Menulislah

Senin, 01 Februari 2016

Gelap

Aku berjalan keluar masjid saat..

Jeleggeeerrrrr...............

Suara gemuruh cumiakkan telinga menyambut langkahku. Ya, malam ini awan gelap kembali menyapaku. Awan hitam menyelimuti semburat cahaya oranye semenjak sore tadi. Ia menyelimuti bumi dan menghalau cahaya indah senja dan malam ini, seolah ia mengerti betapa kelamnya hatiku malam ini (cieee).

Tiktiktiktik.....
Rintik hujan masih ditemani oleh gemuruh. Saat ini sama dengan malam-malam sebelumnya. Rintik hujan senantiasa menemani. Namun saat ini lebih damai dibandingkan kemarin. Di waktu yang sama kemarin, gemuruh terdengar mengerikan. Ia bersahutan disertai suara yang membuat jantung ini kembang kempis menipis.

Aku merindukan malam nan indah ditemani ribuan bintang. Bintang-bintang berkelap-kelip manja menatapku. Ah... betapa indahnya.

Aku senang merebahkan tubuh di atas ubin di halaman masjid yang berjarak beberapa langkah di depan rumah. Menatap indahnya langit malam bertabur bintang. Aku sering mengajak kawanku duduk disana saat ia berkunjung di rumah. Bersenda gurau, merebahkan badan ditemani hawa dingin malam yang menyelimuti diri dan gemerlap bintang di hadapan tanpa penghalang apapun.

Tahukah Engkau kawan? Malam memang gelap. Namun dibalik gelap, ada cahaya terang disana. Ia berhamburan di setiap penjuru langit. Menampakkan keindahan langit yang tak dapat dilihat saat sang surya bersinar.

Saat Anda dirundung nestapa, masalah, problema, kesedihan, bingung, terpuruk, dan hal lain yang menerpa. Ingatlah bahwa disana ada cahaya, jalan keluar, kebahagiaan, kedewasaan yang telah Allah siapkan bagi Anda.

Jangan lihat gelapnya malam, tapi perhatikan cahaya bulan dan bintang

SUBHANALLAH....

#FebruariMembara
#Day1


3 komentar: