Menulislah

Kamis, 08 Desember 2016

Makan-makan

"Pak, Bu. Hari ini Bu K**** ultah loh. Trus mau ngajak makan-makan", kata Pak B***

"Wih... boleh tuh Bu. Ayolah berangkat pas pulang sekolah", sahut seorang guru

"Ayo-ayo", guru yang lain terlihat bersemangat

Sepertinya memang manusiawi ya. Kalau ada yang traktiran pasti semangat (termasuk saya. Wkwkwk)

Berangkatlah kami menuju sebuah lokasi bernama Waras Farm. Setelah memilih tempat lesehan, kami pun memesan menu andalan. Ya, tak lain adalah Sego Pecel. Tempat ini memang cukup spesial, berada di pegunungan wilayah Cilegon dengan view yang bagus (dan ternyata lokasinya bagus untuk selfie loh. Hehehe). Bahkan saya pernah menjumpai proses video clip sebuah band di lokasi tersebut.

Waras Farm merupakan tempat agrowisata yang menyiapkan saung-saung untuk santap siang yang dikelilingi oleh tanaman-tanaman hijau dengan buah yang menggiurkan. Jika ingin membeli bibit pohon, disini bisa. Atau beli buahnya saja juga bisa.

Selepas mengobrol dan bercanda ria (dan membully kami-kami yang masih single. Wkwkwk), kami beranjak pulang. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:45.

Saya bergegas pergi menuju kampus tercinta.

Entah mengapa tulisan saya kali ini berantakan (Mungkin efek kekenyangan. Wkwkwk). Kita bertemu lagi esok hari.

Cayoooo....

Selasa, 06 Desember 2016

Alkisah

109,0 FM Kang Sae Radio
Menginspirasi Diri dan Sesama
(Mantap toh. Hehehehe)

Masih bersama Saya dalam acara kisah-kisah inspiratif. Kali ini, Saya akan menceritakan sebuah kisah yang semoga dapat Anda petik hikmahnya.

**********
"Hmm.... Bagus warna merah atau putih ya? Setahuku si ayang sukanya warna putih", gumam sesosok pria yang sering dipanggil Gilang.

"Bagaimana Pak? Sudah menentukan pilihan?", sapa seorang pramuniaga padanya.

"Sebentar mba, Saya masih bingung", jawabnya.

"Kira-kira menurut mba bagusan putih atau merah?", tanya Gilang pada pramuniaga tersebut.

"Menurut Saya lebih bagus warna merah. Manis", jawab sang pramuniaga.

"Oh... makasih mba", jawab Gilang sambil tersenyum lebar ke arah pramuniaga.

"Ada apa ya Pak? Ko melihat saya begitu?", tanya pramuniaga sambil sedikit menjauh melihat kelakuan calon pembelinya.

"Makasih udah bilang Saya manis", kata gilang sambil tersenyum lebar sekali.

"Eh... Hehehe", sang pramuniaga menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Ini orang kayaknya agak stres deh", gumam pramuniaga sambil melihat pelanggannya dari ujung kepala sampai kaki.

"Yasudah saya pilih warna putih mba. Sekalian dibungkus ya", kata Gilang dengan jelas dan mata berkaca-kaca

"Baik mas", jawab pramuniaga dengan mantap namun heran
"Trus tadi ngapain minta pendapat saya. Huuuhh....", gerutunya

Gilang pulang dengan hati riang gembira. Iya menuju sebuah rumah sederhana yang kini ia tinggali bersama istri tercinta.

"Dek..", panggil Gilang

"Ya Aa", sahut sang istri seraya menghampiri Gilang yang sudah duduk di sofa kesayangan.

"Selamat ulang tahun pernikahan ya sayang", kata Gilang dengan wajah berseri-seri seraya menyerahkan kado yang sudah dipersiapkannya.

"Oh... eh, i..iya Aa. Makasih ya. Hmm...", jawab sang istri yang terlihat berpikir dalam-dalam

"Kenapa Dek?", tanya Gilang yang melihat gelagat aneh istrinya

"Sebentar deh A, ini maksudnya apa ya? Ulang tahun?", sang istri membolak-balik kado keheranan

"Iya. Hari ini kan hari ulang tahun pernikahan kita", jawab Gilang

"Kan bulan depan Aa", kata sang istri geram

"Eh...iya ya. Hehehe", kata Gilang sambil menggaruk kepalanya

"Yaudah deh A gapapa. Makasih ya kadonya. Aku buka nih", sang istri mulai membuka bungkus kado tersebut

"Aaaaaaaaaa.......", sang istri berteriak

"Gimana Dek, bagus kan?", tanga Gilang dengan lembut

"Kenapa Aa beli boneka tikus???? Aku kan geli iiiihhhh", tanga istri geram

"Loh...kamu kan suka sama tikus putih dek", Gilang berkata keheranan

"Aku itu suka sama hamster Aa", jawab sang istri lirih

"Emang beda ya?", tanya gilang polos

"Ya jelas beda atuh Aa", jawab sang istri sambil menepuk jidat
**********

Begitulah kisah inspiratif hari ini. Semoga sahabat dapat mengambil hikmahnya. Jika tidak ada, ya anggap aja ada ya. Jika seru, alhamdulillah. Jika tidak, ya anggap aja seru (ini apaan sih ya. Wkwkwk)

Kita bertemu lagi esok hari...

Cayooo....

Senin, 05 Desember 2016

Hari Pertama

Saya menjalankan motor dengan perlahan. Bukan karena santai. Bukan pula karena saya tak dikejar waktu. Justru saat ini saya sedang berpacu dengan waktu. Namun karena jalan masih menyisakan rintikan air langit sejak semalam, terpaksa motor ini diperlambat.

Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan UAS di sekolah tempat saya bertemu dengan anak-anak yang selama setahun ini mengiringi langkah saya. Dan saya datang terlambat. Hahaha (bangga banget ya)

Tugas saya hanya menyiapkan lembar soal yang akan dibawa ke ruangan. Simpel memang, tapi kalau tidak dikerjakan tentu tidak akan selesai, bukan?

Hmm.... nulis apa lagi ya? Rasanya banyak yang ingin ditulis, tapi entah apa. Sepertinya saya mulai lelah. Hehe...

Intinya adalah hari ini kota tercinta masih diselimuti awan gelap dan angin sepoi-sepoi yang mampu menumbangkan motor (emang bisa ya???)

Oke, itu saja untuk hari ini. Kita bertemu kembali esok hari.

Masih di 109,0 FM Kang Sae Radio
(Abaikan, mulai gaje. Wkwkwk)

Minggu, 04 Desember 2016

Bedah Buku bersama Kang Abay

Hujan masih mengguyur semenjak semalam. Udara kota yang biasanya panas kini menjadi sejuk. Jam menunjukkan pukul 8 pagi. Saya bersiap dan memanaskan motor kesayangan.

Wussss meluncur ditemani rintik hujan. Tak berapa lama saya sampai di tujuan. Dan ternyata acaranya sudah mulai.

Ya, hari ini saya mengikuti acara bedah buku "Singlelillah" bersama Kang Abay, seorang motivasinger. Kegiatan diawali dengan motivasi oleh tim motivasi, dilanjut dengan acara inti.

Kali ini Kang Abay membahas tentang Cita dan Cinta.

Cita-cita... "Apakah kamu memiliki cita-cita?"

Itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan beliau. Untuk mengetahui cita-cita, pertama kita harus mengenali apa potensi yang ada pada diri kita. Langkah-langkahnya pertama adalah tanya hati. Dekatkan diri kepada Allah yang telah menciptakan hati

Kedua adalah bertanya pada masa lalu. Lihat apa saja yang sudah kita lakukan di masa lalu. Mungkin itu adalah potensi yang Allah berikan pada kita.

Yang terakhir adalah melakukan tes kepribadian. Ini untuk memperkuat kesimpulan kita.

Kemudian bagaimana agar potensi itu dapat dijadikan sebuah profesi?
Kita perlu membaca buku, mengikuti komunitas, dan berlatih.

Bahasan kedua yaitu CINTA.

Ah... ini yang menjadikan diri saya baper positif. Bagaimana tidak, penyampaiannya benar-benar menyentuh hati. Hehe

Ada 3 hal dalam menjemput jodoh. Pertama adalah memantaskan. Ya, memantaskan diri menuju lebih baik, bisa berupa mental, finansial, emosional, spiritual dan sebagainya.

Kedua yaitu mengikhlaskan. Apa yang harus diikhlaskan? Ya mengikhlaskan si dia, melepaskannya. Jika dalam posisi berpacaran, sebaiknya dilepaskan. Kalau memang berjodoh, pasti akan dipertemukan kembali pada waktu dan kondisi yang tepat.

Ketiga yaitu mendapatkan. Bisa jadi mendapatkan seseorang dari masa lalu, atau mendapatkan yang lain yang tentunya lebih baik bagi diri kita.

Kisah cinta Kang Abay sungguh menginspirasi. Beliau mencintai si dia dan melepaskannya. Hingga bertemu kembali kemudian menikahinya.

Terima kasih atas ilmunya Kang Abay. Semoga ilmu ini dapat kami aplikasikan

Sabtu, 15 Oktober 2016

Ketika Kegagalan Menyapa

Kegagalan bukanlah hal yang asing bagi manusia. Layaknya mentari yang pasti muncul setiap hari. Namun banyak respon yang timbul akibatnya. Sama seperti saat mentari menyapa. Ada yang bahagia karena pakaian akan segera kering, ada pula yang mengeluh karena cahayanya yang menyengat.

Ketika kegagalan datang, apa reaksimu? Kecewa? Bersedih? Galau? Atau mungkin bahagia?

Yang mampu menjawab adalah diri anda sendiri. Karena anda yang menghadapinya.

Setiap reaksi pasti akan menimbulkan hal lain. Seperti jika senang, maka akan berpengaruh dengan semangat bekerja. Namun sebaliknya, jika sedih akan mengganggu pekerjaan.

Bagaimanapun juga, masalah merupakan seni dalam kehidupan. Masalah pasti akan datang silih berganti. Entah berat, ringan, sulit, maupun mudah.

Tetaplah hadapi masalah dengan positif

Kamis, 13 Oktober 2016

Karena Hanya Bunda

Sebuah lagu yang akhir-akhir ini saya dengar. Lagu yang dinyanyikan oleh Fachmi dan Dodi Hidayatullah ini mampu menembus relung hati yang paling dalam.

Bagaimana tidak? Lirik yang ada dalam lagu ini sarat akan makna dengan pembawaan suara yang mengalun merdu.

**********
Kau yang selalu menghapuskan semua
air mataku saat aku menangis
Kau yang selalu berdoa merdu
selalu untukku
**********

Pernahkah anda mendengarnya? Cobalah dengarkan. Anda akan dibawa ke dimensi lain untuk melihat ibunda tercinta

**********
Karena hanya Bunda yang mau mengerti
Menerimaku tulus apa adanya
Tuhan sayangilah bundaku tercinta
Bahagiakanlah Bundaku
**********

Selasa, 11 Oktober 2016

Melatih Kesabaran

Profesi tenaga pendidik bukanlah profesi yang mudah. Namun tak dapat pula dikatakan sulit. Mengapa? Karena perlu kesabaran, ketekunan, serta kebijaksanaan.

Bukan hal mudah dalam hal mendidik siswa. Masing-masing pribadi memiliki karakter. Seorang pendidik tak bisa menerapkan satu metode dalam menghadapi perilaku dan tingkah siswa. Perlu banyak cara, strategi, dan siasat.

Karena setiap anak adalah istimewa. Saya teringat dengan sebuah film yang sangat menyentuh berjudul "Taree Zameen Paar". Ada seorang anak yang mengidap disleksia. Namun karena orangtuanya kurang informasi sehingga sang anak dianggap bodoh, pemalas, dan sebagainya. Padahal ia memiliki kelebihan di bidang seni lukis.

Sang anak tertolong ketika bertemu seorang guru kesenian yang mengerti akan kelemahannya. Ia diajarkan membaca dan menulis menggunakan bentuk dan gambar, sehingga pada akhirnya sang anak mampu membaca dan menulis dengan baik.

Kawan, jangan berburuk sangka pada anak-anak yang ada di sekitarmu. Karena mereka merupakan anugerah terindah yang Allah ciptakan dengan berbagai kelebihan.

Pahami mereka, sayangi mereka, didik mereka dengan cara yang tepat.

Sekian.

Senin, 03 Oktober 2016

Mengapa Menulis???

Mengapa saya menulis?
Sebuah pertanyaan sederhana. ya, sangat sederhana. Namun tahukah Anda, jawabannya tidaklah sederhana.

Mengapa saya menulis?
Ya, karena saya ingin menulis

Loh???

Kenapa loh?

Itu aja alasannya????

Ya, hanya itu
Saya ingin menulis, maka tulisan pun dapat dibuat
Saya ingin menulis, maka jari ini menari-nari dengan gemulai
Saya ingin menulis, maka otak ini bekerja dan berpikir apa yang harus dituangkan

Just it.

Sabtu, 01 Oktober 2016

kembali

 Sudah lama blog ini terbengkalai. Sekarang kembali akan diaktifkan. Semoga lancar

Kamis, 23 Juni 2016

Sendu Itu Kembali

Senja itu saya duduk sendiri. Menatap langit senja yang dihiasi coretan berwarna oranye. Indahnya ciptaan sang pencipta alam semesta. Disini saya sendiri, ditemani burung-burung yang menari dan bernyayi. Ah... menambah suasana yang dapat menenangkan jiwa.

Seketika awan berubah menjadi kelam. Semakin lama suasana disini semakin mencekam. Perlahan air mulai jatuh dan membahasi tubuh ini. Perlahan rintikan air membuat danau ini bergelombang. Rintikan air menampakkan kemampuannya. Ia semakin cepat dan banyak, membuat tubuh ini basah dibuatnya.

Namun tubuh ini enggan beranjak. Mata ini perlahan menatap danau di hadapan. Menatap gelombang air yang tak beraturan. Entah mengapa, gelombang air itu perlahan berubah menjadi sebuah tempat yang saya kenal. Sebuah tempat yang mengingatkan saya pada seseorang yang dulu pernah sangat dekat.

Ah.... Ternyata dia ada disana. Duduk di bawah sebuah pohon yang sering kami gunakan sebagai tempat berbagi cerita. Ia duduk membelakangi saya dan terlihat sedang menatap jauh ke hamparan sawah. Sudah lama sekali saya tak melihatnya. Dada ini bergemuruh, lidah kelu, dan kaki terasa tak bertulang.

Saya hanya mampu menatapnya dari kejauhan. Menatap bajunya yang putih bersih dipadukan dengan rok panjang putih bermotif snoopy. kain kerudung pink yang ia pakai melambai-lambai diterpa angin. Pemandangan yang sangat saya rindukan. Dada ini semakin berkecamuk. Tak terasa mata mulai berair dan membuat aliran sungai di pipi.

"Din, Apa kabar?"
"Sudah lama ya"
"Din, Mas rindu sama Dinda"
"Kamu masih cantik Din"
"Mas selalu mencintaimu Dinda"
"Semoga kita dipersatukan di Jannah-Nya"

Air hujan menyisakan rintik-rintik. Pandangan menuju dia perlahan kabur dan semakin tak terlihat. Kini air danau kembali tenang dan awan cerah kembali. Namun coretan oranye sudah berganti dengan cat hitam pekat berhias cahaya kelap kelip. Saya masih disini, menatap danau tenang nan sendu. Sebuah pertemuan singkat yang mampu melegakan dahaga kerinduan meski hanya sedikit.

Kembali saya mendongakkan kepala menatap cahaya bintang. Berharap aliran sungai ini dapat mengering.

"Mas janji sama Dinda, Mas ga akan nangis lagi"
"selamat tinggal"
"semoga Dinda tenang disana"

Rabu, 08 Juni 2016

Inikah Perpustakaan UI?

Mentari bersinar dengan indahnya. Saya mengencangkan tali sepatu ini, merapikan kemeja, memakai kacamata. Cool... Oke, cus berangkat diantar adik menuju terminal bayangan. Selanjutnya saya naik ke sebuah bus menuju Kp. Rambutan

Ya, Saya sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat antah berantah yang belum pernah saya datangi. Saya hendak menuju Perpustakaan UI yang berada di Depok. Berdasarkan pantauan luar angkasa (mulai gaje zzz), ada 2 metode yang dapat ditempuh, yaitu melalui jalur darat dan jalur darat (apaan sih).

Ini serius. Jalur darat pertama yaitu menggunakan kendaraan massal berupa kereta api. Sedangkan jalur darat kedua menggunakan angkutan antar kota antar provinsi bernama bus. Pada awalnya Saya akan berangkat dengan teman yang berdomisili di Pandeglang. Namun kenyataan pahit menyapa (baper hiks), ternyata doi tidak jadi ikut. Hufttt...

Sesampainya di terminal Kp. Rambutan setelah sekian masa menunggu dan menanti (lebay), Saya celingak celinguk mencari sesuatu.

"Mau kemana a?", tanya seorang mamang ojek
"Mau ke UI bang", jawab saya
"UI nya mana?", tanya sang ojek lagi
"Stasiun UI", jawab Saya
"Yaudah 70 ribu a", kata sang ojek

Whatttttt?????

"Saya naik angkot aja bang", jawab saya sambil elus-elus dompet
"Yaudah silakan. Tuh naik angkot merah", katanya

Saya hanya mengangguk dan berjalan menjauh. Kemudian Saya naik angkot nomer 19 yang selanjutnya mengantarkan diri ini menuju stasiun UI.

"Udah sampe stasiun UI a", kata mamang angkot nan baik hati
"Makasih Pa", jawab Saya sambil membayar ongkos

Kembali Saya celingak-celinguk

"Mana stasiunnya ya?", gumam saya

Saya cek hp. Ternyata sudah masuk waktu dzuhur. Eh, ada misscal dan sms.

"Udah dimana mas?", isi sms tersebut

Saya telpon deh orang tersebut.

"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam. Udah dimana mas?"
"Saya udah turun dari angkot. Kata mamangnya sih udah di stasiun UI, tapi ko ga keliatan stasiunnya ya?"
"Oh... nyebrang jalan mas. masuk lorong-lorong"
"oh gitu" (Ckckck... dasar katro)
"Mas sekarang dimana?"
"Di depan Gramedia"
"Yaudah saya jemput aja mas. Tunggu ya agak lama. 15 menitlah"
"Oke mas. Makasih ya"

Itulah potongan percakapan saya dengan mas Farid. Seorang teman yang bertemu di dumay, khususnya di sebuah grup bernama One Day One Post. Alhamdulillah Saya gak jadi anak ilang di negri orang (lebay wkwkwk)

Akhirnya setelah menunggu sekian lama Saya pun bertemu mas Farid, kemudian ia mengantarkan saya masuk ke kawasan UI. Saat memasuki UI, satu hal yang saya pikirkan.

"Ini kampus ko gede bener ya" (dasar ndeso wkwkwk)

Kami berhenti di Masjid UI untuk melaksanakan shalat dzuhur. Perjalanan dilanjutkan menuju Perpustakaan UI.

"Waw.... ini beneran perpus?", gumam Saya.

Saya dan mas Farid memasuki gedung Perpustakaan dan mengelilinginya. Alhamdulillah tidak nyasar. hehehe

Kami menaiki lift menuju lantai 2 dan melihat begitu banyak buku bertebaran disana-sini. Luarrrr biasa. Selanjutnya menuju lantai 3 dan melihat tumpukan skripsi, tesis dan disertasi. Kalau kata Romi Rafael sih "SEMPURNA".

Setelah berbingung ria mencari letak skripsi yang ingin dibaca, akhirnya kami menuju meja baca. Tak lama berdiam diri disana karena jam 3 sore perpustakaan tutup. Kami turun menuju masjid kampus dan shalat ashar.

Hari sudah sore, Saya memutuskan untuk pulang. Mas Farid mengantarkan Saya menuju Kp. Rambutan.

Itulah perjalanan Saya kemarin saat mengunjungi Perpustakaan UI. Sungguh menakjubkan. Sayangnya saat pulang Saya mengalami sakit kepala dan hanya mampu bersandar pada kursi. Sesekali berbincang dengan penumpang sebelah yang ternyata junior saya. Tak disangka-sangka.

Semoga Saya dapat mengunjungi kampus lain.

Selasa, 05 April 2016

Piknik ke Cianjur

Hari Jumat siang saya sekeluarga berangkat ke Cianjur menuju rumah teteh saya. Rencana awal berangkat jam 1 siang terpaksa diundur karena teteh ipar saya harus menyelesaikan dokumen di sekolah. Yah mau bagaimana lagi, dokumen itu harus selesai hari itu juga.

Setelah Berdongkol ria, kamipun berangkat diawali dengan mengucap basmallah. Perjalanan yang cukup jauh ini cukup banyak hambatan. Ya seperti biasa, saat memasuki ibukota pasti yang terlihat adalah kemacetan. Seolah sudah menjadi hal yang lumrah ya. Hehe...

Adzan maghrib mulai terdengar. Kamipun berencana istirahat sejenak dan melaksanakn shalat. Lumayan lelah, padahal perjalanan masih cukup panjang. Basuhan wudhu mampu memberikan rasa nyaman di tubuh letih ini. Setelah semua selesai, kami melanjutkan perjalanan.

Lagi-lagi hambatan muncul, turun hujan. Ya sebenarnya bukan hambatan, tapi anugerah dari Allah. Hujan turun saat akan memasuki wilayah puncak sehingga hawa semakin menggigit. Kondisi ini diperparah dengan adanya longsor sehingga timbul antrian panjang. Setelah berkutat dengan jalanan berkelok, akhirnya kami sampai saat jam menunjukkan pukul 23:00. Lelah rasanya, tak lama mata ini terpejam.

Keesokan harinya saya terbangun saat suasana rumah mulai ramai lancar (ini kayak laporan arus lalu lintas ya. Hehe...). Saya beranjak ke kamar mandi, tapi ada yang aneh. Airnya dingin tapi ga dingin banget. Setelah tanya sana sini ternyata saat musim hujan, cuacanya panas sehingga tidak terlalu dingin.

Yang saya suka adalah suasana disini yang masih asli. Hamparan sawah yang luas, gunung yang menjulang tinggi ke angkasa (posisi saya berada di kaki gunung), dan sayup-sayup suara hewan ternak. Keponakan saya sangat senang berada disini karena dapat melihat pemandangan yang begitu indah dan juga dapat bermain kejar-kejaran dengan bebek. Hehe....

Subhanallah

#MenulisSetiapHari

Senin, 04 April 2016

Baper Tengah Malam

Ba'da shalat isya saya buka laptop kemudian membuka browser menuju youtube. Tujuan saya adalah mencari official video dari grup nasyid kesayangan saya. Tanpa disengaja (eh tapi ga ada yang ga disengaja ya. Hehe), saya menemukan satu video yang membuat saya penasaran. Judulnya adalah Cinta Positif.

Dengan semangat 45 dan rasa kepo yang menggebu-gebu, saya coba klik video itu. Dan akhirnya saya kecewa. Karena apa???? Saya jadi baper malam ini (apaan kali. Wkwkwk).

Cinta positif merupakan salah satu cerit pendek yang menyentuh qalbu dengan lagu-lagu yang sangat merdu layaknya gemericik air yang mampu menenteramkan jiwa. Salah satu lagu yang disajikan berjudul Jodoh Dunia Akhirat.

**********
Ku merayu pada Allah yang tahu isi hatiku
Di malam hening aku selalu mengadu
Tunjukkan padaku
Ku aktifkan radarku mencari sosok yang dinanti

Ku ikhlaskan pengharapanku di hati
Siapa dirimu
Dalam kesabaran ku melangkah menjemputmu
Cinta dalam hati akan ku jaga hingga
Allah persatukan kita

Reff:
Jodoh dunia akhirat
Namamu rahasia
Tapi kau ada di masa depanku
Ku sebut dalam do’a
Ku ikhlaskan rinduk
uKita bersama melangkah ke Surga,Abadi

..“Bukan cinta yang memilihmu, Tapi Allah yang memilihmu, Untuk ku cintai ..”
**********

Lagu ini diciptakan oleh Kang Abay. Seorang motivasinger sekaligus pencipta lagu, penulis, dan segudang kegiatan lainnya. Sekali mendengar lagu ini benar-benar membuat jiwa saya yang melow ini semakin terpuruk (Dasar jomblo. Wkwkwk).

Sangat disayangkan, mengapa saya baru tahu sekarang ada seorang penyanyi multitalent seperti ini. Bener-bener kudet (cie ngaku cie. Heheh). Saya benar-benar kepo dengan sosok kang Abay ini. Akhirnya saya tanya ke orang pinter. Siapa lagi kalau bukan si mbah Gugel. Hehe....

Ternyata saya malah menemukan kisah mengharu biru tentang perjuangannya menemukan cinta sejati. Anak SMA berani berkata kepada seorang gadis bahwa dia ingin sang gadis menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya kelak. Fan ternyata rencana Allah itu indah, keinginannya terwujud. Dan ini menjadi inspirasinya dalam menciptakan lagu.

Waw.... Luar biasa bukan. Duh... Jadi baper kan.

Oke fokus fokus. Jika Anda belum pernah melihat project Cinta Positif, silakan bertanya ke si mbah yutub. Hehe...

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Jumat, 01 April 2016

Hampa

Hmm....
Nulis apa ya??
Ko kayaknya ga ada ide?
Pikiran kosong?
Ga ada inspirasi?

Inilah yang akhir-akhir ini menghantui diri saya layaknya bayangan yang senantiasa mengikuti apa yang dibayanginya. Rasanya seperti blank. Tidaka ada ide yang menghampiri, ataupun gagasan yang mengoyak otak. Kosong melompong.

Inilah yang menyebabkan tumpukan hutang yang kian menggunung. Ini pula yang akhirnya membuat tulisan tak ada gregetnya.

Haaaahhhhh....
Lelah yang terasa akhir-akhir ini mungkin penyebabnya. Namun alangkah tak elok jika saya mencari-cari alasan yang tak logis demi membenarkan kesalahan saya.

Atau mungkin lebih tepatnya lelah batin yang teramat sangat, banyaknya masalah yang menggelayuti pikiran. Ah....lagi-lagi saya mencari alasan.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram.

#MenulisSetiapHari

Rabu, 30 Maret 2016

Renungan Diri

Pukul 12 siang saya melajukan motor kearah gunung. Kemana lagi kalau bukan ke sekolah tercinta. Sebelumnya saya mampir dulu ke penjual mie ayam untuk mengisi perut yang mulai keroncongan.

Setelah perut full tank, saatnya "memberi makan" motor kesayangan agar tak mogok di jalan. Maklumlah motor ini sudah cukup berumur. Untuk menanjakpun perlu perjuangan yang luar biasa. Ia berkicau merdu layaknya burung yang terjepit pintu (apaan sih. Wkwkwk).

Seusai mendaki gunung melewati lembah (kayaknya ga asing sama lirik ini), sampailah saya di sekolah tercinta. Ternyata hanya ada segelintir siswa yang sedang membersihkan kelasnya. Tak berselang lama, rintik-rintik air menyerang dengan pasukan yang tak terbilang jumlahnya. Langit gelap, suara hujan membelai bumi, serta kilatan cahaya menimbulkan melodi indah nan menenteramkan jiwa.

Entahlah, rasanya suasana ini terasa begitu sejuk, tenang, tenteram, dan mampu meredam ketegangan dalam pikiran. Betapa indahnya ciptaan Allah.

Kurang lebih sudah sebulan saya berada disini, di sekolah yang terus merangkak naik. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya rasakan selama berada disini. Mulai dari membuat dan mengantarkan dokumen ke BKD sampai mewakili sekolah untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penyusunan kurikulum.

Inilah nikmat yang Allah limpahkan kepada saya. Ilmu baru yang takkan didapatkan di meja perkuliahan. Alhamdulillah....

#MenulisSetiapHari

Selasa, 29 Maret 2016

Bacaan dari Hati

Membaca. Hmm..... Sebuah aktifitas yang menyenangkan bagi yang menyukai. Namun bagi yang tidak, tentu menjadi hal yang membosankan. Jenis bacaan beraneka ragam, baik berupa pelajaran, cerita, tips, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis bacaan memiliki ragam yang banyak pula. Salah satu contoh adalah jenis cerita. Pada bacaan cerita, kita mengenal novel, cerpen, komik, dan masih banyak lagi.

Seiring berkembangnya zaman, bahan bacaan tidak selalu berbentuk buku. Kini kita dapat menjumpai bahan bacaan berupa Electronic Book (Ebook) atau berupa tuisan di website dan blog.

Saya dalam hal membaca lebih banyak mengambil tema motivasi. Untuk novel masih sangat minim. Novel yang saya baca sebagian besar karya Kang Abik. Untuk karya yang lain belum pernah. Namun itu semua berubah sejak negara api menyerang. Wkwkwkw

Akhir-akhir ini saya senang membaca cerita. Namun cerita yang disajikan secara online di kaskus. Ada sebuah subforum dengan nama Story From The Heart (SFTH) yang berisi kisah-kisah nyata yang ditulis sendiri oleh penulisnya ataupun dituliskan oleh orang lain. Banyak genre tulisan yang disodorkan, mulai dari cerita horor, kisah cinta (ini yang paling banyak), dan masih banyak lagi. jika Anda penasaran, silakan buka link ini

Gimana ceritanya saya bisa terdampar disana??? Jadi begini ceritanya

Pada suatu hari (kok jadi kayak dongeng anak ya. Wkwkwk). Maaf-maaf, kita ulang.
Pada suatu malam yang dingin dan seorang diri di kamar (Dasar jomblo. Eh... saya kan single. Wkwkwk), saya membaca chat kawan kuliah di WhatsApp. Tiba-tiba ada yang nulis

"Baca nih sob. Sereeeemmmm. Http//.............."

Karena penasaran, akhirnya saya membuka link tersebut. Dan yang terjadi adalah......

JENG JENG JEEEENNNGGGG

Sebuah kisah horor muncul. Judulnya kalo ga salah "Tempat KKM Horor". Karena penasaran, akhirnya saya baca. dan tahukah Anda? kisahnya bener-bener serem. Tapi saya ketagihan baca, karena katanya kisah tersebut Real Story. Sambil merinding disko saya terus membaca kisah itu sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 01:30

WADAWWWW......

Tengah malem baca cerita horor. Tapi alhamdulillah saya bisa tidur dengan nyenyak.

Bermula dari kebiasaan membaca pertengahan tahun 2015 itulah akhirnya sampai detik ini saya "ketagihan" membaca kisah disana. Sudah cukup banyak kisah yang saya baca dan bagi saya dapat memberikan inspirasi dan juga dijadikan pelajaran yang berharga. Ada sebuah kisah yang melegenda di SFTH berjudul "Sepasang Kaos Kaki Hitam". Mungkin ada yang sudah pernah membaca kisahnya. Jika Anda belum pernah membacanya, silahkan cek disini

Kisah tersebut menceritakan tentang seorang laki-laki yang merantau ke Karawang untuk bekerja. Disana dia tinggal di kos-kosan yang ternyata kamar di depannya ada sesosok wanita misterius yang kelak ia cintai. Ingin tahu kisah selengkapnya? silakan baca link diatas. Hehehe.....

Atau ada yang ingin versi ebook, silahkan hubungi saya.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Sabtu, 26 Maret 2016

Perjalanan di toko buku

Ba'da maghrib, saya dan adik meluncur ke mall di kota saya. Tujuannya adalah membeli id card. Selain itu saya pun sedang mencari webcam untuk keperluan skripsi.

Sesampainya di mall, kami langsung berjalan memasuki sebuah toko buku. Toko buku itu bernama TISERA. Selama puluhan tahun saya hidup di kota ini, baru 2 kali saya memasuki toko buku ini (ngenes kali. Wkwkwk).

Kami mencari bagian id. Setelah ketemu, langsunglah "mengubek-ubek" berbagai jenis id card beserta talinya.

"Mar, nyari yang kayak gmna?", tanya saya. Adik saya bernama Amar.
"Yang talinya gede. Id cardnya biasa aja juga gapapa", sahutnya.

Id card ini akan digunakan untuk kepanitiaan di sekolahnya. Setelah sekian lama memilih, akhirnya pilihan jatuh pada id jenis B4.

"A pudin mau nyari buku dulu ya. Amar langsung ke kasir aja", kata saya
"Yaudah", jawabnya

Saya berjalan menyusuri tumbukan buku. Saya memang sedang mwncari buku referensi yang berhubungan dengan skripsi. Sayangnya tidak ada buku teknik, yang ada hanya buku komputer.

Berlanjut melangkah setapak demi setapak di toko ini. Saya melihat ada bagian "Novel".

"Ah,, coba liat ah....", ucap saya dalam hati

Sedikit melihat novel yang dipajang disana. Namun hal itu tidak bertahan lama karena adik saya sudah menunggu di luar toko buku.

"Yaudahlah, nanti aja liat-liat lagi", batin saya

Selanjutnya kami berjalan menyusuri toko-toko komputer di lantai 1. Setelah berputar-putar dan bertanya di toko, ternyata tak ada yang menjual webcam.

"Ntar beli online aja deh", batin saya

Dengan langkah gontai, saya berjalan menuju lahan parkir yang berada di lantai atas. Lalu melajulah motor ini perlahan namun pasti meninggalkan mall tercinta (halah. Wkwkw)

#MenulisSetiapHari

Kamis, 24 Maret 2016

Perjalanan Dinas

Sedikit aneh memang. Belum lulus kuliah, bekerja sebagai staf Tata Usaha, dan dikirim sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti Bimtek (Bimbingan Teknis). Aneh ga sih??? Atau aneh menurut saya doang ya. Hehehe...

Ya, saya diperintahkan kepala sekolah untuk mewakili wakasek kurikulum untuk mengikuti Bimtek penyusunan dan validasi dokumen KTSP. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Pembukaan dimulai hari senin, namun saya datang selasa sore (gokil ga? Wkwkwk). Sebenarnya saya sudah menolak untuk hadir di acara tersebut karena saya ada keperluan di kampus. Namun karena tidak ada yang mewakili, akhirnya saya berangkat juga di hari selasa setelah urusan selesai.

Bimtek diadakan di Paragonbiz Hotel yang terletak di Tangerang, Banten. Jadilah saya berangkat seorang diri tanpa tahu jalan. Udahlah sendiri, gatau jalan lagi. Coba ada istri yang menemani (istri dari hongkong. Hehehe). Setelah berputar-putar. Naik angkot, turun angkot. Sesuai dengan arahan seorang wakasek dari kota yang sama akhirnya saya sampai juga. Yah, meskipun harus naik angkot 4 kali karena salah jalan. Ditambah kondisi hujan dan 2 kali sang angkot bablas. Walhasil saya jalan sambil hujan-hujanan.

Kebayang ga sih. Jalan sendirian kayak anak ilang, naik turun angkot, hujan-hujanan lagi(nasibmu mblo....suram. Wkwkwkw)

Saya masuk hotel dalam kondisi basah kuyup. Yah, meskipun sedikit tertolong karena pakai jaket parasut. "Celingak-celinguk" di lobby hotel. Maklum, anak desa belum pernah masuk hotel. Hehehe.... Setelah saya tanya receptionist(bener ga tuh tulisannya???), saya naik ke lantai 1 menuju meeting room. "Celingak-celinguk" lagi nyari ruangan. Setelah ketemu, saya masuk ruangan dan duduk di pojokan. Malu mblo, dateng telat, bawa tas ransel gede, basah-basahan, pake sendal lagi. Wkwkwkw...

Selanjutnya saya registrasi dan dapat kamar di lantai 10. Wih...tinggi juga lantai 10 ya. Sebenarnya 1 kamar diisi 2 orang, tapi karena saya telat jadi hanya sendiri.

Naik lift ko kepala saya terasa berputar ya? Biasa naik tangga, ini naik lift. Pusing pala belbi (wkwkwk). Masuk ke kamar pakai kunci yang berbentuk persegi panjang mirip id card. Cukup didekatkan ke indikator, lalu

Ckiiittt

Pintu dapat terbuka. Wih...keren.....(ndeso amat ya saya. Wkwkw)

Pelatihan ini berisi tata cara penyusunan kurikulum untuk tahun ajaran 2016/2017. Banyak sekali ilmu yang dapat saya ambil. Terlebih saya memang benar-benar "buta" mengenai kurikulum. Saya pun berkenalan dengan perwakilan dari kabupaten/kota lain di provinsi ini. Pengalaman perdana yang luar biasa. Ilmu yang tak dapat dinilai dengan materi, dan perkenalan yang takkan lekang oleh waktu.

Selamat malam dan selamat istirahat ^_^

#MenulisSetiapHari

Disini saya meregangkan otot dan beristirahat. Namun tadi pagi harus berpisah dengan kamar "sementara" tercinta.


Sabtu, 19 Maret 2016

Kerjasama

Hari ini saya diminta bantuan untuk mengisi acara pernikahan melalui nasyid. Karena memang tidak ada kegiatan lain, akhirnya saya ikut.

Setelah shalat jumat, saya bergegas berangkat ke basecamp untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah siap, kami langsung meluncur ke lokasi.

"Duh...vokalnya masih kurang kordinasi. Jadi hasilnya ga bagus", begitu kata seorang senior di grup ini.

Ya, dalam tim diperlukan kerjasama. Tanpa kerjasama semuanya akan berantakan. Seperti penampilan tadi. Masih kurang kerjasama di vokal sehingga belum terbentuk harmonisasi.

Dalam kerjasama diperlukan kelapangan dalam menerima kritik, saran, ataupun perintah. Semua itu demi kompaknya suatu tim.

Pukul 20:00 acara selesai. Setelah beres-beres peralatan dan mengantarnya kembali ke basecamp, akhirnya saya dapat beristirahat di rumah. Pukul 21:00 saya baru sampai. Cukup melelahkan memang.

Tapi saya ingat belum menulis hari ini. Maka jadilah coretan ga jelas ini. Hehe....

#MenulisSetiapHari

Kamis, 17 Maret 2016

KKN

Tahun 2013 memang tahun yang panjang. Setelah menjadi pembicara di bulan Juni, saya harus terbang ke kabupaten Lebak pada bulan Juli untuk mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nikah. Eh bukan ding. Wkwkwkwk). Kabupaten Lebak masih berada di provinsi Banten. Ya tidak terlalu jauh. Cukup ditempuh selama 2 jam menggunakan sepeda motor.

Saya dan kawan-kawan ditempatkan di desa Cigoong Selatan. Secara sekilas desa ini sudah cukup maju. Terlihat dari infrastruktur jalan masuk ke gang desa sebagian besar sudah menggunakan conblock. Yah, alhamdulillah lokasinya cukup bagus dan tidak ada pengalaman mistis disana. Berbeda dengan dua kelompok lain yang ditempatkan tidak jauh dengan desa ini. Ada beberapa kejadian mistis disana, tapi tak perlu saya ceritakan karena ini bukan kisah horor. Hehehe....

Kelompok saya memiliki program utana berupa penyuluhan penanggulangan limbah. Pemateri merupakan seorang berpengalaman dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi) Cilegon. Masyarakat diajarkan bagaimana menanggulangi sampah organik dan non organik. Mereka praktek membuat vas menggunakan bungkus permen kopiko. Untuk sampah organik, kami diajarkan bagaimana membuat pupuk.

Bukan hanya program kerja yang dapat saya ambil hikmahnya. Tapi juga banyak hikmah dari kelompok ini. Karena saya ditunjuk menjadi ketua kelompok, saya dapat belajar bagaimana mengatur anggota, memahami karakter seseorang, memimpin rapat dan sebagainya.

Yah, meskipun saya rasa masih sangat jauh dari kata baik karena ini memang pengalaman perdana saya ditambah sifat saya yang cenderung introvert. Walhasil banyak yang kecewa dari cara saya memimpin. Tapi justru disinilah puncak dari hikmah kkn ini. Saya mengetahui dimana letak kekurangan saya, apa yang salah dari perbuatan dan ucapan saya, dan masih banyak lagi.

Hmm.... Benar-benar tahun yang panjang

#MenulisSetiapHari


Rabu, 16 Maret 2016

Pengalaman Perdana

Minggu ini tantangannya adalah pengalaman yang mengesankan. Hmm... Apa ya yang bisa saya ceritakan??? (Mikir keras). Aha..... Ini aja deh.

Jadi gini,
Tahun 2013 bisa dibilang tahun yang sangat panjang. Mengapa demikian? Karena di tahun itu semangat saya benar-benar membara mengembangkan diri di bidang motivasi.

Entah bagaimana ceritanya waktu itu (lupa hehe) ada info Akademi Motivator Banten (bukan akademi fantasi ya. Hrhehe) di bulan februari dan diadakan di kota Serang. Dan Anda tahu, pembicaranya adalah senior saya di kampus hanya berbeda jurusan. Kegiatan ini semacam training untuk calon-calon motivator di Banten.

Disana saya bertemu kawan baru yang juga tertarik di dunia motivasi. Peserta yang hadir hanya 8 orang. Miris memang, di wilayah Banten untuk training for trainer ini kurang diminati. Padahal biaya registrasinya terbilang murah (makanya saya ikut. Maklum kantong mahasiswa. Wkwkw). Kalau melihat di kota besar, training semacam ini sangat dinantikan dan harus merogoh kocek jutaan rupiah.

Salah satu materi yang disampaikan dan masih tertanam di memori saya adalah mengenai personal branding. Anda tahu? Personal branding ibarat nama beken atau nama keren seseorang. Selain itu dapat juga disebut sebagai ciri khas. Dan saya memutuskan menyebut diri saya dengan nama Sae "Islamic Motivator". Jika penasaran dengan kegiatan tersebut, silakan buka album facebook saya (promosi dikit. Hehe)

Selanjutnya kita maju ke beberapa bulan berikutnya, tepatnya bulan Juni. Saya mendapat tawaran mengisi acara training motivasi di acara himpunan jurusan saya. Tanpa pertimbangan panjang, langsung saya sanggupi. Saya rasa inilah pengalaman perdana yang harus dilalui. Anda tahu apa masalah berat yang saya hadapi?? Bukan pembuatan materi yang rumit, bukan pula waktu yang sangat mepet. Tapi yang berat adalah saya harus berbicara di depan teman seangkatan.

Prinsip saya, apapun yang terjadi, hadapi saja. Meskipun pada hari H badan saya bergetar hebat ditemani keringat sebesar biji jagung (gede amat ya. Wkwkwk), ya semua tetap harus dilalui. Alhamdulillah pada tanggal 13 Juni semua berjalan lancar (dokumentasi ada di facebook saya. Promosi lagi. Wkwkwk)

Setelah mengisi acara tersebut, sering saya jumpai kawan saya berkata

"Wih.... Bapak motivator datang. Ayo pak kasih kita motivasi nih biar semangat"
"Bah, kasih pencerahan nih biar otaknya ga butek"

Masih banyak perkataan lain yang saya jumpai. Entahlah, terlihat seperti ejekan tapi saya anggap positif saja. Dan sekarang bidang motivasi belum saya dalami lagi. Saat ini saya sedang belajar dunia kepenulisan. Semoga nanti saya dapat pengalaman perdana di bidang ini. Aamiin.

#MenulisSetiapHari


Si Dia (Lagi) 3

"Mas, laporannya sudah beres?", tanya seseorang
"Eh... I, iya. Belum maksud saya. Hehe", jawab saya terbata-bata
"Sejak kapan dia ada disini???", diri ini bertanya-tanya
"Oh... Tolong cepet ya mas. Udah ditunggu bos tuh", jelas dia ramah seraya berlalu

Ah.... Indahnya perhiasan dunia. Saya menyukai wanita dengan rambut yang berurai panjang. Namun ini berbeda. Dia menggunakan kerudung yang besar dipadukan dengan pakaian sederhana, namun saya suka. Dan baru kali ini saya menyukai penampilan macam itu.

Entah kemana idealisme saya yang mengatakan bahwa perempuan cantik adalah perempuan dengan rambut panjang dan dipadukan pakaian modis. Benar-benar aneh.

"Cieeee yang abis ngobrol", suara si anak medan menggema dengan indahnya
"Biasa aja keles", jawab saya ketus
"Biasa aja kali bang ngomongnya. Sampe grogi gitu. Hahaha", dia berbisik tapi suaranya seperti toa masjid
"Eh dek, bisa ga toanya dimatiin dulu. Berisik tau", jawab saya semakin ketus
"Ah si abang ketus kali", jawabnya sambil berjalan menuju meja kerjanya

Saya menghirup teh yang tinggal setengah. Tapi ada yang berbeda. Teh ingin terasa lebih manis. Ada apa gerangan? Mana mungkin ada yang menambahkan gula di gelas ini. Atau mungkin karena percakapan singkat tadi? Ah entahlah. Tiba-tiba saya menyunggingkan senyuman.

#MenulisSetiapHari

Senin, 14 Maret 2016

Yakinlah!!!

**********
Saat kau terpuruk dan terjatuh
Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

Saat beban penuhi pundakmu
Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
Karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
**********

Potongan lirik nasyid yang dinyanyikan oleh Ali Sastra feat The Jenggot mampu membawa semangat menggebu dalam diri. Perpaduan suara indah nan merdu Ali Sastra dan musik rap yang dibawakan The Jenggot berhasil menghipnotis saya.

Hidup pasti dipenuhi dengan berbagai macam masalah. Entah besar, kecil, ringan, maupun sulit. Karena hakikatnya hidup adalah kumpulan masalah. Jika tak ingin punya masalah, silakan berhenti hidup (Loh????) ko begitu? Ya memang begitu.

Ada saat dimana kota merasa benar-benar terpuruk. Berada di titik paling bawah. Serasa dunia ini akan runtuh. Namun ingatlah bahwa Allah tahu kadar kemampuan manusia. Kalau kita diberi masalah yang teramat sangat besar, yakinlah bahwa :

TUHAN TAHU KITA MAMPU

Tinggal bagaimana kita. Apakah akan bertahan ataukah mundur perlahan. Semua tergantung keputusan masing-masing pribadi. Orang lain hanya dapat memberikan masukan dan nasehat. Sedangkan semua keputusan berada di tangan Anda. Anda yang berhak menentukan kemana akan melangkah. Anda yang menentukan jalan mana yang dipilih. Anda yang menentukan bagaimana masa depan yang akan ditempuh. Dan Anda yang menentukan perjalanan cinta seperti apa yang hendak dilalui.

Yakinlah bahwa Anda mampu

#MenulisSetiapHari

Minggu, 13 Maret 2016

Kaulah Inspirasiku

Seorang wanita sedang bergelut di dapur. Ia sedang memasak makan siang untuk anaknya yang tercinta. Wanita itu bernama Nur Hidayati. Adzan dzuhur mulai berkumandang. Berarti sebentar lagi anaknya akan segera sampai rumah. Seketika ia membereskan dapur dan menghidangkan masakan di meja makan.

"Assalamu'alaikum......", teriak seorang anak kecil
"Wa'alaikumsalam", jawab sang wanita ramah
"Masak apa hari ini Bun?" tanya anak itu
"Ada sayur kangkung sama ayam goreng kesukaan Septian", jawab sang ibu kepada anaknya yang bernama Muhammad Septian.
"Asiiiiiiiiiik.....", kata sang anak kegirangan

Mereka makan dengan lahap. Sungguh indahnya keluarga kecil itu.

"Bun, tadi Aku nulis cerita loh....", kata sang anak dengan riang
"Oh iya? bikin cerita apa mas?", tanya sang Bunda
"Cerpen tentang anak sholeh Bun. Tau ga, Aku dapet nilai 100 loh Bun", cerita sang anak menggebu-gebu
"Wih... anak Bunda pinter", sahut sang bunda
"Aku pengen banget jadi penulis kayak Bunda", harap sang anak
"Insya Allah ya mas. Mudah-mudahan terwujud", Jawab sang Bunda
"Bunda punya temen, namanya Desi Lastati. Dia juga penulis loh", kata sang Bunda
"Iya tah Bun?", tanya sang anak antusias
"Iya mas. Dia kerja di luar negeri. Ia sering melancong ke berbagai tempat dan menulisnya. Ya semacam backpacker", jelas sang Bunda panjang lebar
"Wah hebat ya Bun. Aku juga mau keliling dunia terus Aku tulis tempat-tempat yang Aku datangi", kata sang anak semangat
"Bagus bagus. Ada satu lagi teman Bunda namanya Nindyah Widyastuti. Dia seorang guru dengan segudang prestasi. Pernah jadi juara puisi, juara KIR dan sebagainya", jelas sang Bunda
"wah, hebat hebat yah teman Bunda. Tapi Bunda juga hebat. Bunda adalah wanita terhebat yang pernah Aku temui.", jelas sang anak sambil memeluk Bundanya
"Anak Bunda pinter ya. Semoga kelak menjadi penulis yang bermanfaat bagi banyak orang", kata sang Bunda
"Aamiin Bun. Makasih ya", Kata sang anak
"Sama-sama", sang Bunda mengecup lembut kening anaknya

#MenulisSetiapHari

Catatan : Kisah ini hanya fiktif belaka. Namun nama yang dipakai adalah nama sebenarnya dari penulis-penulis dengan karakter yang berbeda. Silakan klik link pada nama mereka dan temukan keajaiban.

Sabtu, 12 Maret 2016

Surat Cinta (Lagi)

**********
Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Ayat-ayat cinta dari cahaya Mu
Menyelimuti seluruh hatiku

Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Berulang-ulang kali difikiranku
Betapa Kau mencintaiku

#Pastinyaaaa…
Bila ku merindu pada Mu
Surat Mu kan ku baca selalu

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung

Telah ku terima surat Mu
Yang telah Kau utus dahulu
Ayat-ayat cinta dari cahaya Mu
Sesegar bumi syurga hatiku

Pastinyaaaa…
Bila ku merindu pada Mu
Surat Mu kan ku baca selalu
oo00o0o0o0oowooo

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung

Sungguh makna cinta Mu tiada penghujung
Surat Mu kan ku baca selalu
Wooo000o0o00o0oooo

Ku harap Kau akan menyebut namaku
Detik ku rindu
Saat ku baca surat Mu
Hidupkanlah hatiku ini selalu
Dengan kalimah Mu
Kalimah cinta teragung
**********

Lagu nasyid yang dinyanyikan oleh In-Team ini benar-benar menyentuh qalbu. Bagaimana tidak, ia menggambarkan surat cinta yang Allah tuliskan khusus untuk hamba-Nya. Kalimah cinta layaknya syair yang dilantunkan penyair profesional dengan indahnya dan mampu menyihir siapapun yang mendengarnya.

Anda para jonnes belum pernah dapat surat cinta???? Ahahahahahahaha (ngece banget ya ketawa saya). Tenang, sang pemilik cinta sudah menyiapkan surat terindah untuk Anda. Keputusan ada di tangan Anda, apakah surat itu akan dibaca? Atau dibiarkan saja?

Membaca surat cinta sari sang pemilik cinta sungguh menenteramkan jiwa yang gundah gulana, mendamaikan jiwa yang sedih dan bingung. Mari baca surat cinta ini.

#MenulisSetiapHari

Kursi Renungan

Ada satu spot yang saya sukai untuk menyendiri. Ya ruangan ini. Ruangan yang digunakan saat ada tamu yang sekedar mampir dan juga sebagai lahan parkir motor.

Ruangan memanjang dengan luas sekitar 5 x 3 meter ini sering saya gunakan kala ingin sendiri. Mengapa bukan di kamar saja??? Karena kamar saya mirip kapal pecah wkwkwk....

Pasalnya, kamar itu dipakai berdua dengan adik saya. Dan juga disana bertebaran segala bentuk CPU, monitor, dan teman-temannya. Maklum, adik saya menerima servis komputer jadi ya berantakan (alibi yg cerdas wkkwkwkw)

Ruangan ini hanya dilengkapi sebuah sofa panjang dan 2 kursi. Loh...ko ga ada mejanya?? Mejanya ada tapi dikeluarin kalo ada tamu. Soalnya riweuh. Hehehe

Ada sebuah jendela dilengkapi gorden lucu. Sebenarnya bukan gordennya yang lucu. Tapi keponakan saya yang sering naik ke sofa kemudian memanjat tralis untuk menekan saklar lampu. Hadeuuhh... Dasar bocah.

Di ruangan ini kadang saya berleha-leha dan menenangkan pikiran yang butek. Rasanya nyaman. Yah inilah potret ruang tamu saya.

#MenulisSetiapHari


Si Dia (Lagi) 2

Sesekali saya menghirup teh panas di sudut meja kerja. Hangat terasa menjalari tubuh. Teh ini mampu membuat rasa nyaman di tengah guyuran hujan di luar sana. Ruangan ini masih terasa dingin meskipun AC dimatikan. Sepertinya hujan cukup deras.

Saya menatap layar monitor dan berkas yang menumpuk di meja. Kemudian menghirup udara dalam-dalam. Tak lupa menghirup teh yang mulai menghangat.

Entah mengapa sedari tadi saya sulit berkonsentrasi. Bahkan semalam saya tidak dapat memejamkan mata sedetikpun. Bayang-bayang ini selalu menghantui dimanapun saya berada.

"Doooooorrrrrrr"
"Innalillahi..... Eh Dek, ngagetin aja", sahut saya saat melihat siapa yang berdiri di belakang saya.
"Si Abang bengong aja. Mikirin Adek ya Bang?", tanya dia sambil mengangkat kedua alisnya
"Ah, kamu ada-ada aja Dek. Hehehe", jawab saya
"Abang mikirin apa sih? Ceritalah sama aku Bang", pintanya
"Cerita apa. Abang ga mikirin apa-apa ko", elak saya
"Eh bang bang, tau gak? Si dia ga masuk loh", jelasnya
"Eh yang bener Dek. Tau darimana kamu?", tanya saya antusias
"Ah si Abang, digoda dikit langsung semangat. Hahaha....", tawanya menggema seisi ruangan ini
"Hey, ketawamu keras kali. Mentang-mentang orang Medan suaranya keras-keras", kata saya ketus
"Maklum bang, Aku lagi bahagia", katanya
"Eh iya Bang, katanya Dia udah tunangan loh", jelasnya dengan nada serius
"Jangan bohong kau Dek", kata saya
"Benar Bang", jawabnya sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah

Deg.....
Dia sudah tunangan????

#MenulisSetiapHari

Jumat, 11 Maret 2016

Karunia

Hampir seminggu ini saya tidak menulis. Bukan karena malas, bukan pula karena terlalu sibuk, tapi karena saya sakit. Hal ini bermula pada sabtu sore menjelang pulang sekolah. Hari itu sekolah pulang jam setengah 5 sore, sayangnya jam 4 sore bumi diguyur hujan deras sampai terlihat kabut tipis. Maklum, sekolah ini berada di atas gunung dan cukup jauh dari pusat kota.

Jam 5 sore hujan reda. Saya pulang ke rumah dengan mendaki gunung melewati lembah (ninja hatori. Wkwkwk). Sampai rumah, kepala terasa berat, pusing, lemah, letih, lesu, letoy (apaan ya letoy. Hehe). Saya memutuskan mengistirahatkan tubuh.

Esok harinya saya sudah sedikit enakan. Panas turun tapi masih pusing. Dan pusing ini berlanjut sampai hari selasa. Dan di hari selasa, sakit ini diperparah dengan batuk yang menyesakkan tenggorokan.

Nikmatnya rasa sakit. Semoga dengan sakit ini dapat menghapus dosa saya yang lalu. Dan saya mampu membayar hutang ODOP.

SEMANGAT!!!!

#MenulisSetiapHari

Rabu, 02 Maret 2016

Si Dia (lagi)

Gemericik air terdengar di luar sana. Hawa dingin menembus kulit masih sangat terasa. Saya menggenggam gelas berisi teh panas yang masih mengepulkan asap tebal. Hmm... Nikmatnya malam ini.

Sesekali saya menghirup teh panas ini. Terasa hangat menjalar di sekujur tubuh menimbulkan rasa nyaman yang tiada tara. Entah mengapa kepulan asap di depan mata berubah menjadi sesosok gadis nan ayu. Seorang gadis yang belum lama ini saya kenal, namun terasa begitu melekat dalam ingatan. Rasanya ingin sekali saya delete data tentang gadis itu dari memori otak.

Plak!!!

"Oiii sob. Pedes bener tabokannya", kata saya sambil menengok ke arah datangnya tangan itu.
"Hahaha... Lagian lu bengong aje. Mikirin sapa sih?", kata teman saya bernama arif, yang tadi menampar dengan semena-mena.
"Hmm... Kagak mikirin apa-apa ko", jawab saya.
"Jangan bilang lu mikirin cewek itu", selidik arif.
"Enak aje. Kayak kagak ada kerjaan laen", jawab saya mengelak.
"Halah... Lu kagak bisa bohong sama gua. Sini duduk di luar", ajak arif.

Akhirnya saya mengikuti arif duduk di teras kosan ini. Tak lupa saya membawa teh yang masih setengah. Langit mulai terlihat cerah. Tak terlihat awan kelam disana. Arif membakar sebatang rokok, menghirup dan menghembuskan asap putih.

"Rokok bro", arif menyodorkan rokoknya pada saya.
"Elah... Sejak kapan saya ngerokok sob?", jawab saya.
"Ya sapa tau lu pengen nyoba", jawab arif dengan nyengir kuda andalannya.
"Lu kalo suka ama dia, pacarin aja. Ntar keburu diembat orang", kata-kata arif mulai terdengar serius.
"Kagak mau pacaran sob", jawab saya lemas.
"Eh iya sory. Lu pernah patah hati ye. Yaudah lamar aje", arif memberikan saran.
"Duh, berat sob. Liat ga bintang disana? Saya dengan dia itu ibarat saya di kosan ini dengan bintang di angkasa. Jauuuuuhh beud sob. Dia terlalu sempurna", jawab saya mula melow.
"Jah elah lu bro. Maju aja kali. Jangan liat hal lain. Yang penting agamanya bagus dan lu suka, maju aja. Masalah diterima apa kagak ya urusan belakangan", jelas arif panjang lebar.
"Tumben omongannye bener. Hehe", ledek saya yang sangat tajam melebihi pisau dapur wkwkw
"Lu kagak tau aje, gua kan pernah pesantren. Ya meskipun keseringan bolos sih", kembali nyengir kuda itu terlihat namun lebih menjijikan.

Saya menghirup aroma teh yang ada di genggaman. Benar-benar menenangkan. Hmm... Lamar saja? Entahlah. Lebih baik saya menghabiskan teh dan segera menghampiri kasur tercinta.

Terima kasih

#SetiapHariMenulis

Selasa, 01 Maret 2016

Dingin Malam

Hari ini rasanya belum ada ide yang terlintas di otak saya. Entahlah, apakah mungkin karena padatnya kegiatan atau alat pancing ini belum mendapat ikan segar. Hehe....

Gelap malam dipadu hujan deras melengkapi malam ini. Namun masih kurang lengkap rasanya tanpa mati listrik. Lebih gelap itu lebih greget. Wkwkwk

Tak terasa sudah memasuki awal bulan maret. Waktu terus bergulir, masa terus berjalan, namun sisa umur semakin berkurang. Berbahagialah bagi mereka yang mengoptimalkan waktu yang ada. Karena setiap detik sangat berharga tak ternilai harganya.

Brrrrr... Cuaca malam ini membuat tubuh saya menggigil. Tarik selimut sampai leher (eh saya kan ga punya selimut ya wkwkwk). Namun dingin ini memberikan rasa nyaman dan mengajak mata ini untuk segera terpejam.

Ah... Entahlah tulisan macam apa ini. Hanya ini yang mampu saya tuliskan.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Senin, 29 Februari 2016

Senja Terpana

Cuit...cuit...cuit...
Terdengar suara burung hias di ujung jalan sana. Banyak jenis burung yang dijajakan. Saya tersenyum melihat sorak sorai burung sore ini. Sesekali saya menghirup kopi yang mulai dingin.

Disinilah saya, di sebuah warung kopi di pinggir jalan yang senantiasa ramai pengunjung. Hampir tiap sore sepulang kerja saya menyempatkan mampir. Seperti biasa, saya memesan kopi kental tanpa gula. Jenis kopi yang jarang disukai orang, tapi saya sangat suka.

"Woy anj**g, buruan jalan"
"Macet mo**et, mata lu buta"
Tin...tin...tin...

Sore ini saya ditemani nyanyian kebun binatang yang didendangkan pengendara nan membludak. Tak lupa diiringi suara klakson yang bersahutan. Indah sekali.

Suara-suara merdu itu sudah sering saya dengar, bahkan hampir setiap hari. Flashdisk penyimpan data saya membuka lembaran-lembaran lama. Terlihat bagaimana saya seorang anak desa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota. Datang demi mengadu nasib. Terkagum-kagum melihat gedung-gedung tinggi menjulang ke langit.

Lembaran itu sudah tersimpan 5 tahun yang lalu. Banyak hal yang saya alami selama berada disini, kota metropolitan. Mulai dirampok saat turun dari bis, menjadi pengamen, pedagang asongan, ditangkap satpol pp, dan masih banyak lagi.

"Bos, ngelamun aja. Kopinya dingin tuh. Mau saya bikinin yang baru?"
"Jangan. Dah biarin aja. Layanin aja yang lain"
"Oke bos siap"

Setelah 5 tahun perjalanan akhirnya saya punya sebuah warung kopi ini. Sebuah proses panjang penuh batu yang sungguh menyakitkan.

Wahai Bapak Presiden, apakah Anda suka kopi kental tanpa gula? Sesekali cobalah. Memang rasanya pahit dan getir. Tapi tahukah Anda, pahit kopi ini mengingatkan saya betapa perjuangan ini tidaklah mudah. Bahkan pahitnya kopi ini tak lebih pahit dibandingkan kehidupan yang saya jalani.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Senja Terpana

Cuit...cuit...cuit...
Terdengar suara burung hias di ujung jalan sana. Banyak jenis burung yang dijajakan. Saya tersenyum melihat sorak sorai burung sore ini. Sesekali saya menghirup kopi yang mulai dingin.

Disinilah saya, di sebuah warung kopi di pinggir jalan yang senantiasa ramai pengunjung. Hampir tiap sore sepulang kerja saya menyempatkan mampir. Seperti biasa, saya memesan kopi kental tanpa gula. Jenis kopi yang jarang disukai orang, tapi saya sangat suka.

"Woy anj**g, buruan jalan"
"Macet mo**et, mata lu buta"
Tin...tin...tin...

Sore ini saya ditemani nyanyian kebun binatang yang didendangkan pengendara nan membludak. Tak lupa diiringi suara klakson yang bersahutan. Indah sekali.

Suara-suara merdu itu sudah sering saya dengar, bahkan hampir setiap hari. Flashdisk penyimpan data saya membuka lembaran-lembaran lama. Terlihat bagaimana saya seorang anak desa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota. Datang demi mengadu nasib. Terkagum-kagum melihat gedung-gedung tinggi menjulang ke langit.

Lembaran itu sudah tersimpan 5 tahun yang lalu. Banyak hal yang saya alami selama berada disini, kota metropolitan. Mulai dirampok saat turun dari bis, menjadi pengamen, pedagang asongan, ditangkap satpol pp, dan masih banyak lagi.

"Bos, ngelamun aja. Kopinya dingin tuh. Mau saya bikinin yang baru?"
"Jangan. Dah biarin aja. Layanin aja yang lain"
"Oke bos siap"

Setelah 5 tahun perjalanan akhirnya saya punya sebuah warung kopi ini. Sebuah proses panjang penuh batu yang sungguh menyakitkan.

Wahai Bapak Presiden, apakah Anda suka kopi kental tanpa gula? Sesekali cobalah. Memang rasanya pahit dan getir. Tapi tahukah Anda, pahit kopi ini mengingatkan saya betapa perjuangan ini tidaklah mudah. Bahkan pahitnya kopi ini tak lebih pahit dibandingkan kehidupan yang saya jalani.

Terima kasih

#MenulisSetiapHari

Jumat, 26 Februari 2016

Bicara Tentang Jodoh

"Mas, mau nikah ga?", tanya seorang teman suatu ketika
"Pertanyaan macam apa ini?", batin saya
"Ya mau Pak", jawab saya sedikit tegas
"Yaudah sama anaknya Pak xxx aja. Bentar, saya cari dulu fotonya", jelas teman saya sambil mengotak-atik hpnya
"Nah, ini fotonya", lanjutnya sambil menyodorkan hp
"Oh...", jawab saya.

***
"Loh... ko oh doang sob?"
"Trus mesti jawab apa?"
"Emang kagak cakep?"
"Wih.... Cuuaaaaantik buanget bro"
"Lah trus???"
"Yaa ga ada terusannya"
"Gubrak"
"Hehehe....."

Ini ceritanya lagi ngobrol sama diri sendiri
***

"Ini karyawan B** juga Pak?", tanya saya
"Iya mas", jawabnya
"Nanti deh Pak, saya mau lulus dulu


*************************************

Itulah percakapan yang pernah terjadi dan beberapa kali saya jumpai. Ya, masalah menikah. Masalah yang cukup berat bagi saya. Sudah beberapa kali ada yang menyuruh saya "dengan si ini aja, dengan si itu aja". Namun hanya dapat saya jawab dengan senyuman manis. Bukannya saya tidak mau, bukannya saya tidak suka, bahkan sangat suka. Karena paras yang disuguhkan begitu menyilaukan mata dan sangat mempesona layaknya bidadari surga (kayak pernah ke surga aja wkwkwk). Tapi memang ada satu hal yang tak dapat saya lewati. Saya ingin lulus dulu. Begitupun bapak saya sangat ingin saya lulus dulu baru memikirkan pernikahan.

Ya, saya pikir memang lebih baik seperti itu. Karena memang kondisi saat ini tidak memungkinkan. Ditambah lagi saya yang masih miskin penghasilan. Meskipun saat ini saya mengajar di tempat bimbel milik teman, namun penghasilan belum mencukupi (Tapi alhamdulillah cukup membantu untuk beli pulsa dan perlengkapan kuliah). Untuk kuliah saja masih "nodong" orang tua, bagaimana mau mencukupi keluarga?? Mungkin ini alasan yang sangat mainstream bagi lelaki tampan (iya amat wkwkw) masa kini, "EKONOMI". Belum adanya penghasilan, belum ada motor, rumah, mobil, gedung, dan sebagainya.

Namun bagi saya pribadi, minimal sudah menyelesaikan kuliah dulu setelah itu baru memikirkan pernikahan. Karena kelulusan saya merupakan hal yang ditunggu-tunggu di keluarga mengingat Kakak saya yang tidak kuliah, bahkan banyak saudara sepupu dan paman yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Dan ini akan menjadi sebuah rekor. Bukan lagi "Tukang Bubur Naik Haji" melainkan "Tukang Bubur Menyekolahkan Anak Sampai Perguruan Tinggi".

Kembali berbicara mengenai jodoh. Terkadang manusia memiliki kriteria yang melambung tinggi mencapai angkasa (lebay wkwkw). Ingin calon istri yang cantik, putih, tinggi semampai, rambut panjang, mata coklat, pendidikan tinggi, orang berada, dan puluhan kriteria lainnya. Ada juga yang memberikan kriteria "yang bisa menerima Aku apa adanya". Tapi ketika dihadapkan dengan calon yang (maaf) jelek, kurus, item, gak punya apa-apa akhirnya dia bilang "ada pilihan lain???".

Menyikapi masalah jodoh yang begitu rumit, terlebih bagi mahasiswa akhir yang membutuhkan dorongan penuh (seperti saya wkwkw) maka dibutuhkan langkah-langkah yang tepat. Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung." (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21.)


Pilihan terbaik adalah melihat bagaimana agamanya. Ketika seorang wanita baik agamanya, maka kecantikan, kekayaan yang ia miliki adalah nilai lebih. Lalu bagaimana bagi yang belum siap? Persiapkan diri, mental, dan apapun yang perlu dipersiapkan demi menjemput pujaan hati.

**************************************************
Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati

Ku pohonkan petunjuk Ilahi
Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati

Oh Tuhanku
Berikanlah ketenangan abadi
Untukku menghadapi
Resahnya hati ini mendambakan kasih
Insan yang ku sayang

C/o:
Di hati ini
Hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini
Aku rindu padamu
Tulus sanubari
Menantikan hadirmu
Hanyalah kau gadis pilihanku

Kerana batasan adat dan syariat
Menguji kekuatan keteguhan iman
insan yang berkasih


UNIC - Hanya Tuhan Yang Tahu

**************************************************

#FebruariMembara

Kamis, 25 Februari 2016

Kerjasama dengan Singapura

Saya membaca beberapa artikel tentang teknologi hari ini. Ada sebuah berita yang menarik perhatian. Bapak Warsito Purwo Taruno, penemu helm dan rompi anti kanker telah melakukan seminarnya di Wasarwa Polandia awal bulan ini. Setelah di Wasarwa, beliau sudah ditunggu di Amerika Serikat, Australia sampai India.

Menteri Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan bahwa Warsito "meneken" kontrak dengan Singapura. Hal ini bukanlah tanpa sebab. Setelah kliniknya ditutup sementara oleh Kementrian kesehatan, beliau telah melakukan PHK terhadap 75 karyawan dan membutuhkan banyak dana untuk melanjutkan penelitiannya.

Haaaaahhhh..... Saya tidak habis pikir, mengapa begini? Seorang penemu alat canggih untuk penyakit mematikan berupa kanker nampak tersia-siakan. Apa disini tak ada dana untuk penelitian??? Entahlah, saya bukan seorang ahli politik negara. Mungkin banyak hal yang saya tidak tahu.

Namun ada satu hal yang mengganjal, terutama yang dirasakan oleh Mohamad Nasir. Setelah "teken" kontrak dengan Singapura, apakah alat anti kanker tersebut akan berlebel made in singapore? Karena memang akan diproduksi secara masal disana. Ataukah made in Indonesia? Karena negara memiliki sertifikat teknologi ECCT (Electro Capacitive Cancer Therapy) yang terdapat pada helm dan rompi anti kanker.

Semoga baik kedepannya.

Terima kasih

#FebruariMembara

Referensi :
http://m.news.viva.co.id/news/read/739589-menristek-warsito-teken-kontrak-dengan-singapura-teknologi

Rabu, 24 Februari 2016

Tulisan Kehidupan

Tulisan mampu memberikan angin segar bagi jiwa-jiwa yang gersang, kering kerontang, serta butuh siraman. Terutama tulisan berupa motivasi, semangat, tips, bahkan yang absurdpun mampu menimbulkan sakit perut (semoga ada yg tersinggung wkwkw).

Saya menyukai tulisan motivasi. Ada beberapa buku (hanya 3 buku. Miris). Buku pertama "ESQ" karya Ari Ginanjar Agustian, membahas tentang kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Di dunia ini tidak hanya membutuhkan IQ yang tinggi, tetapi perlu juga EQ untuk memahami emosional dan juga SQ untuk sandaran spiritual kepada sang pencipta.

Betapa banyak manusia yang pintar, namun menggunakannya untuk kepentingan pribadi tanpa menghiraukan orang lain dan tak sadar bahwa Illahi senantiasa memantaunya. Kalau penasaran dengan isi bukunya, silakan beli di toko terdekat (promosi buku rang lain. Belum punya buku sendiri wkwkw)

Buku kedua berjudul "The Power of Bisa" karya Arifin Wijaya. Dalam buku ini, kita disadarkan akan potensi diri manusia yang sangat dahsyat. Ketika manusia mengetahuinya bahkan mampu mengoptimalkan, maka sesuatu yang dirasa mustahil akan sangat mungkin terjadi.

Salah satu materi dalam buku tersebut mengenai pentingnya waktu, pernah saya tulis pada tulisan sebelumnya. Bahkan pernah saya presentasikan saat saya mengisi training motivasi di kampus tercinta (gini-gini saya pernah jadi trainer loh. Tapi sayang sekarang sedang off). Bahkan beliau membuat tantangan berjalan di atas bara api tanpa jimat apapun. Katanya jika kita yakin, kita pasti bisa. (sayangnya saya ga yakin. Dan buku itu dipinjam teman, sampai sekarang belum kembali)

Buku terakhir adalah "Insan Muda Emas". Buku ini karya dua orang penulis bernama Asep Wahidin Al Muffid dan Abdul Hakim El Hamidy. Saya memperoleh info buku ini dari grup facebook "Insan Muda Community" (bahkan saya beli jaketnya. Tapi bukunya belum selesai saya baca sampe sekarang. Hehe)

Buku ini terbagi 2 bagian. Bagian pertama yaitu mengenal potensi diri, bagian kedua memaksimalkan potensi di jalan yang benar sesuai tuntunan Illahi. Sungguh luar biasa.

Masih banyak buku-buku lain diluar sana. Banyak pula genre yang ditampilkan. Pilihlah sesuai dengan ketertarikan jiwa Anda, karena masing-masing buku memiliki penikmat layaknya kopi, ada yang suka kopi pahit, kopi susu, espresso, cappucino, dan sebagainya.

