Menulislah

Sabtu, 06 Februari 2016

Lumba-Lumba

Jam 12:30 Aku bersiap-siap memakai pakaian rapi. Batik (yang dikasih waktu nikahan saudara) dipadukan dengan celana panjang hitam dan sandal jepit. Wkwkwk.

Ngapain pake batik??? Mau ke kondangan??? Bukaaaan. Mau ketemu walikota??? No no no. Trus mau ngapain???? Aku mau nonton lumba-lumba. Hahahaha

What???? Lumba-lumba??? Yeah...

Tempat bimbel dan les dimana Aku mengajar mengadakan study tour ke pertunjukan lumba-lumba. Pertunjukan ini sudah digelar sejak 2 minggu yang lalu di lapangan sumampir.

Aku berangkat menuju tempat bimbel pukul 13:15. 15 menit kemudian Aku sampai di tempat. Aku menunggu (menunggu, sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku. Lah jadi lagu zivilia. Wkwkwk) hampir sejam, akhirnya kami berangkat (ke medan perang wkwkw) ke lapangan sumampir. Sampai disana langsung masuk ke arena pertunjukan. Jam 15:00 pertunjukkan dimulai.

Pertunjukan pertama adalah burung. Burung apa lupa dah. Hehe... Dilanjutkan dengan atraksi beruang madu dan musang.

Pertunjukan terakhir adalah sang idola. Siapa lagi kalo bukan lumba-lumba (horeeeee). Atraksi main bola, joget, menyanyi, dan sebagainya. Sungguh luar biasa.

Selain itu, ada pula penjelasan mengenai lumba-lumba. Pertunjukan ini didatangkan dari kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Semoga anak-anak dapat mengambil ilmu dan pengetahuan dari kunjungan ini

Terima kasih

**pukul 16:00 di parkiran sambil nunggu anak-anak kumpul

#FebruariMembara


3 komentar:

  1. Jadi inget beberapa tahun silam ada petisi larangan memperkerjakan hewan termasuk pertunjukan lomba2. Tapi nggak tahu hasil finalnya gimana.

    Semoga kau selalu baik-baik saja ya dimanapun dan kapanpun *ngomong sama lumba2*

    BalasHapus
  2. Lapangan sumampir mana kang sae?

    BalasHapus
  3. oh.. ada petisinya ya mba. saya baru tau.

    di cilegon, banten mba

    BalasHapus