbagai sesi.
Lomba kali ini bernama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di bidang accounting

Tak terasa sudah jam 5 sore, namun lomba belum juga usai -_-
Sesi terakhir dilalui dengan presentasi di depan juri.

"Duh Pak, kayaknya lina yang paling ga bisa nih"
"Gapapa lin, tetep semangat aja"
"Jadi pengen nangis Pak"
"Eh,,,, jangan nangis disini"

Begitulah obrolan saya dengan siswa bernama Lina. Dia terlihat pesimis, namun terus saya motivasi agar terus maju.

Tak terasa saatnya pengumuman.

JENG JENG JENG........

Dan....
Siswa saya....
Berada di posisi......

Terbawah

Alhamdulillah...
Semuanya tetap disyukuri. Karena itulah hasil dari kerja keras

Tidak perlu pesimis dan kecewa. Memang begitulah adanya. Yang terpenting adalah tetap semangat dan terus mencoba.

Insya Allah akan menjadi semakin baik

Senin, 13 Maret 2017

Tulisan bermakna tinggi

"Pa saef, status di fb itu dapet darimana? Keliatannya maknanya tinggi banget", celoteh seorang guru saat bersantai di kantor.

Akhir-akhir ini saya sering update status tentang selftalk. Anda tau apa itu selftalk??

Secara sederhana selftalk dapat diartikan berbicara pada diri sndiri. Tahukah Anda bahwa sehari manusia bisa berbicara pada diri sendiri sebanyak 15.000 kali? Masa sih??? Perlu bukti?

Contohnya
"Duh, capek banget ya"
"Ah... Masih ngantuk"
"Nanti ajalah, masih ada waktu"
Daaaannn masih banyak lagi

Ternyata setiap ucapan yang terlontar menimbulkan efek yang luar biasa. Ia dapat mentrigger otak manusia berdasarkan apa yang diucapkan.

Mari usahakan senantiasa berucap hal-hal positif, sehingga diri kita berada di kondisi positif.

Sekian

Jumat, 10 Maret 2017

Tersenyumlah

Tersenyum bukanlah hal yang sulit
Justru sangat mudah dilakukan
Cukup menarik bibir bagian kanan dan kiri dengan jarak yang sama agar seimbang
Ditambah dengan mimik wajah ceria yang menambah kesan manis

Namun
Bisakah Anda tetap tersenyum
Disaat ujian menyapa
Disaat masalah datang
Disaat cobaan menghadang

Justru pada saat-saat seperti itulah seharusnya kita memasang senyum termanis yang dimiliki

Mengapa????

Karena sebenarnya Allah memperhatikan Anda
Allah menguji Anda

Bukankah ketika akan naik kelas perlu adanya ujian??

Begitupun Allah menguji Anda. Untuk melihat apakah Anda layak naik kelas atau tidak

Maka tersenyumlah apapun kondisi yang sedang Anda hadapi

Karena dengan tersenyum, masalah akan terasa mengecil dan solusi akan semakin besar

Sekian

Rabu, 08 Maret 2017

Gemericik Air

Brum.... Brum.......

Motor melesat jauh melewati pohon yang rindang, mendaki gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Laaaahhhh... Malah nyanyi. Wkwkwk

Ada yang tau lagu itu? Kalo tau, fix anda angkatan 90an. Hehehe

Oke lanjut ke cerita

Setelah berhasil mengabadikan pepaya-pepaya yang ranum, saya kembali ke rumah untuk bersiap menuju lokasi praktikum penjaskes. Kini saya melalui daerah perkotaan yang ramai lancar dengan cuaca bersahabat.

Saya memasuki lokasi dan terlihatlah banyak siswa yang sedang bermain air.

Ya, praktek kali ini tentang renang gaya bebas.

Apa saya ikut praktek? NO....
Menilai praktek renang? NO...
Berenang? NO...

Terus ngapain?????

Saya hanya menonton

Nonton doang? Yup...

Saya diminta menemani siswa yang sedang praktek renang dengan guru penjas didampingi oleh pasangan saya. Oke bukan pasangan sebenarnya, tapi staf saya. Katanya sih saya diminta "Menjaga Anak-anak dari marabahaya"

Akhirnya saya hanya duduk termenung seorang diri ditepi kolam renang dan ditemani gemericik air.

"Pak, ga renang tah?", tanya seorang siswa
" Udah", jawab saya singkat
"Kapan pak?", siswa saya mulai kepo
" Dulu", kata saya sambil tertawa garing

Entahlah
Saya dari rumah sudah mempersiapkan perbekalan yang cukup untuk renang. Tapi begitu sampai lokasi saya hanya duduk termenung.