Terima kasih

#FebruariMembara

Teknologi Terbang

Hari minggu kemarin saya membongkar lemari buku. seingat saya, ada CD edukasi yang dapat saya tayangkan kepada siswa esok hari. Ah... ternyata masih ada. saya coba masukkan ke CD player di laptop, sayangnya CD ini sudah rusak dan hanya dapat berputar selama 12 menit. CD ini berjudul "Pesona Burung, Teknologi Tiada Tanding" karya Harun Yahya.

Saya terpukau dengan video ini. Terlihat betapa mengagumkannya ciptaan Allah yang satu ini. Ternyata teknologi pesawat terbang terinspirasi dari burung. Bagaimana cara terbang, melayang, mendarat, dan sebagainya dipelajari dari tingkah laku burung. Bagaimana burung dapat melakukan semua itu dengan sempurna? Hal ini tak lain karena desain sempurna tanpa cacat pada tubuh burung.

Salah satu burung yang mengagumkan adalah burung Albatros. Burung ini ditemukan secara luas di samudra antartika dan pasifik utara. Burung Albatros termasuk burung terbang paling besar dan memiliki panjang sayap paling besar dibandingkan burung lainnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/44/Black-browed_albatross.jpg


Karena tubuhnya yang begitu besar, burung albatros harus berlari dengan kecepatan yang semakin meninggi saat akan terbang. setelah proses ini terlewati, burung albatros dapat melayang di udara selama berjam-jam. Hal ini dikarenakan desain sayap yang luar biasa. Bagian belakang sayap sedikit kebawah sehingga aliran udara dibelokkan kebawah dan memberikan daya dorong keatas. Sedangkan bagian depan sayap mengarahkan aliran udara keatas sehingga menarik burung keatas. Desain sempurna ini memberikan inspirasi bagi teknologi pesawat penumpang. 

Burung menakjubkan selanjutnya adalah burung Kolibri. Kolibri adalah burung terkecil di dunia. Beratnya 6 gram dan panjangnya 6.35 cm. Ia sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Selatan. Ia memiliki sekitar seribu bulu yang gemerlapan sehingga dapat memancarkan sinar warna-warni.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2015/09/21/178749-0_663_382.jpg

Burung kolibri merupakan penerbang ulung. Ia mampu mengepakkan sayapnya ratusan kali dalam satu detik. Karena kecepatan kepakannya tersebut suara kolibri jarang terdengar, yang terdengar adalah dengungan kepakan sayap. Teknologi ini menginspirasi teknologi pada helikopter.

Masih banyak jenis burung lain yang luar biasa dan mengagumkan. Allah menciptakan semua itu dengan sempurna dan indah. Subhanallah.

Terima kasih

#FebruariMembara

Senin, 22 Februari 2016

ODOP Lagi...

Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke daerah puncak? Jika pernah, Anda pasti menjumpai jalan berkelok ditambah tanjakan menjulang tinggi serta turunan curam. Kanan kiri memandang terlihat hamparan perkebunan nan indah dan pemandangan lainnya. Namun jangan salah, jika kurang waspada Anda akan dihadapkan jurang nan terjal dan mengerikan.

Inilah gambaran curahan hati saya selama menjadi penghuni Komplek ODOP. Komplek ini dibangun oleh seorang tokoh fenomenal yang cetar membahenol *eh* bernama Bang Syaiha. Beliau memberikan secercah harapan bagi saya, seorang manusia dari kalangan introvert yang sangat mahal suaranya (karena pendiam) agar menjadi bagian penghuni awal komplek yang mulai dirintis itu.

Begitu banyak lika-liku kehidupan yang saya jalani di Komplek ini. Dimulai dari semangat menggebu, semangat membara, semangat mengecil, sampai semangat menghanyutkan layaknya nyala lilin yang tertiup angin topan. Selama perjalanan sudah banyak tantangan yang mesti dilalui. Diawali dengan 'membuat' apa saja tiap hari, tema yang ditentukan, bahkan sampai mengurusi sebuah 'rumah bersama' yang kami sebut "Himpun Kata".

Catatan sipil saya sangatlah buruk. Banyak 'lubang' disana-sini. Rumah saya terlihat sangat buruk. Tak terlihat renovasi sedikitpun disana.

Namun ternyata kisah perjalanan saya di Komplek ini 'banting stir'. Bermunculan 'penghuni baru' komplek ini. Dan juga ternyata lebih bervariatif. Ada kumpulan ibu-ibu PKK, ada persatuan calon emak-emak, ada bapak-bapak nan kece badai, ada pula pedagang buah semisal jeruk, ada pemuda tampan nan gagah (gemulai) yang tingkat absurdnya melebihi dewa, dan masih banyak aneka ragam (satwa *eh) didalamnya. Komplek yang semula berisi 30 orang penghuni, kini berubah menjadi 100 penghuni dengan segala keunikannya.

Dari sekian banyak penghuni Komplek ini, ada satu orang yang menyedot perhatian saya. Dia adalah seorang gadis (kecil) yang manis, lugu (tapi boong), dan smart (entah ini bener apa ngga). Sebut saja dia A. A mempunyai potensi yang luar biasa. Ia mampu meningkatkan keaktifannya sampai level maksimal. Karena keaktifannya itulah, Ia sekarang menjadi perbincangan ibu-ibu PKK. Mungkin ia akan dijodohkan dengan salah satu anak mereka (bisa jadi wkwkw). Namun yang membuat saya salut adalah di usianya yang masih (terlalu) muda itu, ia mampu menciptakan karya yang luar biasa. Dan ini patut dicontoh oleh anak-anak seumurannya (jangan lupa jadi mantu ibu PKK wkwkw).

Aaaahhhh..... (ceritanya menghela napas panjang)
Petualangan saya di Komplek ini masih panjang dan berliku. Jangan sampai diri ini kembali terjerembab ke jurang nan dalam dan juga membuat 'lubang' di rumah kediaman. Kini ramai disini. Dan kini, saya semakin betah disini. Semoga perjalanan ini indah di penghujungnya. Aamiin....

Terima kasih

#FebruariMembara

Jumat, 19 Februari 2016

Menulislah!!!

Peribahasa mengatakan, "Buku adalah jendela dunia. Dan membaca adalah kuncinya". Saya ingin menambahkan satu kalimat. "Menulis adalah kunci dari segala ilmu". Mengapa demikian?

Ketika Anda mempelajari bidang ilmu tertentu. Kemudian membaca berbagai buku yang bersangkutan. Maka ilmu yang terserap hanya 20%. Sedangkan jika ilmu tersebut anda tulis, maka daya ingat Anda mampu menembus angka 50% bahkan 70%. Hal ini dikarenakan saat menulis, maka Anda dituntut untuk membaca lebih dalam dan memahami lebih dalam pula.

Bahkan saya teringat perkataan seorang guru. "Jika kalian hanya mendengarkan dan melihat pelajaran, maka kalian hanya akan ingat saat pelajaran berlangsung. Ketika pelajaran berakhir, ilmu itu akan menguap hilang ditelan bumi".

"Maka tulislah apa yang kamu baca. Dan baca apa yang kamu tulis"

Membiasakan diri untuk menulis bukanlah hal mudah. Proses menulis itu susah susah gampang. Banyak masalah yang timbul ketika akan atau sedang menulis. Jalan berliku, jurang terjal, serta tanjakan curam senantiasa menyapa. Bingung apa yang akan ditulis, tidak mood, tidak ada ide, malas, dan segambreng masalah lain (apa pula ini segambreng wkwkwkw).

Ibarat bermain layang-layang, ada saatnya ditarik dan diulur. Saat angin kencang, kita cukup mengulur benang dan wussss layang-layang akan membumbung tinggi. Namun saat angin pelan lemah gemulai, perlu perjuangan ekstra dengan cara menarik benang agar sang layang mampu bertahan di angkasa.

Begitulah saya. Saat semangat memuncak, hanya butuh beberapa menit untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Seolah-olah jemari ini menari-nari di atas tuts keyboard dengan gerakan nan elok.

Namun ketika badai datang, perlu ada 'tarikan-tarikan' keras yang mampu menghentak diri ini terus melaju meskipun badai datang, topan menghadang, serta negara api menyerang. Wkwkwkw

Seketika kata-kata maha dahsyat sang maestro menggema,

"Wahai anak muda, celakalah yang hanya menulis karena mood"

Terima kasih

#FebruariMembara

Kamis, 18 Februari 2016

Indah Pada Waktunya

Pagi ini saya bersiap-siap ke kampus setelah sejenak membantu bapak menyiapkan bahan dagangan. Sebelum berangkat saya menyempatkan membaca kembali materi yang akan diseminarkan.

Ya, hari ini saya seminar proposal. Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya tibalah masanya. Pukul 07:30 saya berangkat ke kampus mengendarai motor kesayangan. Sampai kampus, kumpul dengan kawan di kantin. Jam 9 kami menuju lab komputer. Sampai di lab kami menulis nama sesuai kehadiran di lab dan menunggu giliran.

Tiktok....tiktok....
Setelah menunggu 30 menit, tibalah giliran saya. Tangan dingin, keringat sebesar biji jagung, dan jantung berdebar selama berjalan memasuki lab.

"Assalamu'alaikum wr wb. Terima kasih kepada bapak dosen yang sudah hadir. Saya akan mempresentasikan judul skripsi saya", demikian saya membuka presentasi proposal tadi pagi.

Bla..bla..bla..
Sekitar 20 menit saya berjibaku dengan pertanyaan. Alhamdulillah selesai, namun hasilnya meragukan.

"Nanti jam 1 ketemu saya ya di jurusan untuk keputusannya", ucap Pak I sesaat setelah selesai presentasi.

Saya berjalan keluar ruangan dengan murung. Banyak pertanyaan yang tak dapat dijawab. Bahkan rasanya presentasi saya sangat mentah. Sampai di luar ruangan, kawan-kawan bertanya.

"Gimana din tadi seminarnya?", tanya salah seorang kawan
"Gatau nih. Masih abu-abu", jawab saya lemas.

Yang membuat lemas adalah dosen konsultasi judul yang saya bawa mulai semester ini ditugaskan sebagai kajur jurusan baru di kampus C. Dan juga arah dari judul ini masih membingungkan.

Haaaah....
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana ini ? Apa bisa lolos.

Deg....
Jantung saya tiba-tiba tersentak seolah-olah hendak mencelos keluar. Teman saya dengan dosen konsultasi yang sama, proposalnya ditolak. Saya dengan dia berbeda konsentrasi. Pada konsentrasi telekomunikasi, hasil seminar langsung diumumkan. Tapi untuk konsentrasi Instrumentasi Kendali diumumkan jam 1 siang.

Bagaimana ini???

"Dah yuklah ke kabel dulu, nyantai", ajak teman saya yang lain setelah semua selesai seminar.

Kami berjalan menuju 'kabel'. Kabel ini singkatan dari 'Kantin Belakang'. Ada-ada aja ya. Wkwkwkw

Di kantin, saya tidak dapat konsentrasi. Masih sangat melekat pertanyaan ini. Bagaimana nasib saya.

"Dah sae, jangan dipikirin trus. Semua indah pada waktunya", kata seorang kawan seraya merangkul bahu saya
"Kapan indahnya?"
"Ya nanti pada saatnya", jawab dia
"Saatnya kapan?", tanya saya lagi
"Hahahahaha.....", ketawa semua. Entah kenapa

Ya beginilah saya. Ketika di keramaian hanya dapat memperhatikan yang lain mengobrol dan bercanda. Hanya melihat, mendengar, ikut tertawa ketika terdapat hal lucu, namun tidak dapat 'nimbrung' obrolan mereka.

"Ko lama banget ya jam 11 ke jam 1? Mending shalat dzuhur dulu deh. Udah adzan juga", pikir saya sekaligus mengajak teman-teman ikut ke masjid.

Sudah jam 1. Langsung berangkat ke lantai 2 menuju ruang jurusan.

Ternyata eh ternyata.... Sedang rapat jurusan. Alhasil harus menunggu sampai rapat selesai.

Tiktok...tiktok...
Pukul 14:30 Pak I keluar ruangan mengumumkan hasil seminar.

"Pada dasarnya semua diapprove. Tapi banyak yang harus diperbaiki", jelas Pak I
"Muhammad Saepudin. Pembimbingnya Pak R ya", lanjut Pak I

Wow.... Dibimbing Pak R???? Dosen senior dan terkenal cukup sulit 'ditaklukkan'. Luar biasa. Semoga diri ini kuat.

Begitulah. Semua indah pada waktunya. Penantian panjang membuahkan hasil.

