Menulislah

Senin, 22 Februari 2016

ODOP Lagi...

Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke daerah puncak? Jika pernah, Anda pasti menjumpai jalan berkelok ditambah tanjakan menjulang tinggi serta turunan curam. Kanan kiri memandang terlihat hamparan perkebunan nan indah dan pemandangan lainnya. Namun jangan salah, jika kurang waspada Anda akan dihadapkan jurang nan terjal dan mengerikan.

Inilah gambaran curahan hati saya selama menjadi penghuni Komplek ODOP. Komplek ini dibangun oleh seorang tokoh fenomenal yang cetar membahenol *eh* bernama Bang Syaiha. Beliau memberikan secercah harapan bagi saya, seorang manusia dari kalangan introvert yang sangat mahal suaranya (karena pendiam) agar menjadi bagian penghuni awal komplek yang mulai dirintis itu.

Begitu banyak lika-liku kehidupan yang saya jalani di Komplek ini. Dimulai dari semangat menggebu, semangat membara, semangat mengecil, sampai semangat menghanyutkan layaknya nyala lilin yang tertiup angin topan. Selama perjalanan sudah banyak tantangan yang mesti dilalui. Diawali dengan 'membuat' apa saja tiap hari, tema yang ditentukan, bahkan sampai mengurusi sebuah 'rumah bersama' yang kami sebut "Himpun Kata".

Catatan sipil saya sangatlah buruk. Banyak 'lubang' disana-sini. Rumah saya terlihat sangat buruk. Tak terlihat renovasi sedikitpun disana.

Namun ternyata kisah perjalanan saya di Komplek ini 'banting stir'. Bermunculan 'penghuni baru' komplek ini. Dan juga ternyata lebih bervariatif. Ada kumpulan ibu-ibu PKK, ada persatuan calon emak-emak, ada bapak-bapak nan kece badai, ada pula pedagang buah semisal jeruk, ada pemuda tampan nan gagah (gemulai) yang tingkat absurdnya melebihi dewa, dan masih banyak aneka ragam (satwa *eh) didalamnya. Komplek yang semula berisi 30 orang penghuni, kini berubah menjadi 100 penghuni dengan segala keunikannya.

Dari sekian banyak penghuni Komplek ini, ada satu orang yang menyedot perhatian saya. Dia adalah seorang gadis (kecil) yang manis, lugu (tapi boong), dan smart (entah ini bener apa ngga). Sebut saja dia A. A mempunyai potensi yang luar biasa. Ia mampu meningkatkan keaktifannya sampai level maksimal. Karena keaktifannya itulah, Ia sekarang menjadi perbincangan ibu-ibu PKK. Mungkin ia akan dijodohkan dengan salah satu anak mereka (bisa jadi wkwkw). Namun yang membuat saya salut adalah di usianya yang masih (terlalu) muda itu, ia mampu menciptakan karya yang luar biasa. Dan ini patut dicontoh oleh anak-anak seumurannya (jangan lupa jadi mantu ibu PKK wkwkw).

Aaaahhhh..... (ceritanya menghela napas panjang)
Petualangan saya di Komplek ini masih panjang dan berliku. Jangan sampai diri ini kembali terjerembab ke jurang nan dalam dan juga membuat 'lubang' di rumah kediaman. Kini ramai disini. Dan kini, saya semakin betah disini. Semoga perjalanan ini indah di penghujungnya. Aamiin....

Terima kasih

#FebruariMembara

11 komentar: