Matahari menyunggingkan senyuman. Menampakkan keindahan yang tak ada duanya. Saya duduk disini, di sebuah batu hitam. Tempat favorit untuk mengistirahatkan tubuh. Keringat bercucuran bak banjir bandang di musim penghujan.
Ah.... Sejuknya sore ini. Angin sepoi-sepoi mengguncang ranting. Suara gesekan daun layaknya gesekan biola nan indah.
"Oiii bro, jangan bengong. Kesambet lo", seorang teman berteriak dari kejauhan.
"Sante sob", jawab saya dengan acungan jempol dan senyum istimewa.
"Nyengir aja lo. Ngeri gua liat lo cengar cengir", katanya.
"Hahaha", saya hanya tertawa mendengar ocehannya.
Angin menimbulkan efek segar pada tubuh setelah lelah bermain bola sore ini. Seperti biasa, saya hanya bermain di babak pertama. Selanjutnya Saya hanya duduk di tempat favorit sambil melihat sekitar dan menikmati angin sore.
Saya melihat sekeliling. Banyak anak-anak yang bermain bola, layang-layang, kejaran, dan....
Tunggu... Siapa itu? Seseorang berjalan di ujung sana. Berjalan perlahan dan terlihat anggun. Seketika saya melihat ia berjalan di atas karpet merah. Ia mengenakan pakaian yang sangat indah. Namun sayang, wajahnya tak nampak.
Waktu berjalan lambat. Daun-daun berguguran. Angin menerpa perlahan. Indahnya ciptaan Illahi.
Plakkkk
"wadawwww.... Sapa nih yang nabok gua?"
"Gua. Mau apa lo?", jawab seorang teman saya.
"Lo dipanggil-panggil dari tadi ga jawab. Yaudah gua tabok. Buru pulang. Dah mau malem nih", jelasnya.
Loh... Iya ya. Kenapa sekarang mulai gelap ya? Padahal tadi masih terang. Saya bergegas bangkit dan berjalan pulang.
Sang surya semakin dekat dengan peraduannya. Lampu-lampu mulai berkelap-kelip di penjuru rumah. Sayup-sayup terdengar suara adzan di masjid dekat rumah. Saya harus bergegas sampai rumah dan mengejar shalat berjamaah. Di sepanjang perjalanan, ada satu pertanyaan yang terus bergentayangan di otak ini.
SIAPA DIA???
#FebruariMembara
Kalau dibuat gue semua, apa saya semua, kayanya lebih enak dibaca bang. :)
BalasHapusKalau dibuat gue semua, apa saya semua, kayanya lebih enak dibaca bang. :)
BalasHapusDatengin orangnya kang, jangan sampe engga
BalasHapusgitu ya mba. maksud saya sih kan beda bahasa pergaulan sama narasinya. tapi makasih sarannya.
BalasHapusapa sih mba ana. hehehe....