Menulislah

Kamis, 21 Desember 2017

Anda Sungguh Luar Biasa

"Teman-teman tau harta karun paling berharta di zaman ini?", tanya seorang trainer pada sebuah kesempatan
"Harta karun berharga itu terdapat di kuburan", lanjutnya

DEG....
Hati ini terhenyak. Mana mungkin ada harta karun di kuburan. Sebuah tempat peristirahatan terakhir manusia yang dianggap menyeramkan, menakutkan, dan harus dijauhi.

"Tahukah teman-teman, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa manusia menggunakan otak selama hidupnya tak lebih dari dua persen kemampuan otak", lanjutnya lagi
"Jika otak einstein dan peneliti lain kita teliti bahwa ternyata baru dua persen bagian otaknya. Dan pasti banyak ide-ide gila di dalam otaknya"

Kembali diri ini terhenyak. Betapa hebatnya karunia Illahi kepada hamba-Nya. Ia menganugerahi manusia dengan otak yang maha dahsyat kemampuannya. Bahkan dalam ilmu komputer, otak manusia itu setara dengan super komputer seluas lapangan sepak bola. Ia mampu merekam dan beroperasi dengan hebat. Maka dari otak itulah kemampuan manusia dan ide-ide hebat bermunculan.

"Jadilah orang-orang gila, dalam artian memiliki ide, pemikiran di atas orang-orang biasa. Terkadang tak masuk akal. Menembus batas-batas logika. Karena mereka yang gila akan menjadi sukses"

Hmm.... ya, memang saat melihat orang-orang sukses terkadang kita menemui hal-hal di luar logika, seperti

"Gaji saya harus 10 juta perbulan"
"Saya mampu menjual barang ini sampai ke Amerika"
"Saya harus menjual 1000 pcs dalam seminggu"
dan masih banyak lagi

Padahal yang terlihat oleh mata itu semua mustahil. Sangat mustahil. Namun mereka begitu optimis tanpa menghiraukan apa respon orang-orang di sekitarnya.

"Karena setiap manusia yang dilahirkan itu adalah makhluk yang luar biasa. Saya sangat tidak setuju dengan perkataan bahwa ada orang bodoh. Semua manusia diciptakan sempurna dan sangat cerdas. Hanya terkadang diri kita yang menutup diri, membatasi diri dari kecerdasan dan kesuksesan yang sebenarnya sudah terlihat di depan mata."

"Karena apa, terkadang manusia merasa mentok akibat mental block yang berbentuk dari didikan di masa kecil."

"Masa emas manusia adalah pada usia 0 sampai 12 tahun. Pada usia itu semua informasi yang diterima akan langsung diserap layaknya botol tanpa tutup. Ketika botol itu diisi air, maka air akan masuk seluruhnya. Maka dari itu, tanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini, jauhkan dari media yang membawa dampak buruk bagi anak."

"Jika ingin anaknya menjadi hafidz, tanamkan cinta Al-Qur'an dengan memperdengarkan murrotal Al-Qur'an, mengajak mengaji bersama dan lain-lain."

Kawan..
Percayalah bahwa Anda diciptakan dengan sempurna dan sungguh luar biasa.
Tanamkan dalam diri bahwa Anda BISA
Maka rasakan hal yang dahsyat dalam diri Anda
Karena berawal dari keyakinan mampu melejitkan performa dan kemampuan

Demikian

Sabtu, 07 Oktober 2017

Untuk apa Menulis?


"Ikatlah ilmu dengan tulisan"

Begitulah kata mutiara yang sering saya dengar.
Sebuah ilmu diterima melalui indra penglihatan dan pendengaran. Ketika ilmu itu ditulis maka daya ingat akan meningkat. Jika tulisan tersebut dibagikan (share), maka orang lain akan tahu dan menjadi sebuah kebaikan bagi penulisnya (kalau tulisannya positif ya).

Bagi seorang introvert, menulis merupakan salah satu cara mengungkapkan ekspresi, pikiran, ide, semangat, kegalauan, dan segala rasa. Karena terkadang sang introvert sedikit kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata, maka menulis adalah jalan yang tepat.

Sekarang yang menjadi masalah adalah:
Untuk apa saya menulis?

Apa agar terkenal?
Agar dikagumi si doi?
Agar dianggap calon mantu idalam oleh camer?
Ataukah ada alasan lain?

Bagi diri saya pribadi, menulis untuk menumpahkan pikiran. Namun ada bisikan lain.
"Ada yang like ga ya?"
"Ada yang komen ga ya?"

Dan saat tak ada yang like, komen terkadang semangat menulis itu sedikit memudar.
Inilah akibatnya jika menulis agar dikenal oleh orang lain. Maka perlu meluruskan niat.
Ada atau tidak yang like
Ada atau tidak yang komen
Tak menjadi masalah

Karena saya hanya ingin berbagi
Sebagai amalan jariyah bagi saya
Jika ada yang tercerahkan, Alhamdulillah
Jika tak ada yang baca, semoga menjadi pengingat diri saat alpa.

Lalu,
Apakah Anda senang menulis?
Untuk apa Anda menulis?

Kamis, 05 Oktober 2017

Nunggu apa lagi?

"Bentar-bentar, ini pudin kan?", tanya seorang ibu

Saya hanya membalas dengan senyuman.

Ketika seorang introvert bertemu dengan orangtua teman saat SD dulu, apa yang dilakukan?
Tersenyum, berpikir "ini siapa ya? Kayaknya kenal" (duh, gue banget ini. Hehehe)

"Kayaknya tinggal pudin nih yang belum. Nunggu apa lagi din?", tanya beliau lagi

Kembali saya hanya mampu melontarkan senyuman tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.

*********************

Beberapa hari yang lalu saya bertemu kawan dari kakak saya.
"Sekarang umur berapa kang?", tanya sang kawan
"25 kang",
"Targetnya kapan?"
"Targetnya udah kelewat kang. Hehehe...", hanya bisa tertawa. Tapi agak sesak ya (maaf ini lebay)
"Nunggu apalagi? Kan udah jelas ayatnya"

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur : 32)

"Saya dulu nikah umur 22. Sekarang umur 30 anak udah 3. Hehehe... Setiap lahir anak, muncul ujian. Dulu lahir anak pertama kena PHK. Sekarang lahir anak ketiga, pabriknya bangkrut. Hehe..."

Saya hanya mampu menyimak tanpa berkata-kata.

*********************


Berbicara mengenai jodoh dan pernikahan, memang sebaiknya disegerakan. Tapi bukan berarti terburu-buru.

Namun hal ini tidak kemudian menjadi dalih "ah nanti aja nikahnya, gausah buru-buru". Ini kurang tepat.

Ya, menikah butuh persiapan baik mental, fisik, finansial, dan lainnya. Namun hal ini jangan dijadikan pemberat dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW.

Persiapkan dengan matang. Jika sudah siap, maka segerakan.

Inipun nasehat bagi diri saya agar segera menggenapkan dien. Insya Allah

Selasa, 03 Oktober 2017

Introvert, why not?

Saat ini saya sering berpikir tentang branding.
Anda tahu branding? Atau personal branding?
Personal branding adalah hal menarik yang melekat pada diri Anda.

Contohnya
Apa yang terpikir jika mendengar kata Bung Karno? Yap, beliau adalah sang proklamator
Bagaimana dengan hitler? Yap, ia seorang komunis yang keji

Itulah yang disebut personal branding. Bagaimana Anda dikenal oleh orang lain. Ketika disebut nama Anda, maka orang lain akan berkata
"Oh... si A yang jago promosi ya"
"Oh... si B yang pinter ngomong ya"

Maka, apa personal branding Anda?
Ingin dikenal sebagai apa?

Saya juga sama. Sedang membentuk personal branding.
Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar nama Kang Sae?
Hmm...

Kalau bingung, maka akan saya bentuk personal branding ini.
Ingatkah Anda bahwa saya seorang introvert?
Maka saya mendeklarasikan bahwa

Saya seorang introvert yang gemar menulis.

