Pagi ini saya bersiap-siap ke kampus setelah sejenak membantu bapak menyiapkan bahan dagangan. Sebelum berangkat saya menyempatkan membaca kembali materi yang akan diseminarkan.
Ya, hari ini saya seminar proposal. Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya tibalah masanya. Pukul 07:30 saya berangkat ke kampus mengendarai motor kesayangan. Sampai kampus, kumpul dengan kawan di kantin. Jam 9 kami menuju lab komputer. Sampai di lab kami menulis nama sesuai kehadiran di lab dan menunggu giliran.
Tiktok....tiktok....
Setelah menunggu 30 menit, tibalah giliran saya. Tangan dingin, keringat sebesar biji jagung, dan jantung berdebar selama berjalan memasuki lab.
"Assalamu'alaikum wr wb. Terima kasih kepada bapak dosen yang sudah hadir. Saya akan mempresentasikan judul skripsi saya", demikian saya membuka presentasi proposal tadi pagi.
Bla..bla..bla..
Sekitar 20 menit saya berjibaku dengan pertanyaan. Alhamdulillah selesai, namun hasilnya meragukan.
"Nanti jam 1 ketemu saya ya di jurusan untuk keputusannya", ucap Pak I sesaat setelah selesai presentasi.
Saya berjalan keluar ruangan dengan murung. Banyak pertanyaan yang tak dapat dijawab. Bahkan rasanya presentasi saya sangat mentah. Sampai di luar ruangan, kawan-kawan bertanya.
"Gimana din tadi seminarnya?", tanya salah seorang kawan
"Gatau nih. Masih abu-abu", jawab saya lemas.
Yang membuat lemas adalah dosen konsultasi judul yang saya bawa mulai semester ini ditugaskan sebagai kajur jurusan baru di kampus C. Dan juga arah dari judul ini masih membingungkan.
Haaaah....
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana ini ? Apa bisa lolos.
Deg....
Jantung saya tiba-tiba tersentak seolah-olah hendak mencelos keluar. Teman saya dengan dosen konsultasi yang sama, proposalnya ditolak. Saya dengan dia berbeda konsentrasi. Pada konsentrasi telekomunikasi, hasil seminar langsung diumumkan. Tapi untuk konsentrasi Instrumentasi Kendali diumumkan jam 1 siang.
Bagaimana ini???
"Dah yuklah ke kabel dulu, nyantai", ajak teman saya yang lain setelah semua selesai seminar.
Kami berjalan menuju 'kabel'. Kabel ini singkatan dari 'Kantin Belakang'. Ada-ada aja ya. Wkwkwkw
Di kantin, saya tidak dapat konsentrasi. Masih sangat melekat pertanyaan ini. Bagaimana nasib saya.
"Dah sae, jangan dipikirin trus. Semua indah pada waktunya", kata seorang kawan seraya merangkul bahu saya
"Kapan indahnya?"
"Ya nanti pada saatnya", jawab dia
"Saatnya kapan?", tanya saya lagi
"Hahahahaha.....", ketawa semua. Entah kenapa
Ya beginilah saya. Ketika di keramaian hanya dapat memperhatikan yang lain mengobrol dan bercanda. Hanya melihat, mendengar, ikut tertawa ketika terdapat hal lucu, namun tidak dapat 'nimbrung' obrolan mereka.
"Ko lama banget ya jam 11 ke jam 1? Mending shalat dzuhur dulu deh. Udah adzan juga", pikir saya sekaligus mengajak teman-teman ikut ke masjid.
Sudah jam 1. Langsung berangkat ke lantai 2 menuju ruang jurusan.
Ternyata eh ternyata.... Sedang rapat jurusan. Alhasil harus menunggu sampai rapat selesai.
Tiktok...tiktok...
Pukul 14:30 Pak I keluar ruangan mengumumkan hasil seminar.
"Pada dasarnya semua diapprove. Tapi banyak yang harus diperbaiki", jelas Pak I
"Muhammad Saepudin. Pembimbingnya Pak R ya", lanjut Pak I
Wow.... Dibimbing Pak R???? Dosen senior dan terkenal cukup sulit 'ditaklukkan'. Luar biasa. Semoga diri ini kuat.
Begitulah. Semua indah pada waktunya. Penantian panjang membuahkan hasil.
Terima kasih
#FebruariMembara
Semangat kang ^^
BalasHapusmakasih mba ^_^
BalasHapus