Rasanya duduk saja sudah cukup bagi saya. Sambil sesekali melihat wajah siswa yang tertawa riang ditemani gemericik air yang terasa begitu menenteramkan jiwa.

Mungkin bagi orang lain, saya ini buang-buang uang saja ke kolam renag malah duduk.

Siapa bilang????

Saya disini gratis weee.... Wkwkwk

Tapi sekali lagi entahlah. Saya suda cukup puas dengan yang saya rasakan. Kedamaian ini yang saya cari.

8 Maret 2017
Di bawah pohon rindang

Senin, 06 Maret 2017

Cahaya berganti

"Duh... Panas banget ya pa", kata seorang siswa saya sambil mengipas wajahnya dengan tangan.

Hari minggu pagi saya dan beberapa siswa berencana melakukan refreshing di sebuah tempat rekreasi baru. Jam 9 kami sudah berkumpul. Sambil menunggu beberapa anak yang belum terlihat batang hidungnya, kami mengobrol dengan lawakan garing.

Setelah semua siap, kami cusss berangkat menuju lokasi. 5 menit waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut

Linggarjati Garden

Nama yang menarik dengan penawaran wahana kolam renang anak, beberapa unggas seperti angsa dan burung, dan juga fasilitas outbond, kemah, serta villa.

Kami meletakkan barang bawaan serta rehat sejenak. Tak lama anak-anak berlarian menuju suatu titik. Saya yang kepo akhirnya memperhatikan langkah mereka. Ternyata mereka menuju sebuah benda bernama trampolin.

Anda tahu trampolin?
Kalo ga tau, silakan tanya ke mbah google. Hehe....

Wajar saja mereka sangat bersemangat, karena memang sangat jarang arena rekreasi yang menyediakan benda tersebut. Sayapun sebenarnya baru pertama kali lihat. Hehe...

Oke kita lanjut.
Setelah cukup dengan bermain akhirnya kami kembali berkumpul di dekat kandang angsa. Menikmati udara sejuk ditemani kicauan angsa yang bersahutan.

Tak lama langit mulai kelam dan menitikkan air mata. Oke oke,, maksudnya air hujan. Tak lama berselang air itu mengundang temannya dengan jumlah tak terhingga yang membuat kami lari terbirit-birit.

"Dasar ya ujan, ga ngasih kode dulu", celetuk seorang siswa

"Emangnya cewek, pake kode segala", batin saya

"Padahal tadi panas banget ya Pak. Sekarang malah ujan deres. Itu gunung disana aja sampe ga keliatan saking deresnya", kata siswa yang lain

Ya, memang akhir-akhir ini cuaca mudah berubah. Kadang siangnya panas, sore hujan. Kadang pagi hujan, siang terang benderang. Atau seperti hari minggu ini, pagi sangat cerah namun tiba-tiba hujan.

Sebenarnya bukan itu masalahnya. Yang jadi masalah adalah terkadang manusia mengeluh atau ngedumel karena cuaca yang berubah-ubah. Padahal ada hikmah dibalik semua kejadian.

Mungkin Allah ingin menyuburkan tanaman yang kering dengan hujan.
Mungkin juga Allah ingin mempermudah proses fotosintesis tanaman dengan adanya panas.

Jadi. Masalah yang sesungguhnya bukanlah kondisi di sekitar kita, melainkan bagaimana kita merespon setiap kondisi atau permasalahan yang hadir.

Respon yang terbaik adalah respon positif. Karena jika kita memberikan respon positif, maka yang akan diterima adalah hal positif pula. Begitupun sebaliknya.

Mari biasakan respon positif

Sekian,

Jumat, 03 Maret 2017

The Power of Word

Tahukah Anda bahwa perkataan mampu mempengaruhi diri Anda?

Kadang tanpa sadar kita pernah mengucapkan kata-kata negatif seperti

Saya ga bisa
Saya ga mampu
Saya pusing
Badan saya sakit banget
Dan banyak kata-kata negatif lainnya

Ternyata ketika Anda mengucapkan kata-kata tersebut, maka seluruh organ tubuh akan mengamini kata tersebut.

Ketika mengatakan

Saya pusing

Maka organ tubuh akan merespon sehingga terasa semakin pusing.

Maka berhati-hatilah saat Anda berkata. Karena

"Allah bergantung prasangka hamba-Nya"

Biasakan diri berkata yang baik-baik
Maka kebaikan akan mendatangi kita

Sekian