Jadi jangan heran ya kalau tulisan saya kedepan akan banyak menyinggung kata-kata "introvert". Karena inilah saya

Introvert, why not?

FOKUS

Dalam mempelajari suatu hal perlu adanya fokus. Mengapa demikian? Tentu saja agar ilmu yang dipelajari mampu terserap dengan baik.

Jangan ingin belajar semua ilmu. Karena tidak akan muncul fokus.
Tentu saja hal itupun tidak akan menjadikan kita apa-apa dan siapa-siapa

Coba kita tengok profesi yang ada.
Apakah seorang dokter fokus dengan bidangnya?
Apa seorang guru fokus dengan profesinya?

Loh, emang ga bisa ya seorang guru atau pekerja belajar tentang bisnis atau ilmu lain?
Tentu bisa, namun ilmunya tidak akan dalam dan menyeluruh.

Begitu pula dengan profesi. Bisa ga sih seorang karyawan sambilan jualan barang? Bisa, pasti bisa
Namun hasilnya juga akan menjadi sampingan, karena tidak fokus pada jualan. Melainkan fokudnya terbagi menjadi beberapa cabang.

Mari fokuskan apa yang akan Anda lakukan

Selasa, 26 September 2017

Berusaha terus

Apa visi Anda?
Apa cita-cita Anda?
Hal apa yang paling Anda ingin capai?

Setiap hal yang menjadi tujuan harus diperjuangkan. Bagaimana cara memperjuangkannya? Tentu saja dengan segala upaya yang ada. Harus belajar mati-matian, action gila-gilaan, evaluasi tanpa batas.

Dengan begitu pasti akan muncul hasil. Entah hasil itu sesuai dengan yang diharapkan ataupun melenceng jauh dari tujuan.

Lakukan evaluasi. Apa yang salah, apa yang kurang tepat, apa yang harus diperbaiki.

Jangan lupa action.
Berusaha
Bergerak
Tanpa henti

Karena pasti, akan ada hasil
Pasti, ada perubahan.

Bukan sekedar berpikir, berangan-angan. Tanpa perbuatan. Layaknya tanah yang hanya dilihat, dipikirkan, tanpa digarap. Apa yang diperoleh? Hanya rumput ilalang.

Kamis, 21 September 2017

Anda Introvert?

Saya pernah mengatakan bahwa akan sedikit menerangkan tentang introvert. Ada beberapa hal yang akan saya sharing ke kawan-kawan sekalian.

1. Lemah saat ramai, kuat saat sendiri
Seorang introvert akan merasa lemah dan tak sanggup melakukan apapun dalam keramaian. Seolah energinya "tersedot" oleh orang-orang di sekitarnya. Sehingga akan terlihat sangat pendiam. Hanya sanggup melihat, memperhatikan, dan ikut tertawa saat yang lain tertawa.

Sedangkan saat sendiri, terasa sangat powerfull dan mampu melakukan apapun yang disukai.

Masa sih???

Ya, ini sangat benar. Karena saya merasakannya.

2. Sok cool dan kaku
Sang introvert terkadang dikenal sok cool. Mengapa? Karena seolah-olah tidak mengenal siapapun. Berjalan lurus tanpa menoleh dan menyapa. Tak menyapa kalau tidak disapa. Bahkan cenderung kaku.

3. Diam di luar, cerewet di dalam
Saat sedang berkumpul dengan teman dan terlihat satu orang yang diam saja mungkin Anda berpikir dia pendiam atau pemalu. Namun sebenarnya tidaklah seperti itu. Ia hanya tak sanggup mengimbangi pembicaraan temannya dan juga energinya "tersedot" seperti pada point 1.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya seorang introvert itu cerewet?

Masa sih??
Ga mungkin,
Pendiem gitu ko,

Mungkin itu yang terpikirkan di benak Anda. Namun memang begitu adanya. Introvert hanya akan cerewet pada orang yang dianggap dekat olehnya, tidak pada swmua orang. Obrolan yang dibicarakanpun lebih banyak hal-hal penting, bukan obrolan ngalor-ngidul, meskipun terkadang mengobrolkan hal itu juga.

3 point dulu yang saya jelaskan. Saya akan lanjutkan pada tulisan-tulisan berikutnya. Hal yang perlu diingat adalah bahwa seorang introvert tidaklah sombong, sok cool, kaku, dan pendiam. Coba dekati dan lihat bagaimana ia sebenarnya.

Anda introvert?

Rabu, 20 September 2017

Belajar Bisnis

Saat ini banyak jenis bisnis atau usaha. Dari bisnis barang ataupun jasa. Dari jualan pakaian sampai pengantaran barang. Bahkan kini bisnis merambah dunia online.

Bisnis online memiliki keunggulan dalam hal kemudahan akses dan penggunaan. Tidak butuh toko ataupun kantor, tapi tetap dapat berbisnis.

Saya sedang mencoba menggeluti bisnis online. Yang sedang saya pelajari adalah fb ads.

Apa itu fb ads?

Jadi, fb bukan hanya untuk galau-galauan, cari gebetan, atau curcol-curcolan. Tapi lebih dari itu dapat dipakai untuk berjualan. Apa yang bisa dijual? Ya apa saja.

Kelebihan dari fb ads adalah kita dapat menentukan kriteria calon pembeli, misalnya dari segi umur, hobi, keterampilan, dan lain-lain. Jadi promosinya terarah dan terukur.

Kemudian kita tak perlu berteman di fb untuk melakukan promosi. Namun membutuhkan biaya untuk melakukan jangkauan promosi. Misal kita membayar uang sejumlah 20.000 maka dapat menjangkau sebanyak 100 orang yang sesuai dengan kriteria calon pembeli.

Hanya sedikit yang dapat saya review. Saya akan menjelaskan lebih detil setelah pesan-pesan berikut.

Terima kasih

Kamis, 14 September 2017

Jadi Diri Sendiri

"Din, diem aja. Ngobrol dong!"
"Sae, ngomong sih. Diem mulu."

Itulah ungkapan dari teman-teman saya terhadap kepribadian yang saya miliki.

Mungkin saat ini saya dimasukkan dalam tipe introvert, dimana saya lebih suka menyendiri, diam, dan memperhatikan. Jika diibaratkan saya itu seperti setitik warna hitam pada pakaian berwarna putih, sangat jelas terlihat.

Bagaimana tidak, diantara sekian banyak mahasiswa yang nongkrong hanya saya yang diam. Mengapa diam??

Saya bingung mau ngomong apa -_-

Serius???

Ya, ini sangat serius. Saya merasa kebingungan saat kondisi ramai, namun merasa sangat nyaman saat menyendiri.

Adakah yang sama dengan saya?

Namun dibalik hal tersebut ada beberapa kelebihan manusia tipe introvert. Saya akan jelaskan panjang lebar di tulisan selanjutnya. Yang menjadi fokus saya saat ini adalah..

Jadilah diri sendiri!
Banggalah dengan kondisi diri Anda!
Syukuri apapun yang anda rasakan!

Karena ini semua merupakan anugerah terindah yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Kondisi yang Allah berikan kepada Anda saat ini merupakan kondisi terbaik bagi diri Anda.
Syukuri apapun kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.
Karena setiap manusia diberi potensi luar biasa, namun hanya sedikit diantaranya yang sanggup mengoptimalkan potensi tersebut.

Demikian,

Senin, 11 September 2017

Belajar itu Butuh Modal

Manusia diperintahkan untuk senantiasa belajar, apapun itu. Banyak ilmu yang bertebaran di muka bumi. Untuk memahami ilmu tersebut, harus ada upaya yang besar dalam mempelajarinya. Tentu saja belajar memerlukan banyak modal. Apa saja modal yang dimaksud?

Pertama, modal niat.
Karena setiap aktifitas pasti memiliki niat atau motivasi yang menggerakkan diri. Perhatikan niat apa yang tersembunyi dalam hati saat memulai mempelajari sesuatu. Apakah benar-benar lurus ingin memahami suatu ilmu, atau ada sesuatu dibaliknya.

Kedua, modal harta.
Tidak semua ilmu dapat diperoleh secara free. Ada beberapa yang memerlukan biaya. Belilah ilmu tersebut dari ahlinya. Jangan lihat nominalnya, namun lihatlah ilmu yang diajarkan. Karena ilmu itu mahal.
Bahkan Dewa Eka Prayoga, founder Billionaire Store pernah berkata

"Jangan jadi manusia dengan mental gratisan. Jika ada biayanya, maka bayarlah. Jangan minta diskon"

Maksudnya adalah kita perlu usaha lebih untuk memperoleh ilmu. Jika harus bayar, ya bayarlah. Tapi kalau ada yang gratis, mengapa tidak.

Ketiga, modal tekun.
Dalam menapaki jalan kehidupan dan mencari ilmu perlu adanya ketekunan. Karena terkadang manusia tidak langsung paham dalam sekali belajar. Perlu adanya pengulangan, mengingat, dan memahami kembali ilmu yang dipelajari.

Demikian,

Rabu, 06 September 2017

Menyemangati Diri

Memang motivator terbesar dalam hidup adalah diri sendiri. Bukan orang tua, teman, sahabat, bahkan seorang motivator terkenal.

Orang lain hanya bisa mengarahkan, menyemangati, dan menasehati diri Anda. Namun yang membuat keputusan adalah Anda.

Saya ulangi

Yang membuat keputusan adalah ANDA!!!

ANDA yang memilih jalan
ANDA yang menentukan langkah
ANDA yang berbuat
ANDA juga yang akan menerima resikonya

Karena setiap perbuatan pasti mengandung resiko.
Anda yang harus menghadapi itu semua.

Hal ini tidaklah mudah. Namun jangan berpikir ini sulit.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah luruskan niat.

Apa yang mendorong Anda melakukan sesuatu?
Apa motivasi Anda?
Apa yang hendak Anda capai?

Karena segala sesuatu tergantung pada niat awal Anda.
Apa yang Anda terima, merupakan buah dari niat yang telah ditanam.

Segera bergerak
Segera melangkah

Insya Allah,

Senin, 04 September 2017

Mengharu biru

Tepat kemaren pagi, rasa haru, senang, sedih bercampur menjadi satu. Seperti gado-gado yg merupakan campuran dari beberapa jenis sayuran. Sulit untuk dijelaskan, namun sangat jelas terasa.

Bagaimana tidak, adik saya telah melalui prosesi wisuda dengan masa studi yang tepat, yaitu 4 tahun. Rasa senang dan haru menyelimuti ruangan di hotel Horizon. Begitu terasa dan kental hingga getarannya mampu menembus relung jiwa.

Namun, ada satu rasa yang tersembunyi dibalik haru biru disana. Sebuah rasa yang tipis, namun tajam dan mampu menyayat hingga menetes butiran-butiran air mata.

Tak ada yang salah dengan acara tersebut. Hal yang menjadi kesalahan adalah posisi saya saat ini. Terasa menyayat saat melihat adik sudah lebih dahulu mengenakan pakaian wisuda dan toga. Sedangkan saya masih berkutat dengan urusan-urusan kelulusan di kampus.

Disaat dia dapat tersenyum dan tertawa bahagia, saya disini tersenyum dengan hati yang tersayat.

Dapatkah Anda merasakan hal itu?

Ah... sudahlah.

Tak ada gunanya meratapi kondisi ini. Yang terpenting saat ini adalah adik saya dapat menggunakan ilmunya dengan baik.

Dan saya mampu menyelesaikan urusan ini dengan cepat.

Ya, segera selesai.

Selamat adik tercinta

Jumat, 14 Juli 2017

Memasuki Jenjang Baru

Tak terasa kita sudah memasuki awal ajaran baru. Libur panjang akan segera usai. Saatnya menyingsingkan lengan baju, dongakkan kepala, pancarkan senyuman manis. Karena ini saatnya memulai episode baru kehidupan.

Kawan-kawan yang sudah memiliki buah hati pasti merasakan betapa repotnya menghadapi masa peralihan ini. Anak yang rewel minta beli baju baru, sepatu baru, tas baru, mamah baru. Eh.... Maaf jari saya kepeleset.

Tenang, bagi Anda yang mengalami sejuta kerepotan itu saya juga mengalaminya. Tapi bukan repot dengan buah hati (ya iyalah, istri aja belum punya. Mau punya anak, ckckck). Maksudnya adalah keponakan saya yang kembar. Sang ayah sibuk mengumpulkan sebongkah berlian untuk biaya sekolah. Sang ibu yang rempong mempersiapkan fisik dan mental anak (ini sekolah atau militer ya).

Begitu banyaknya kerepotan yang dihadapi tak menghalangi hal-hal lucu nan unik di sekitar kita. Contohnya adalah orang tua yang menentukan tempat duduk sang anak. Cara yang digunakan cukup membuat tangan mengelus dada, kepala menggeleng, dan berucap "ah..sudahlah". Bagaimana tidak, sang orang tua meletakkan tas anak pada meja yang diinginkan. Kemudian tas itu dipatenkan dengan solasi bahkan paku. AMAZING......

Saya hanya menggelengkan kepala membaca berita tersebut.

"Ah.... sudahlah"

Mungkin maksudnya baik, namun caranya kurang tepat.

Kawan-kawan, bukan hanya hal-hal diatas yang perlu dipersiapkan. Tapi ada satu hal lagi, yaitu menanamkan pada buah hati untuk bersikap terbuka dan percaya diri. Ini penting, karena mereka memasuki dunia baru yang belum pernah dipijak. Perlu persiapan sikap dan perilaku. Bagaimana saat bertemu orang asing yang baru ditemuinya, bagaimana cara bergaul yang baik, dan membangun percaya dari di depan banyak orang.

Hal ini mungkin terlihat sepele. Namun sebenarnya cukup penting. Karena bagaimanapun sikap dan perilaku yang baik akan menimbulkan efek positif.

Demikian

Referensi
http://m.liputan6.com/citizen6/read/3021641/rebutan-tempat-duduk-di-kelas-orangtua-siswa-paku-tas-di-meja

Sabtu, 08 Juli 2017

Niat Awal Menulis

Teman-teman sekalian, bagaimana awal mula saya menulis? Dan apa niat awal menulis??
Sedikit membuka tabir sejarah kehidupan yang saya lalui
Saat smp, saya mempunyai sebuah diary

Whatttt??????
Cowo punya diary?????
Ppfffttt....

What's wrong??
Ga ada yang salah kan?

Ya, saya punya diary
Apa isinya?
Kepo lo. Wkwkwkw
(Sory becanda)

Diary tersebut saya bagi menjadi beberapa bagian. Pertama kaligrafi. Ya, saya latihan membuat kaligrafi. Meskipun nyontek dari kalender berisi kaligrafi sih. Tapi hasilnya lumayan bagus loh (Ini serius, ga boong)

Bagian kedua berupa kumpulan lirik lagu. Sejak sd saya sering mendengar lagu nasyid. Nah di diary itu saya menulis lirik lagu nasyid. Cukup banyak lirik yang terkumpul. Dan kafang daya nyanyikan di kelas bersama teman saat jam istirahat (Ahh indahnya saat itu).

Bagian ketiga tentang catatan harian. Ya seperti biasalah menulis hal-hal seru setiap harinya. Tapi bagian ini jarang diupdate. Hehe...

Bagian terakhir tentang puisi. Dan berhasil menelurkan sebuah karya berjudul IBU.

Namun sayang beribu sayang, buku diary itu hilang entah kemana. Entah ditelan bumi atau tenggelam di lautan dalam (maaf lebay dikit). Sampai sekarang saya belum menemukan buku itu.

Nah, dari kebiasaan itu muncul ide membuat blog saat saya memasuki bangku smk. Awalnya berisi lirik lagu. Dan kemudian terbengkalai sekian lama sampai saya bertemu dengan keluarga ODOP. Akhirnya blog itu saya buka lagi alhamdulillah sampai sekarang. Meskipun nama blognya agak alay. Maklumlah ya, namanya juga masih jadi ababil alias abg labil. Hehehe...

Lalu apa niatan saya menulis. Awalnya hanya ingin berbagi banyak hal. Mungkin Anda tahu bahwa orang pendiam itu sangat jarang berbicara dan berkomentar. Menulis inilah salah satu jalan untuk mengungkapkan rasa. Inilah yang saya lakukan.

Demikian,

Rabu, 05 Juli 2017

Bermula dari Niat

Semalam keluarga ODOP membahas masalah niat. Mungkin terlihat sederhana, namun dari sinilah semuanya bermula. Setiap melakukan kegiatan, pasti memiliki niat, keinginan, tujuan tertentu. Dan hasil yang diperoleh adalah sesuai dengan yang diniatkan. Dalam hadits pun disebutkan bahwa:

"Setiap perbuatan bergantung niatnya"
(HR. Bukhari & Muslim)

Jadi yang akan Anda dapatkan adalah apa yang Anda inginkan. Contohnya ketika Anda menjadi penulis, apa niat Anda?

Apakah ingin terkenal?
Ingin mendapat ratusan like di media sosial?
Ingin mendapat uang jutaan?

Daaaaaannnn masih banyak hal lainnya.

Berbicara mengenai dunia kepenulisan. Apa sebenarnya yang menjadi tujuan atau niat Anda ketika membuat sebuah karya tulis?

Hmm.... Hanya diri Anda sendiri yang dapat menjawabnya.

Bagaimana dengan saya yang suka menulis? Apa niat saya???

Kasih tau ga ya???? Wkwkwk........

Tunggu jawabannya di tulisan selanjutnya

Jumat, 30 Juni 2017

Sharing masalah rezeki

Saya membaca status bapak Hermawan GS, trainer hypnoterapy mengenai rezeki.
Ada yang bertanya jika ia membuka usaha di tempat baru, ia memiliki pikiran negatif. Bagaimana kalo ga ada yang beli, bagaimana kalo pengunjungnya sedikit, bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu..

Apa jawaban bapak Hermawan?
Kenapa ga sekalian berpikir "gimana kalo usahanya bangkrut?"

Makjlebbbb...

Ternyata kita sering dihantui pikiran-pikiran negatif, padahal itu semua belum tentu terjadi. Namun dampak dari hal tersebut sangat luar biasa. Ia membentuk pola pikir dan menurunkan performa. Sehingga gerak langkah kita cenderung menuju ke arah sana.

"Maka biasakan menanamkan selftalk positif. Ucapkan, resapi, hingga ia menjadi value dalam kehidupan.


#coretan_sore

Akhir Juni

Tak terasa waktu terus bergulir
Jam tak henti-hentinya berdetak

Sudah di akhir bulan juni
Yang cukup meresahkan hati

Hati...
Bagaimana hati saat ini?

Apakah bahagia?
Sedih?
Galau?
Bingung?

Putih?
Kelam?

Hmm...
Entah bagaimana

Yang saat ini saya rasa hanyalah kebimbangan

Ya,
Kebimbangan

Apa yang membuat saya bimbang?

Entahlah

Saya pun bimbang atas kebimbangan ini

Aneh??

Ya inilah saya
Dengan segala keanehannya
Dengan segala kebimbangannya

#catatan_sore
#entahlah

Selasa, 20 Juni 2017

Nikah Asik Katanya

"Nikahilah orang yang mau dengan Anda"

Sebuah kata yang terus terngiang-ngian dalam otak ini.
"Hmm... Bener juga ya", gumam saya

Dalam sebuah ceramah di PT Telkom, Kang Rendy (begitu beliau disapa) membawakan tema NIKAH ASIK. Sebuah tema yang cukup membuat gempar anak muda angkatan 90-an. Termasuk saya (maaf ini lebay. wkwk)

Bagaimana tidak. Kang Rendy menceritakan kisah hidupnya sebelum menikah.
Nama lengkapnya Rendy Saputra. Asli kota Banjar di pulau Kalimantan. Ia kuliah di jurusan Teknik Perminyakan ITB.
Pada tahun ke-3 nilai IPKnya jatuh. Ia pusing, galau, gelisah. Bagaimana mengatasi hal ini?
Kemudian ia bertanya kepada sahabat-sahabatnya.
Dan ada seorang sahabat yang berkata

"Ane liat, ente belom dewasa Ren"
"Ente belum bisa tanggungjawab"

"Ajari ane kang. Kalo perlu OSPEK ane", Kata Kang Rendy bersemangat

"Ga ada OSPEK yang paling menantang selain MENIKAH", jawab sang sahabat

Sebuah jalan baru yang terdengar di telinga.
Ya, Anda tak salah baca. Solusinya adalah MENIKAH




Dengan niat yang lurus, ia menikah sehari sebelum masuk kuliah di semester 7.

Apa dengan menikah semuanya semakin lancar dan rezeki mengalir deras??
Justru yang menderas adalah masalah. Karena menyatukan dua pikiran, kebiasaan, tradisi itu tidaklah mudah.
Namun disitulah terjadi proses pendewasaan.

Segitu dulu ya. Nanti dilanjut lagi. Hehehehe.....

Jumat, 16 Juni 2017

Bulan Istimewa

Tanpa terasa waktu terus berputar
Tak pernah menunggu diri ini tersadar
Dari mimpi panjang

Ia menyisakan waktu yang sempit
Dan akan pergi
Tak menengok
Tak melirik

Diri yang lalai ini

Ketika mimpi berakhir
Bulan istimewa itu telah lama pergi

Yah...
Sesal hanya ada di akhir
Tanpa memberi keseempatan
Pada diri yang lalai

Akankah bertemu lagi?
Ataukah ini pertemuan terakhir?

Tak ada yang tahu

Selasa, 16 Mei 2017

Di antara Angin

"Kadang saya sedih Bu"
"Kenapa Pa?"
"Diluar sana banyak anak-anak sekolah yang berangkat naik motor dan santai-santai. Sedangkan disini, mereka minimal setengah jam sebelum bel harus sudah berangkat."

Disinilah saya,
Di utara kota
Daerah pegunungan kota industri bernama Cilegon
Jauh dari industri kimia
Jauh dari pusat kota

Namun begitu dekat di hati

Mengapa??
Karena disinilah saya
Di sebuah tempat bernama Pasir Angin

Hati saya terenyuh
Melihat mereka berjalan
Panas
Terik

Namun kaki itu tetap melangkah
Pasti
Tegap
Dihiasi senyuman

Masih tersimpan dalam memori, saat pertama saya menginjakkan kaki di tanah ini. Sekitar 5 anak berjalan menuju sekolah. Ada juga 10 siswi berjalan santai sambil tertawa.
Sebaris bangunan dengan 3 ruangan ini disebut dengan SMK. Beberapa siswa duduk diatas motor. Selebihnya tertawa renyah di teras kelas.

Hati ini semakin perih melihat mereka pulang siang hari beralaskan aspal. Matahari bersinar dengan terik, namun mereka menghiraukannya.

Saya melalui mereka dan membunyikan klakson.

Tiiiinnn

"Assalamu'alaikum Pak"

Ah.... Sungguh menyejukkan senyum di wajah mereka
Senang rasanya bisa berada di tengah-tengah mereka, para pembelajar.

"Baru kali ini saya liat banyak yang sekolahnya jalan kaki"
"Disini mah banyak Pa"
"Iya ya. Maksudnya zaman sekarang loh. Udah tahun 2017. Masih ada yg jalan kaki. Kalo jaman saya sekolah dulu sih wajar"

Saya tegaskan lagi

TAHUN 2017 MEREKA JALAN KAKI

Entahlah,
Pemandangan ini membuat hati saya bergetar. Entah bagi orang lain.

"Ya beginilah kondisinya Pak Saef. Kita masih kekurangan fasilitas. Bahkan komputer pun ga ada, padahal jurusannya akuntansi."
"Trus prakteknya gimana Pak?"
"Terpaksa di warnet"

Kembali dada ini sesak
Keadaan yang serba apa adanya
Kami para guru berpikir dan berusaha disini, di sebuah ruangan kecil yang sangat nyaman meskipun cukup sempit.
Berusaha memenuhi hak mereka sebagai pembelajar
Karena merekalah generasi emas
Yang harus dipoles dengan baik

Cukup....
Cukup....
Lidah saya kelu
Jemari kaku
Mata menahan mendung
Saat saya merangkai kata disini

Apakah Anda merasakan apa yang saya rasakan?

