Menulislah

Jumat, 26 Februari 2016

Bicara Tentang Jodoh

"Mas, mau nikah ga?", tanya seorang teman suatu ketika
"Pertanyaan macam apa ini?", batin saya
"Ya mau Pak", jawab saya sedikit tegas
"Yaudah sama anaknya Pak xxx aja. Bentar, saya cari dulu fotonya", jelas teman saya sambil mengotak-atik hpnya
"Nah, ini fotonya", lanjutnya sambil menyodorkan hp
"Oh...", jawab saya.

***
"Loh... ko oh doang sob?"
"Trus mesti jawab apa?"
"Emang kagak cakep?"
"Wih.... Cuuaaaaantik buanget bro"
"Lah trus???"
"Yaa ga ada terusannya"
"Gubrak"
"Hehehe....."

Ini ceritanya lagi ngobrol sama diri sendiri
***

"Ini karyawan B** juga Pak?", tanya saya
"Iya mas", jawabnya
"Nanti deh Pak, saya mau lulus dulu


*************************************

Itulah percakapan yang pernah terjadi dan beberapa kali saya jumpai. Ya, masalah menikah. Masalah yang cukup berat bagi saya. Sudah beberapa kali ada yang menyuruh saya "dengan si ini aja, dengan si itu aja". Namun hanya dapat saya jawab dengan senyuman manis. Bukannya saya tidak mau, bukannya saya tidak suka, bahkan sangat suka. Karena paras yang disuguhkan begitu menyilaukan mata dan sangat mempesona layaknya bidadari surga (kayak pernah ke surga aja wkwkwk). Tapi memang ada satu hal yang tak dapat saya lewati. Saya ingin lulus dulu. Begitupun bapak saya sangat ingin saya lulus dulu baru memikirkan pernikahan.

Ya, saya pikir memang lebih baik seperti itu. Karena memang kondisi saat ini tidak memungkinkan. Ditambah lagi saya yang masih miskin penghasilan. Meskipun saat ini saya mengajar di tempat bimbel milik teman, namun penghasilan belum mencukupi (Tapi alhamdulillah cukup membantu untuk beli pulsa dan perlengkapan kuliah). Untuk kuliah saja masih "nodong" orang tua, bagaimana mau mencukupi keluarga?? Mungkin ini alasan yang sangat mainstream bagi lelaki tampan (iya amat wkwkw) masa kini, "EKONOMI". Belum adanya penghasilan, belum ada motor, rumah, mobil, gedung, dan sebagainya.

Namun bagi saya pribadi, minimal sudah menyelesaikan kuliah dulu setelah itu baru memikirkan pernikahan. Karena kelulusan saya merupakan hal yang ditunggu-tunggu di keluarga mengingat Kakak saya yang tidak kuliah, bahkan banyak saudara sepupu dan paman yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Dan ini akan menjadi sebuah rekor. Bukan lagi "Tukang Bubur Naik Haji" melainkan "Tukang Bubur Menyekolahkan Anak Sampai Perguruan Tinggi".

Kembali berbicara mengenai jodoh. Terkadang manusia memiliki kriteria yang melambung tinggi mencapai angkasa (lebay wkwkw). Ingin calon istri yang cantik, putih, tinggi semampai, rambut panjang, mata coklat, pendidikan tinggi, orang berada, dan puluhan kriteria lainnya. Ada juga yang memberikan kriteria "yang bisa menerima Aku apa adanya". Tapi ketika dihadapkan dengan calon yang (maaf) jelek, kurus, item, gak punya apa-apa akhirnya dia bilang "ada pilihan lain???".

Menyikapi masalah jodoh yang begitu rumit, terlebih bagi mahasiswa akhir yang membutuhkan dorongan penuh (seperti saya wkwkw) maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat. Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung." (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21.)


Pilihan terbaik adalah melihat bagaimana agamanya. Ketika seorang wanita baik agamanya, maka kecantikan, kekayaan yang ia miliki adalah nilai lebih. Lalu bagaimana bagi yang belum siap? Persiapkan diri, mental, dan apapun yang perlu dipersiapkan demi menjemput pujaan hati.

**************************************************
Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati

Ku pohonkan petunjuk Ilahi
Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati

Oh Tuhanku
Berikanlah ketenangan abadi
Untukku menghadapi
Resahnya hati ini mendambakan kasih
Insan yang ku sayang

C/o:
Di hati ini
Hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini
Aku rindu padamu
Tulus sanubari
Menantikan hadirmu
Hanyalah kau gadis pilihanku

Kerana batasan adat dan syariat
Menguji kekuatan keteguhan iman
insan yang berkasih


UNIC - Hanya Tuhan Yang Tahu

**************************************************

#FebruariMembara

10 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Lirik lagu siapa ya itu belum pernah dengar? Hehhehe

    Btw, semangat kang sae! Untuk skripsinya Dan untuk mnenjemput jodohnya.!!

    BalasHapus
  3. Semangat bang sae, pasti berkah nantinya. Fighting fighting fighting. Yuhuuu, hidup mahasiswa semester akhir.

    BalasHapus
  4. Semangat bang sae, pasti berkah nantinya. Fighting fighting fighting. Yuhuuu, hidup mahasiswa semester akhir.

    BalasHapus
  5. Lirik lagu nasyid UNIC mba.
    Insya Allah tetep semangat.
    Beginilah mahasiswa tingkat akhir, bahagianya tiada akhir wkwkwkw

    BalasHapus
  6. Padahal calon yang dicomblangin sama Emak-Emak ODOP udah ada ... tinggal nunggu ijazah sama struk gaji, lalu ngajuin proposal deh ....

    BalasHapus
  7. Ditunggu undangan makan2nya ya kang sae

    BalasHapus
  8. heh anak kecil (audrey). ngomong apa kau??? wkwkw

    BalasHapus