Peribahasa mengatakan, "Buku adalah jendela dunia. Dan membaca adalah kuncinya". Saya ingin menambahkan satu kalimat. "Menulis adalah kunci dari segala ilmu". Mengapa demikian?
Ketika Anda mempelajari bidang ilmu tertentu. Kemudian membaca berbagai buku yang bersangkutan. Maka ilmu yang terserap hanya 20%. Sedangkan jika ilmu tersebut anda tulis, maka daya ingat Anda mampu menembus angka 50% bahkan 70%. Hal ini dikarenakan saat menulis, maka Anda dituntut untuk membaca lebih dalam dan memahami lebih dalam pula.
Bahkan saya teringat perkataan seorang guru. "Jika kalian hanya mendengarkan dan melihat pelajaran, maka kalian hanya akan ingat saat pelajaran berlangsung. Ketika pelajaran berakhir, ilmu itu akan menguap hilang ditelan bumi".
"Maka tulislah apa yang kamu baca. Dan baca apa yang kamu tulis"
Membiasakan diri untuk menulis bukanlah hal mudah. Proses menulis itu susah susah gampang. Banyak masalah yang timbul ketika akan atau sedang menulis. Jalan berliku, jurang terjal, serta tanjakan curam senantiasa menyapa. Bingung apa yang akan ditulis, tidak mood, tidak ada ide, malas, dan segambreng masalah lain (apa pula ini segambreng wkwkwkw).
Ibarat bermain layang-layang, ada saatnya ditarik dan diulur. Saat angin kencang, kita cukup mengulur benang dan wussss layang-layang akan membumbung tinggi. Namun saat angin pelan lemah gemulai, perlu perjuangan ekstra dengan cara menarik benang agar sang layang mampu bertahan di angkasa.
Begitulah saya. Saat semangat memuncak, hanya butuh beberapa menit untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Seolah-olah jemari ini menari-nari di atas tuts keyboard dengan gerakan nan elok.
Namun ketika badai datang, perlu ada 'tarikan-tarikan' keras yang mampu menghentak diri ini terus melaju meskipun badai datang, topan menghadang, serta negara api menyerang. Wkwkwkw
Seketika kata-kata maha dahsyat sang maestro menggema,
"Wahai anak muda, celakalah yang hanya menulis karena mood"
Terima kasih
#FebruariMembara
Hahaha...
BalasHapusSemoga kita tidak menjadi celaka yaa...
"Sang maestro" jadi komentar pertama...
BalasHapus