Disinilah saya sekarang berada
Di antara angin
Bersama mereka
Generasi pembelajar

Kamis, 04 Mei 2017

Ultimatum

"SP 1 sudah keluar"
"Batas akhir pendaftaran sidang tanggal 15 Mei"
"Kalau sampai 15 Mei belum selesai, akan keluar SP 2. Dan saya tidak bisa bantu apa-apa"
"Udin, tinggal laporan ya. Saya tunggu"

Deg.....
Seketika mulut terkunci
Lidah kelu
Nafas sesak
Bulir air membasahi kening

Pertemuan yang tidak lebih dari tiga puluh menit itu membuat kami 'Para Penghuni Terakhir' harus memutar otak.

Waktu kurang dari dua minggu
Waktu yang cukup singkat
Apakah bisa??

"Dulu waktu saya skripsi, butuh 4 hari nulis. Itu full nulis 24 jam."
"Saya pake dopping rokok. Sehari habis satu kaleng rokok"
"S2 butuh 3 hari"
"S3 hanya 2 hari, karena persiapan awal saya matang"

Apa bisa dalam waktu empat hari saya menyelesaikan tulisan?

Bismillah

Selasa, 02 Mei 2017

Mendaki

Hosh.... Hosh.... Hosh....

"Istirahat bentar ya"

Saya meminum beberapa butir air di botol ukuran sedang ini
Bulir-bulir air membasahi sekujur wajah
Nafas terengah-engah layaknya berlari puluhan kilometer

Padahal hanya beberapa meter

"Maklum aja ya. Saya emang jarang olahraga, jadi ya begini"

"Padahal baru jalan sedikit ya pa"

"Yaudah kita jalan lagi. Tapi pelan-pelan aja ya"

"Perasaan dari tadi juga pelan pa"

"Bener juga sih", ucap dalam hati

Kembali kami menyusuri jalan setapak nan miring. Sesekali kaki saya terpeleset karena medan yang sedikit licin

"Tuh pa. Di depan udah nyampe"

Saya hanya bergeleng-geleng ria

"Yang ditungguin malah nyampe duluan"

Ya, tadi saya dan 2 siswa menunggu teman yang katanya menyusul. Namun ternyata mereka malah sampai duluan.

Saya berdiri sejenak dan menatap sumur-sumur itu.
Tempat ini diberi mana sumur pitu yang berarti sumur tujuh.
Namun sepanjang penglihatan saya, jumlahnya tak sampai 7 sumur.

Konon katanya yang dapat melihat ketujuh sumur itu haruslah orang suci.

Entah benar ataupun salah, yang pasti begitulah kisahnya.

Ini adalah kali ke-3 saya mendatangi sumur yang berada di gunung ini. Tidak luas memang, hanya beberapa meter lahan datar yang di tepinya ada beberapa sumur.

Jika naik lagi sejauh 50 meter, Anda akan menemui sebuah makam yang menurut warga sekitar sering dipakai sebagai tempat mencari 'ilmu'.

Tak lama saya disana. Sayup-sayup adzan dzuhur berkumandang, kami beranjak turun gunung dan menyantap makan siang.

Minggu, 30 April 2017

Masalah

"Yang hidupnya ga punya masalah, Bersedihlah!!!"

"Hahaahahahahahaha......"

Saya hanya terdiam melihat cuplikan video tersebut

***************
Tahukah Anda proses terbentuknya santan dari buah kelapa???

Emak-emak pasti tau(maaf ya emak. Hehehe)

Bermula dari buah kelapa yang dijatuhkan dari pohon yang tinggi
Kemudian dikupas
Dicabik-cabik
Diparut dengan lembut
Berakhir dengan diperas dengan penuh perasaan

Jika dipikir-pikir, proses seperti itu ringan atau berat? Sulit atau mudah? Sakit atau senang????

Tentunya semua itu membutuhkan perjuangan yang tak mudah dan melalui pengorbanan yang menyakitkan.

Lalu apa hubungannya dengan masalah???

Kang Rendy, CEO Keke Busana sekaligus Pembicara di acara Semangat Langit berkata

"Allah memeras diri kita agar 'santan ' kita keluar. Agar potensi kita keluar. Dan perjalanannya menyakitkan. Bukan berarti Allah ga cinta. Allah itu cintaaaa.... Brosis,"

Proses terbentuknya santan diibaratkan masalah yg Anda hadapi. Beratnya masalah, bertujuan agar potensi besar yang Anda miliki muncul.

Dan disanalah bentuk rasa cinta Allah kepada hamba-Nya.
Ketika Allah memberikan masalah, itulah bentuk perhatian-Nya.
Ketika Allah memunculkan problema, disanalah kasih sayang-Nya

Senantiasa khusnudzon.

Kamis, 27 April 2017

Perjuangan Sehari

"Penampilan selanjutnya, nomor undian 13 dari SMK Al-Fikriiiiii......."

Prokprokprok.......
Ruangan kecil ini bergemuruh hebat
Saya sudah bersiap di posisi dengan berjongkok dan siaga di hadapan laptop

Lagu pertama berjudul "Simfoni yang Indah"

Klik..

Musik mengalun perlahan dan mulailah suara emas anak saya meluncur indah layaknya gemericik air yang menyejukkan qalbu

Semua mata terpana
Saya mengubah posisi dan mengabadikan moment ini dengan video record.

**********
"Yuk pa, lomba baca puisinya udah mau mulai"
"Duluan aja. Saya abisin es dulu"

Lelah juga menemani siswa yang menggebu-gebu mengikuti lomba
Saya menghabiskan minuman di genggaman hingga tetes terakhir (jadi kayak iklan. Heheh)

Perlahan kaki ini menghitung anak tangga hingga mencapai sebuah pintu

"Kita lanjutkan untuk nomor undian 9 dari SMK Al-Fikriii...."

Saya bangkit dari duduk dan kembali mengabadikan moment ini.

*************
"Duh pa, udah mau maghrib nih. Mana belom ada pengumuman lagi", ucap seorang siswa
"Yaudah pulang aja gapapa. Biar bapak sama pa saef aja yang nunggu", jawab bapak kepsek

Tiktoktiktok.....

Selepas shalat maghrib, saya dan bapak kepsek leyeh-leyeh di masjid.

"Nunggu disini aja pa. Kedengeran ini pengumumannya dari sini"
Nampak kelelahan sekali bapak kepsek ini.

"Pemenang lomba debat bahasa indonesia......"

Lewat.... Ga masuk nominasi

"Pemenang lomba vocal solo......"

Deg deg
     Deg deg
          Deg deg

Lewat juga... Ga masuk nominasi

"Pemenang lomba cipta & baca puisi......"

"Kayaknya ga masuk pa. Lawannya berat", kata saya lemas

" Juara 3 atas nama Siti Maryam dari SMK Al-Fikri Cilegooooonnnn...."

"Loh...."

Waktu terasa berhenti
Jam tak berdetak
Saya berpandangan dengan bapak kepsek

"Yok pa, cepet pake sepatu. Ambil piala"

*************
Memang rencana Allah lebih indah

Alhamdulillah.

Jumat, 14 April 2017

Senantiasa Berpositif Ria

Apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk maju???

Tak lain dan tak bukan adalah apa yang terinstal dalam otaknya

Ya, banyak hal-hal negatif yang sudah terinstal dan mengakar kuat dalam pikiran bawah sadar Anda.

Tahukah Anda bahwa pikiran manusia terbagi menjadi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar?

Apa tuh artinya????

Jadi begini.
Pikiran sadar adalah saat Anda melakukam kegiatan sehari-hari.