Terima kasih

#FebruariMembara

Rabu, 17 Februari 2016

Siapa Dia? (Part 2)

Saya sampai rumah bergegas mandi dan memakai pakaian rapi menuju masjid. Selesai shalat maghrib diadakan pengajian bulanan sampai menjelang isya.

Selesai shalat isya, saya berjalan menuju rumah. Ada satu hal yang sedari tadi menggelayuti otak ini. Siapa perempuan tadi. Entah mengapa pertanyaan ini terus  berputar-putar, padahal saya baru saja melihatnya. Apa yang spesial dari dia.

"Rudi...", teriak bapak
"Apa pa?", jawab saya seraya melihat kearahnya
"Mau kemana?", tanya beliau
"Ya mau pulang lah pa. Masa mau jalan-jalan"
"Lah itu kamu mau kemana lurus terus itu? Mau ke lapangan?", tanya beliau lagi
"Astaghfirullah"

Karena terlalu asik melamun, saya sampai lupa sudah berjalan melewati rumah. Seketika saya berlari kecil masuk ke rumah. Di ruang tengah sudah terhidang makan malam dengan menu yang super. Yah, rumah saya kecil. Hanya ada kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah yang merangkap ruang tamu, ruang makan, serta ruang keluarga. Menu istimewa malam ini Sayur kangkung, tempe, ikan asin, sambal. Yummyyy. Mari makaaaaaaan.

"Gimana hari ini mas?", tanya bunda setelah selesai makan
"Belum ada perkembangan, bun", jawab saya lemas
"Gapapa rud, pelan-pelan. Insya Allah ingatanmu bisa pulih", kata bapak

Ya, semenjak sebulan yang lalu pekerjaan saya hanya makan, keliling kampung, dan main bola. Saya sedang berusaha mengembalikan ingatan yang hilang.

Bulan Mei tahun lalu, saya mengalami kecelakaan yang mengerikan. Saya sedang mengendarai motor tiba-tiba dari arah belakang ada mobil menghantam dengan keras. Alhasil saya terlempar cukup jauh dan pingsan seketika.

Saya harus menjalani perawatan selama 8 bulan setelah dokter menyatakan bahwa saya mengalami amnesia dan beberapa tulang patah. Saya tak mengingat apapun kecuali nama saya. Selama satu bulan ini saya dapat ingat nama kedua orangtua, dan teman-teman yang sering bermain bola. Selebihnya saya belum tahu.

Dan sekarang, saya memikirkan gadis itu. Gadis yang saya lihat berjalan di ujung lapangan. Siapa dia?

"Rud...Rud....Rud...."
"Eh iya pa kenapa?"
"Jangan bengong terus. Kamu itu mikirin apa? Toko kamu?"
"Ngga ko pa"
"Udah ga usah dipikirin. Kan ada karyawan kamu si Ato itu. Kamu istirahat aja"
"Iya pa. Rudi ke kamar dulu ya"

Bersambung

#FebruariMembara

Selasa, 16 Februari 2016

Siapa Dia? (part 1)

Matahari menyunggingkan senyuman. Menampakkan keindahan yang tak ada duanya. Saya duduk disini, di sebuah batu hitam. Tempat favorit untuk mengistirahatkan tubuh. Keringat bercucuran bak banjir bandang di musim penghujan.

Ah.... Sejuknya sore ini. Angin sepoi-sepoi mengguncang ranting. Suara gesekan daun layaknya gesekan biola nan indah.

"Oiii bro, jangan bengong. Kesambet lo", seorang teman berteriak dari kejauhan.
"Sante sob", jawab saya dengan acungan jempol dan senyum istimewa.
"Nyengir aja lo. Ngeri gua liat lo cengar cengir", katanya.
"Hahaha", saya hanya tertawa mendengar ocehannya.

Angin menimbulkan efek segar pada tubuh setelah lelah bermain bola sore ini. Seperti biasa, saya hanya bermain di babak pertama. Selanjutnya Saya hanya duduk di tempat favorit sambil melihat sekitar dan menikmati angin sore.

Saya melihat sekeliling. Banyak anak-anak yang bermain bola, layang-layang, kejaran, dan....

Tunggu... Siapa itu? Seseorang berjalan di ujung sana. Berjalan perlahan dan terlihat anggun. Seketika saya melihat ia berjalan di atas karpet merah. Ia mengenakan pakaian yang sangat indah. Namun sayang, wajahnya tak nampak.

Waktu berjalan lambat. Daun-daun berguguran. Angin menerpa perlahan. Indahnya ciptaan Illahi.

Plakkkk

"wadawwww.... Sapa nih yang nabok gua?"
"Gua. Mau apa lo?", jawab seorang teman saya.
"Lo dipanggil-panggil dari tadi ga jawab. Yaudah gua tabok. Buru pulang. Dah mau malem nih", jelasnya.

Loh... Iya ya. Kenapa sekarang mulai gelap ya? Padahal tadi masih terang. Saya bergegas bangkit dan berjalan pulang.

Sang surya semakin dekat dengan peraduannya. Lampu-lampu mulai berkelap-kelip di penjuru rumah. Sayup-sayup terdengar suara adzan di masjid dekat rumah. Saya harus bergegas sampai rumah dan mengejar shalat berjamaah. Di sepanjang perjalanan, ada satu pertanyaan yang terus bergentayangan di otak ini.

SIAPA DIA???

#FebruariMembara

Renungan Malam

Semalam rasanya tidak ada semangat untuk menulis. Bahkan jam 7 malam saya merasa sudah sangat mengantuk. Aneh, padahal saya sering tidur tengah malam.

Entah apa yang ada di kepala saya ini. Yang ada hanya malas, malas, dan malas. Huffftttt.... Namun keanehan terjadi. Sampai jam 11 malam saya tidak tidur.

Whatttttt?????? Ada apa dengan diri ini? Mungkin kejenuhan sedang menyapa.

Saya harus memaksakan diri untuk menulis. Yah, meskipun sudah diluar batas waktu. Nulis apa ya???

Hmm......

Ah.. Saya jadi teringat, ada sebuah video yang sangat memotivasi. Di Malaysia ada sebuah tayangan televisi bernama Halaqah Sentuhan Qalbu. Dalam acara tersebut dibahas tema-tema Islami. Yang saya suka adalah adanya motivasi pembangun jiwa.

Dalam tema "Nikmat mana yang Engkau dustakan", saya disuguhkan penampilan Firdaus Djamaris, seorang motivator ESQ regional Malaysia. Penyampaiannya begitu menusuk jiwa. Mampu memberikan ketenangan dalam diri.

Salah satu cita-cita saya adalah menjadi seorang motivator. Semoga saya dapat mencontoh beliau. Aamiin....

**********
"Coba lihat kedua belah tangan tuan puan. Bukanlah kita dapat beraktifitas karena kedua tangan ini. Bayangkan mata yang kita gunakan selama ini. Bayangkan yang sudah kita gunakan bertahun-tahun lamanya.

Ketika kita tertidur semalam, bukankah jantung itu tetap berdegup tanpa kita perintahkan? Mari bayangkan bagaimana darah mengalir, walaupun kita tak pernah meminta darah itu mengalir dalam tubuh kita"

Firdaus Djamaris
**********

#FebruariMembara

Jumat, 12 Februari 2016

Be Your Self

Setiap manusia itu unik. Entah pada sikap, perilaku, kebiasaan, keinginan, bahkan wajah pun unik. Wajah manusia semuanya berbeda, sekalipun kembar. Dan sekalipun banyak yang bilang ada beberapa ade kelas yang wajahnya mirip saya (pasaran amat ya. Wkwkwkw)

Setiap manusia memiliki potensi. Sebuah potensi yang dibawa sejak lahir. Namun ada juga potensi yang timbul karena diasah. Ada yang berpotensi di bidang musik, lukis, eksak, sosial, bahkan orasi di depan banyak orang.

Be your self
Karena Anda berbeda. Anda berpotensi. Tidak ada yang mampu seperti Anda. Meskipun Anda mirip karena kembar, pasti ada sesuatu yang lebih menonjol pada diri Anda.

Temukan potensi Anda. Gali dan latih. Sehingga dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

Tunjukkan pada dunia bahwa Anda mampu. Anda dapat berkontribusi bagi dunia. Karena Anda istimewa.

Saya senang menulis. Meskipun belum dapat dikatakan tulisan yang berbobot, namun hal itu tidak akan pernah menggoyahkan langkah saya. Sekali melangkah, jangan pernah ada kata berhenti apalagi mundur ke belakang. Tetap maju. Melesat dengan cepat. Anda adalah Anda. Saya adalah Saya.

Be your self
Jadilah istimewa

Percayalah....

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day10

Kamis, 11 Februari 2016

Sang Maestro Memilih Luar Negeri

Saya sedang main hp, muncul notifikasi grup WhatsApp teman kuliah. Ada sebuah berita yang mencengangkan. Dr. Warsito P. Taruno, Penemu Electro-Capasitive Cancer Therapy (ECCT) sekaligus pimpinan CTech Laboratory Edward memutuskan untuk mengembangkan teknologi anti kanker di luar negeri. Hal ini dikarenakan belum ada lampu hijau dari pemerintah. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi masih mengevaluasi teknologi tersebut.

Beliau mulai melakukan pelatihan di Warsawa, Polandia. setelah Polandia, banyak permintaan pelatihan di AS, Australia, bahkan India.

Miris. Sangat-sangat miris. Melihat seorang penemu hebat memilih ke luar negeri dibandingkan dalam negeri. Hal ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menjanjikan akan adanya peraturan mengenai penelitian kesehatan dan uji klinis pada manusia. Setelah 7 tahun peraturan tersebut tidak juga muncul.

Indonesia memiliki banyak peneliti dan ilmuwan brilian. Namun sangat disayangkan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Sebelumnya, Erik Elson ahli motor listrik asal padang, penemu mobil listrik menjual produknya ke Malaysia. Hal ini dikarenakan produknya tidak mendapatkan uji lapangan akibat tidak lolos uji emisi dan terlihat tidak dapat berkembang di negeri ini.

Apakah ini semua akan terus terjadi?? Entahlah. Semoga pemerintah kedepan dapat lebih baik dan menghargai para ilmuwan Indonesia.

Demikian.
Terima kasih

Sumber :
http://m.news.viva.co.id/news/read/734420-warsito-ke-luar-negeri-kemenristekdikti-panik

#FebruariMembara
#Day9


Rabu, 10 Februari 2016

Sang Elang

Pernahkah anda melihat elang? Elang merupakan salah satu jenis burung yang memiliki umur paling panjang. Ia mampu hidup sampai 70 tahun. Namun tahukah anda, untuk mencapai 70 tahun elang harus melalui rintangan besar?

Saat sang elang menginjak usia 40 tahun, timbul perubahan pada tubuhnya. Paruhnya yang lancip berubah menjadi bengkok, cakar yang tajam berubah luwes, serta bulu-bulu yang menua dan tebal. Pada kondisi ini sang elang harus melalui masa yang sangat berat selama 150 hari. Jika sang elang mampu bertahan, maka ia mampu hidup 30 tahun. Jika tidak ia akan mati.

Dalam kondisi seperti itu sang elang akan pergi ke puncak gunung. Kemudian ia mematukkan paruhnya ke batu agar terlepas dan tumbuh paruh baru. Selanjutnya melepaskan cakarnya yang luwes. Dan terakhir merontokkan bulu-bulunya. Setelah mengalami kondisi buruk tersebut, sang elang siap menghadapi kehidupan sampai 30 tahun kedepan.

Kawan, ada hikmah yang dapat kita ambil. Setiap manusia pasti memiliki masalah, entah masalah ringan maupun berat. Entah terancam bangkrut, miskin, kehilangan pekerjaan, dan masih banyak masalah-masalah yang lain. Ketika masalah menyapa, apa yang harus dilakukan? Hanya satu kata. HADAPI!!!

Hadapi meskipun itu berat
Hadapi meskipun terasa mustahil
Hadapi dengan segenap kekuatan

Dalam menghadapi masalah, kita perlu membuat perubahan. Terkadang perubahan yang sulit adalah merubah perilaku dan kebiasaan. Proses perubahan pasti sulit dan menyakitkan, namun tetaplah HADAPI!!!

Percayalah, jika kita mampu melaluinya maka akan terasa indah setelahnya. Ada cahaya menyapa. Ada kebahagiaan yang tiba.

Terima kasih

#FebruariMembara
#Day8