Sedangkan pikiran bawah sadar adalah pikiran yang terbentuk akibat suatu kejadian atau perkataan-perkataan yang ditanamkan. Contohnya saat Anda terjatuh saat belajar mengendarai motor dan Anda trauma, maka sampai kapanpun akan terasa takut saat mengendarai motor. Atau lingkungan sekitar Anda selaly berkata bahwa "Kamu bodoh" dan itu diulang terus menerus, kemudian Anda meng"iya"kan maka terjadilah Anda benar-benar menjadi bodoh.

Nah, perkataan-perkataan negatif inilah yang menghambat gerak langkah Anda selama ini. Serta trauma-trauma yang Anda alami menjadi pemberat perjalanan Anda.

"Lepaskan bagasi-bagasi yang menghambat perjalanan Anda"
Begitu kata Kang Rendy, seorang motivator bisnis, CEO Keke Busana, dan pembicara di acara Semangat Langit.

Maksudnya adalah buang perkataan negatif yang senantiasa menggelayuti pikiran Anda. Ganti dengan pemikiran dan keyakinan positif. Maka hal-hal positif akan menyertai Anda.

Tidak percaya????
Selamat mencoba

Kamis, 13 April 2017

Curug Ciwarijan

Air berderu kencang
Angin membawa serpihan air ke udara
Seketika kacamata basah

Saya berdiri di samping air terjun mungil dengan deru yang luar biasa
Tak kuasa rasanya kaki ini mendekatinya
Saya hanya mampu berdiri diantara bebatuan yang kokoh
Tak goyah oleh terpaan air
Tenang dan teguh

Layaknya perasaanku padamu
(Eh...)

Memang sepadan rasanya perjalanan jauh yang saya lalui menuju persembunyian curug ciwarijan
Tak jauh dari rumah penduduk
Namun terlihat sepi akan pengunjung

Terlihat beberapa teman bermandi riang dibawah sana.

"Kang, ga mandi tah?", tanya seorang teman

Entahlah,
Saya merasa sangat tenang hanya dengan mendengar deru air yang berebut turun dari celah bebatuan diatas sana

Bahagian sekali perasaan saya

Karena bahagia itu sederhana

Jumat, 31 Maret 2017

Kamulah Pemenang

Hari sabtu tanggal Maret pukul 07:15 saya sudah duduk manis di sebuah bangku panjang menunggu seseorang. Siapa lagi kalo bukan siswa saya yang akan mengikuti lomba hari ini.

"Lin, udah nyampe mana?", tanya saya di inbox facebook
"Masih di rumah Pak", jawabnya santai

Coba bayangkan, lomba dimulai jam 07:30 dan sekarang dia masih di rumah. Gokil sekali anak satu nih -_-

"Buruan lin, telat nih"
"Iya Pak, ini mau berangkat"
"Saya jemput tah?"
"Banyak ojek Pak. Hehe"

Murid macam apa ini -_-
Saya akhiri obrolan via inbox dan kembali menunggu

Tak lama kemudian dia terlihat berjalan pelan menuju saya

"Udah dateng semua tah Pak?", tanyanya
" Belum. Langsung ke lab aja tuh", jawab sambil mengajaknya berjalan menuju lab.

Acarapun dimulai dengan berbagai sesi.
Lomba kali ini bernama Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di bidang accounting

Tak terasa sudah jam 5 sore, namun lomba belum juga usai -_-
Sesi terakhir dilalui dengan presentasi di depan juri.

"Duh Pak, kayaknya lina yang paling ga bisa nih"
"Gapapa lin, tetep semangat aja"
"Jadi pengen nangis Pak"
"Eh,,,, jangan nangis disini"

Begitulah obrolan saya dengan siswa bernama Lina. Dia terlihat pesimis, namun terus saya motivasi agar terus maju.

Tak terasa saatnya pengumuman.

JENG JENG JENG........

Dan....
Siswa saya....
Berada di posisi......

Terbawah

Alhamdulillah...
Semuanya tetap disyukuri. Karena itulah hasil dari kerja keras

Tidak perlu pesimis dan kecewa. Memang begitulah adanya. Yang terpenting adalah tetap semangat dan terus mencoba.

Insya Allah akan menjadi semakin baik

Senin, 13 Maret 2017

Tulisan bermakna tinggi

"Pa saef, status di fb itu dapet darimana? Keliatannya maknanya tinggi banget", celoteh seorang guru saat bersantai di kantor.

Akhir-akhir ini saya sering update status tentang selftalk. Anda tau apa itu selftalk??

Secara sederhana selftalk dapat diartikan berbicara pada diri sndiri. Tahukah Anda bahwa sehari manusia bisa berbicara pada diri sendiri sebanyak 15.000 kali? Masa sih??? Perlu bukti?

Contohnya
"Duh, capek banget ya"
"Ah... Masih ngantuk"
"Nanti ajalah, masih ada waktu"
Daaaannn masih banyak lagi

Ternyata setiap ucapan yang terlontar menimbulkan efek yang luar biasa. Ia dapat mentrigger otak manusia berdasarkan apa yang diucapkan.

Mari usahakan senantiasa berucap hal-hal positif, sehingga diri kita berada di kondisi positif.

Sekian

Jumat, 10 Maret 2017

Tersenyumlah

Tersenyum bukanlah hal yang sulit
Justru sangat mudah dilakukan
Cukup menarik bibir bagian kanan dan kiri dengan jarak yang sama agar seimbang
Ditambah dengan mimik wajah ceria yang menambah kesan manis

Namun
Bisakah Anda tetap tersenyum
Disaat ujian menyapa
Disaat masalah datang
Disaat cobaan menghadang

Justru pada saat-saat seperti itulah seharusnya kita memasang senyum termanis yang dimiliki

Mengapa????

Karena sebenarnya Allah memperhatikan Anda
Allah menguji Anda

Bukankah ketika akan naik kelas perlu adanya ujian??

Begitupun Allah menguji Anda. Untuk melihat apakah Anda layak naik kelas atau tidak

Maka tersenyumlah apapun kondisi yang sedang Anda hadapi

Karena dengan tersenyum, masalah akan terasa mengecil dan solusi akan semakin besar

Sekian

Rabu, 08 Maret 2017

Gemericik Air

Brum.... Brum.......

Motor melesat jauh melewati pohon yang rindang, mendaki gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Laaaahhhh... Malah nyanyi. Wkwkwk

Ada yang tau lagu itu? Kalo tau, fix anda angkatan 90an. Hehehe

Oke lanjut ke cerita

Setelah berhasil mengabadikan pepaya-pepaya yang ranum, saya kembali ke rumah untuk bersiap menuju lokasi praktikum penjaskes. Kini saya melalui daerah perkotaan yang ramai lancar dengan cuaca bersahabat.

Saya memasuki lokasi dan terlihatlah banyak siswa yang sedang bermain air.

Ya, praktek kali ini tentang renang gaya bebas.

Apa saya ikut praktek? NO....
Menilai praktek renang? NO...
Berenang? NO...

Terus ngapain?????

Saya hanya menonton

Nonton doang? Yup...

Saya diminta menemani siswa yang sedang praktek renang dengan guru penjas didampingi oleh pasangan saya. Oke bukan pasangan sebenarnya, tapi staf saya. Katanya sih saya diminta "Menjaga Anak-anak dari marabahaya"

Akhirnya saya hanya duduk termenung seorang diri ditepi kolam renang dan ditemani gemericik air.

"Pak, ga renang tah?", tanya seorang siswa
" Udah", jawab saya singkat
"Kapan pak?", siswa saya mulai kepo
" Dulu", kata saya sambil tertawa garing

Entahlah
Saya dari rumah sudah mempersiapkan perbekalan yang cukup untuk renang. Tapi begitu sampai lokasi saya hanya duduk termenung.

Rasanya duduk saja sudah cukup bagi saya. Sambil sesekali melihat wajah siswa yang tertawa riang ditemani gemericik air yang terasa begitu menenteramkan jiwa.

Mungkin bagi orang lain, saya ini buang-buang uang saja ke kolam renag malah duduk.

Siapa bilang????

Saya disini gratis weee.... Wkwkwk

Tapi sekali lagi entahlah. Saya suda cukup puas dengan yang saya rasakan. Kedamaian ini yang saya cari.

8 Maret 2017
Di bawah pohon rindang

Senin, 06 Maret 2017

Cahaya berganti

"Duh... Panas banget ya pa", kata seorang siswa saya sambil mengipas wajahnya dengan tangan.

Hari minggu pagi saya dan beberapa siswa berencana melakukan refreshing di sebuah tempat rekreasi baru. Jam 9 kami sudah berkumpul. Sambil menunggu beberapa anak yang belum terlihat batang hidungnya, kami mengobrol dengan lawakan garing.

Setelah semua siap, kami cusss berangkat menuju lokasi. 5 menit waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut

Linggarjati Garden

Nama yang menarik dengan penawaran wahana kolam renang anak, beberapa unggas seperti angsa dan burung, dan juga fasilitas outbond, kemah, serta villa.

Kami meletakkan barang bawaan serta rehat sejenak. Tak lama anak-anak berlarian menuju suatu titik. Saya yang kepo akhirnya memperhatikan langkah mereka. Ternyata mereka menuju sebuah benda bernama trampolin.

Anda tahu trampolin?
Kalo ga tau, silakan tanya ke mbah google. Hehe....

Wajar saja mereka sangat bersemangat, karena memang sangat jarang arena rekreasi yang menyediakan benda tersebut. Sayapun sebenarnya baru pertama kali lihat. Hehe...

Oke kita lanjut.
Setelah cukup dengan bermain akhirnya kami kembali berkumpul di dekat kandang angsa. Menikmati udara sejuk ditemani kicauan angsa yang bersahutan.

Tak lama langit mulai kelam dan menitikkan air mata. Oke oke,, maksudnya air hujan. Tak lama berselang air itu mengundang temannya dengan jumlah tak terhingga yang membuat kami lari terbirit-birit.

"Dasar ya ujan, ga ngasih kode dulu", celetuk seorang siswa

"Emangnya cewek, pake kode segala", batin saya

"Padahal tadi panas banget ya Pak. Sekarang malah ujan deres. Itu gunung disana aja sampe ga keliatan saking deresnya", kata siswa yang lain

Ya, memang akhir-akhir ini cuaca mudah berubah. Kadang siangnya panas, sore hujan. Kadang pagi hujan, siang terang benderang. Atau seperti hari minggu ini, pagi sangat cerah namun tiba-tiba hujan.

Sebenarnya bukan itu masalahnya. Yang jadi masalah adalah terkadang manusia mengeluh atau ngedumel karena cuaca yang berubah-ubah. Padahal ada hikmah dibalik semua kejadian.

Mungkin Allah ingin menyuburkan tanaman yang kering dengan hujan.
Mungkin juga Allah ingin mempermudah proses fotosintesis tanaman dengan adanya panas.

Jadi. Masalah yang sesungguhnya bukanlah kondisi di sekitar kita, melainkan bagaimana kita merespon setiap kondisi atau permasalahan yang hadir.

Respon yang terbaik adalah respon positif. Karena jika kita memberikan respon positif, maka yang akan diterima adalah hal positif pula. Begitupun sebaliknya.

Mari biasakan respon positif

Sekian,

Jumat, 03 Maret 2017

The Power of Word

Tahukah Anda bahwa perkataan mampu mempengaruhi diri Anda?

Kadang tanpa sadar kita pernah mengucapkan kata-kata negatif seperti

Saya ga bisa
Saya ga mampu
Saya pusing
Badan saya sakit banget
Dan banyak kata-kata negatif lainnya

Ternyata ketika Anda mengucapkan kata-kata tersebut, maka seluruh organ tubuh akan mengamini kata tersebut.

Ketika mengatakan

Saya pusing

Maka organ tubuh akan merespon sehingga terasa semakin pusing.

Maka berhati-hatilah saat Anda berkata. Karena

"Allah bergantung prasangka hamba-Nya"

Biasakan diri berkata yang baik-baik
Maka kebaikan akan mendatangi kita

Sekian

Kamis, 23 Februari 2017

Mamang Ojek

Hmm.... Ada sebuah tantangan mengenai sebuah profesi mulia. Bagaimana tidak, ia rela mengantarkan orang yang belum dikenal kemanapun diminta. Yap, Anda betul. Dialah mamang OJEK.

Ada sebuah insiden yang terus berputar di memori otak dan tak akan pernah hilang. Sebuah insiden berdarah saat hari raya.

Saya lupa kapan tepat tahunnya. Yang pasti saat itu saat duduk di kelas 6 sd atau awal masuk smp. Ketika tiba hari raya idhul adha, sang adik merengek ingin jalan-jalan. Entahlah, jarang sekali adik saya merengek seperti ini.

Akhirnya ibu mengabulkan permintaannya dan mengajak saya untuk ikut. Kami menuju tempat rekreasi yang cukup terkenal di wilayah tempat tinggal kami. Kurang lebih 30 menit kita disini, tanpa suara (kenapa jadi nyanyi ya. Wkwkwk). Maaf maksud saya 30 menit perjalanan sampai lokasi.

Setelah sampai, kami langsung menuju arena bermain. Ada cukup banyak permainan disini, seperti kincir angin, kuda-kudaan, dan permainan fenomenal yang tak lain adalah bebek-bebekan.

Anda tahu bebek-bebekan?
Belum tahu??

Kasiaaaannnn deh lo
(Sori-sori. Wkwkwk)

Jadi bebek-bebekan adalah permainan air berupa perahu kecil dengan bentuk bebek dan berjalannya dengan cara dikayuh layaknya sepeda. Biaa dibayangkan? Kalau tidak, yasudahlah

Nah, kembali ke cerita. Ternyata selama bermain ibu saya terlihat sedikit murung. Mengapa???

"Perasaan emak ga enak. Pulang aja yuk", begitu katanya

Akhirnya kami memutuskan pulang. Dan terjadi sesuatu yang agak aneh.

Saya jelaskan dulu. Untuk menuju lokasi rekreasi kami harus menaiki ojek dan disambung dengan angkot. Lokasi rekreasi cukup luas. Saat kami menuruni angkot, harus dilanjut dengan berjalan kaki selama 5 menit dari gerbang sampai arena bermain.

Jadi saat kami jalan menuju gerbang terjadi hal yang cukup aneh. Di tengah jalan ada sebuah benda seperti buah kelapa. Mungkin adik saya iseng, maka ditendanglah benda itu. Namun ternyata benda tersebut tak bergerak sedikitpun malah adik saya meringis kesakitan. Nah, tiba-tiba

" Ngapain batu ditendang?", kata ibu saya

Loh.... Itu batu??? Bukan kelapa????
Saya sempat berpikir sejenak.

Kami melanjutkan perjalanan ke gerbang dan langsung menaiki angkot. Setelah turun di angkot, kami lanjut naik ojek. Dan kejadian berdarahpun terjadi.

Saat melewati tikungan menuju rumah, tiba-tiba motor oleng dan langsung terjatuh. Masih teringat dengan jelas bagaimana saya bergaya layaknya superman karena saya jatuh dengan posisi tengkurap dan ditahan oleh ibu.

Namun naas, adik saya yang duduk di depan langsung terjun bebas dan pipinya mencium aspal. Sehingga terciptalah bulatan indah berwarna merah tepat di bawah mata sebelah kiri.

Sekian dulu curhatan saya. Berat rasanya untuk melanjutkan. Terimakasih

Senin, 13 Februari 2017

Tantangan Mba Wie

Anda kenal dengan Dewie Dean?

Sesosok wanita yang berada di negeri jiran dan senang menulis. Anda pernah melihat tulisannya? Jika belum, cek dibawah

Mba wie (begitu sapaan untuknya) memberikan tantangan untuk mengulas tentang dirinya. Duh mba, ga ada tantangan yang lebih menantangkah? (Sombong mode ON. Wkwkwk)

Oke, mari kita ulik mba wie ini.

Setempe saya(karena setahu sudah mainstream), dia ini gadis sumatera yang merantau ke negeri jiran puluhan tahun yang lalu. Oke oke ini lebay. Maksud saya beberapa tahun yang lalu. Kecintaannya dalam dunia literasi membawanya dalam grup fenomenal bernama ONE DAY ONE POST. Disanalah kami berjumpa.

Pribadinya yang berisik dan usil menjadikan dirinya cukup fenomenal membahana (apa sih wkwkwk). Seolah dirinya pakai NOS dalam film fast and fourious, sepanjang siang malam ia selalu berceloteh.

Apa ya kritik yang cocok buat dia??
Hmm... Ada yang punya ide??
Saya tiba-tiba bingung dan hilang ingatan wkwkwk.

Yang terlihat di mata saya, ia pribadi yang baik dan tipe mood booster. Mengapa demikian? Karena setiap kemunculannya selalu membuat kehebohan. Kayak perusuh begitu ya wkwkwk...

Okelah ini saja. Saat ini saya kehabisan kata-kata dan seketika hilang ingatan.

Ciaooo....

Cek disini

http://dewieajaa.blogspot.com

Sabtu, 11 Februari 2017

Ini Kampusku?

Jam 7 tepat saya melajukan motor menuju terminal bayangan di kota ini. Setelah mencapai terminal, saya langsung parkir di penitipan dan meluncur ke bis jurusan K*l* D*r*s.

Saya pagi ini akan menempuh perjalanan panjang menuju kampus utama yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit (itu sih sebentar ya. Hehe). Jam 9 pagi diadakan tes toefl yang skornya nanti sebagai syarat pendaftaran sidang.

Tik tok tik tok...

Tak menunggu lama, seorang teman saya terlihat mendekat. Setelah sedikit berbincang, kita langsung menuju lab bahasa untuk mendaftar.

"Loh.... Kayaknya ini bukan lab deh", batin saya

Setahu saya, lab bahasa ada di lantai 2 gedung rektorat. Tapi kenyataan berkata lain. Kita belum berjodoh (ini saya ngomong apa sih. Wkwkwk)

Setelah tanya sana sini dan berkeliling kampus akhirnya ketemu juga labnya. Ternyata lab bahasa berada di sebelah gedung C. Hampir saja tidak terlihat karena gedungnya kecil.

Saya tertegun. Sejak kapan ada gedung lab bahasa disini????

Ternyata saya sudah lama juga ga ke kampus pusat ini. Jadi seperti anak yang ga bingung sama rumahnya sendiri.

Aneh ya? Hehehehe....

Eh, ga aneh???
Anggep aja anehlah...

Dah, gitu aja

Rabu, 25 Januari 2017

Pelajaran Kehidupan

Saya sedang melihat-lihat status di facebook. Kemudian mata saya tertuju pada sebuah video singkat yang menampilkan seorang pria gemuk dengan keterangan "santan kehidupan"

Saat saya menonton video yang tidak lebih dari 3 menit itu seketika terhenyak kaget. Benar-benar menusuk hati. Bagaimana tidak, ia menjadikan proses pembuatan santai sebagai filosofi kehidupan.

Penyampai materi ini bernama rendy saputra. Beliau adalah CEO Keke Busana.

Mungkin Anda sudah sangat familiar dengan pembuatan santan. Namun saya akan sedikit mengutip bagaimana beliau menjelaskannya.

Diawali dari kelapa yang dijatuhkan dari tempat yg tinggi. Kemudian dikupas, dibelah dan di parut. Tidak sampai disitu, parutan kelapa disiram dengan air hangat dan diperas. Proses yang panjang dan menyakitkan.

Jika dihubungkan dengan kehidupan bahwa hidup itu penuh dengan masalah. Entah masalah keluarga, ekonomi, pekerjaan, dan lainnya. Banyaknya masalah itu merupakan bukti bahwa Allah mencintai kita.

Allah ingin mendidik kita dalam menghadapi berbagai masalah dan problema. Layaknya parutan kelapa yang diperas agar keluar santannya.

Jadi,
ketika masalah tak kunjung selesai
Ketika ujian datang bertubi-tubi

Tetaplah bersangka baik kepada Allah. Karena pasti ada sesuatu yang berharga dari setiap episode kehidupan yang telah kita lalui

Kamis, 19 Januari 2017

Kasih di Penghujung Senja

Debur ombak bersahutan
Semilir angin merasuk kedalam relung jiwa

Aku kembali menatap ke arah yang sama
Ke arah lautan lepas dengan air yang menggunung
Dengan keindahannya yang menghipnotis diri

Namun entahlah
Aku tak terhipnotis dengannya

Aku menyesap kopi hitam yg menyisakan ampas
Terasa manis

Mengapa?
Karena rasa yang teramat pahit
Rasa yang begitu bergelora di lubuk jiwa

Entahlah
Aku tetap duduk disini
Menikmati pahitnya rasa
Menunggu ketidakpastian

Langit berubah jingga
Tak lama berselimut hitam
Gelas bersisa ampas
Menyisakan hentakan dada

Aku masih disini
Menunggu dirimu
Yang tak kunjung menampakkan diri
Hanya bayang awan gelap yang terlihat

Permintaanku sederhana
Cukup sebuah senyuman
Yang begitu kurindukan

Hanya itu pintaku
Agar pahit ini berkurang
Hingga manis mulai terasa

Namun hingga kini
Aku tetap disini
Menanti dirimu
Tanpa kepastian

Masihkah kau mengingatku
Masihkah kau menganggapku

Cahaya jingga meredup
Terselimuti kegelapan

Tiba saat beranjak
Untuk kembali esok hari

#Menjawab_Tantangan_Mba_Na

Selasa, 10 Januari 2017

Sang Legenda

"Nomor satu..."
"Loh...loh... Pak, ko langsung nomor satu sih. Baru juga masuk Pak"
Itu hal yang paling saya ingat tentang beliau. Dan respon saya beserta kawan-kawan adalah protes. Bagaimana tidak. Baru saja beliau masuk kelas dan duduk, langsung memberikan soal dengan kode "nomor satu".
Beliau adalah guru matematika saya  di smk semenjak kelas 1 sampai 3. Perawakannya tinggi, besar namun tidak gemuk, dengan rambut yang memutih. Ciri khasnya adalah berbicara pelan sambil tertawa saat kami mengeluh akan sifatnya yang warbyasah.... -_-
Mengapa beliau menjadi legenda? Karena cara mengajarnya yg tidak biasa.
Kalian tahu? Mengapa saya bilang tidak biasa?
Pada saat belajar, beliau menerangkan dengan sangat cepat. Saya dan kawan-kawan yang berotak genius tidak dapat memahaminya.
Kami pun berinisatif melapor ke kepala jurusan agar cara mengajar beliau diubah lebih lambat, sehingga kami dapat paham.
Namun kaliah tahu apa jawaban beliau??
" Mereka itu lama banget pahamnya. Yaudah sekalian aja saya cepetin supaya ga paham sekalian"
Warbyasah sekali bukan -_-


Ini dia penampakannya.

Eh... sebentar-sebentar. Kayaknya ga sama dengan gambaran yang tadi deh. Tadi kan katanya rambutnya putih. 

Ya iyalaaaaaahhhh...... Itu kan penampakan saya. Masa iya sih rambut saya putih juga. Saya ga setua itu juga kalee -_-

Kenapa saya memajang foto ini???
Entahlah... Berdasarkan request pembuat tantangan, harus pasang foto pribadi. Mudah-mudahan ga ada yang merasa melting ya setelah liat foto saya (PD gilee. wkwkwk)


Kembali ke topik. Meskipun beliau menyebalkan, tapi saya menyenanginya. Karena beliau low profile, mudah bergaul dengan siswanya. Dan inilah yang saya terapkan sekarang saat saya berkecimpung di dunia pendidikan. Bagaimana saya bisa menjadi pendidik yang dekat dengan siswa, mengerti dunia mereka, dan dapat menanamkan nilai-nilai positif.

Karena guru bukanlah sekedar mengajar, tapi juga mendidik. Mengajar tidaklah sulit asalkan mengetahui ilmu yang akan diajarkan. Namun mendidik tidak seperti mengajar. Mendidik merupakan menanamkan, bukan sekedar tahu, tapi juga dilaksanakan dalam kehidupan.

SALAM SANG LEGENDA